Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa di akhir zaman akan terjadi tiga azab besar: gempa (khasf), perubahan bentuk (maskh), dan lemparan batu (qadzf). Ketika Aisyah bertanya apakah orang saleh ikut binasa, Nabi ﷺ menjawab: "Ya, apabila keburukan (al-khabats) telah merajalela." Ini menunjukkan bahwa azab umum bisa menimpa semua orang jika kemaksiatan dibiarkan merata. Hadits ini dinilai gharib oleh At-Tirmidzi dan ada catatan pada perawi Abdullah bin Umar.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Anfal [8]: 25
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Terjemahan: "Dan peliharalah dirimu dari fitnah (azab) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim di antara kalian secara khusus. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2185) dari Aisyah radhiyallahu 'anha. At-Tirmidzi menyatakan hadits ini gharib dari jalur Aisyah, dan menyebut bahwa Abdullah bin Umar (yakni Abdullah bin Umar al-'Umari, bukan sahabat Ibnu Umar) diperbincangkan oleh Yahya bin Ma'in dari sisi hafalannya.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang tanda-tanda akhir zaman perlu dilihat dari kekuatan sanadnya.
- An-Nawawi menegaskan bahwa azab yang bersifat umum dapat menimpa orang saleh jika kemungkaran dibiarkan tanpa diingkari.
- Ibn Katsir dalam tafsirnya terkait QS. Al-Anfal [8]: 25 menyebutkan bahwa fitnah (ujian/azab) bisa merata ketika kemaksiatan tersebar.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Nabi ﷺ mengabarkan tiga jenis azab di akhir umat ini:
- Khasf (خَسْف) — gempa bumi atau ditenggelamkan ke dalam bumi.
- Maskh (مَسْخ) — perubahan bentuk/wujud.
- Qadzf (قَذْف) — dilempari batu dari langit.
Aisyah bertanya dengan pertanyaan yang sangat wajar: "Apakah kami akan dihancurkan sementara di antara kami ada orang-orang saleh?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, apabila al-khabats telah merajalela."
Apa itu al-khabats?
Al-khabats (الْخَبَث) berarti keburukan, kekotoran, atau kemaksiatan yang merajalela. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah ketika kemungkaran sudah menjadi hal yang biasa dan tidak lagi diingkari.
Pemahaman ulama:
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa azab umum bisa terjadi ketika kemaksiatan sudah merata. Orang saleh yang hidup di tengah masyarakat yang rusak bisa terkena dampaknya, meskipun di akhirat ia selamat karena keimanannya.
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits-hadits semacam ini mengajarkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar bukan sekadar kewajiban individu, tetapi menjadi pelindung bagi masyarakat dari azab kolektif.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa ketika kemungkaran dibiarkan, maka azab bisa turun secara umum. Ini bukan berarti Allah tidak adil, tetapi ini adalah sunnatullah dalam kehidupan sosial.
Catatan sanad:
At-Tirmidzi sendiri menyatakan hadits ini gharib dari jalur ini. Abdullah bin Umar al-'Umari (bukan sahabat Ibnu Umar) diperbincangkan oleh Yahya bin Ma'in dari sisi hafalannya. Namun maknanya tetap shahih dan didukung oleh ayat Al-Qur'an serta hadits-hadits lain tentang azab yang merata.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama memandang hadits ini lemah dari sisi sanad, tetapi maknanya tetap diambil karena didukung dalil lain. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang tanda akhir zaman perlu dilihat secara keseluruhan, tidak hanya satu jalur.
Story Telling
Diceritakan bahwa Al-Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang azab yang menimpa suatu negeri sementara di sana ada orang-orang saleh. Beliau menjawab: "Allah menyelamatkan orang-orang saleh di akhirat, tetapi di dunia mereka bisa terkena musibah bersama yang lain. Namun sesungguhnya orang saleh itu menjadi sebab ditundanya azab selama mereka masih ada."
Dalam kisah lain, Umar bin al-Khaththab pernah berkata: "Sesungguhnya Allah menahan azab dari suatu kaum karena keberadaan orang-orang saleh di antara mereka." Ini menunjukkan bahwa keberadaan orang saleh adalah rahmat, tetapi ketika kemungkaran sudah merajalela dan tidak ada yang mengingkari, maka azab bisa datang.
Kesimpulan Praktis
- Jangan merasa aman dari azab kolektif — jika kemungkaran dibiarkan, azab bisa menimpa semua orang, termasuk yang saleh di dunia.
- Amar ma'ruf nahi munkar adalah pelindung masyarakat — bukan sekadar kewajiban individu, tetapi benteng dari azab.
- Perbanyak istighfar dan taubat — sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk selalu bertaubat.
- Jangan tinggalkan doa untuk kaum muslimin — agar Allah menjaga negeri dari azab yang merata.
- Pelajari tanda-tanda akhir zaman dengan sanad yang shahih — dan jangan sibuk membicarakan tanpa amal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.