Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2169 tentang Perintah amar makruf nahi mungkar atau ancaman azab

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ bahwa jika umat Islam meninggalkan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran), maka Allah akan menurunkan azab yang menyebabkan doa-doa mereka tidak dikabulkan. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran setiap muslim dalam menjaga nilai-nilai kebenaran di tengah masyarakat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Maidah [5]: 78-79

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ. كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

"Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang perbuatan munkar yang mereka lakukan. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat."

Hadits terkait:

Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 2169 dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan ulama:

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar termasuk dosa besar yang dapat mendatangkan azab Allah. Beliau mengutip perkataan Al-Hasan al-Bashri: "Jika umat ini meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar, maka Allah akan menimpakan kepada mereka azab yang merata."

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa makna penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:

1. Sumpah Nabi ﷺ sebagai penekanan

Nabi ﷺ memulai dengan sumpah "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya" untuk menunjukkan betapa seriusnya peringatan ini. Ini adalah gaya bahasa yang sangat kuat dalam menyampaikan ancaman.

2. Kewajiban amar ma'ruf nahi munkar

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa amar ma'ruf nahi munkar adalah fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Namun jika kemungkaran sudah merajalela dan tidak ada yang mencegah, maka dosanya menimpa semua yang mampu tetapi diam.

3. Ancaman azab dan doa tidak dikabulkan

Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa azab yang dimaksud bisa berupa:

  • Kekuasaan orang zalim yang menindas
  • Bencana alam dan musibah
  • Hati yang keras sehingga tidak bisa merasakan keimanan
  • Doa yang tidak diijabah (dikabulkan)

4. Hikmah doa tidak dikabulkan

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Al-Jawab al-Kafi menjelaskan bahwa ketika suatu kaum meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar, mereka telah merusak hubungan dengan Allah. Maka wajar jika doa mereka tidak dikabulkan karena mereka tidak peduli dengan perintah Allah.

5. Tingkatan amar ma'ruf nahi munkar

Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa amar ma'ruf nahi munkar memiliki tiga tingkatan:

  • Dengan tangan (kekuasaan/ tindakan langsung)
  • Dengan lisan (nasihat dan teguran)
  • Dengan hati (membenci kemungkaran dalam hati)

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Demi Allah, sungguh aku melihat sekelompok orang yang apabila mereka melihat kemungkaran, mereka mencegahnya dengan tangan dan lisan mereka. Kemudian datang generasi setelah mereka yang apabila melihat kemungkaran, mereka hanya mencegah dengan lisan saja. Kemudian datang lagi generasi yang apabila melihat kemungkaran, mereka hanya membencinya dalam hati. Lalu datang generasi yang apabila melihat kemungkaran, mereka justru ikut melakukannya."

Kisah ini menunjukkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar semakin melemah dari masa ke masa. Hudzaifah mengingatkan bahwa jika keadaan terus memburuk, maka azab Allah akan datang.

Kesimpulan Praktis

  1. Setiap muslim wajib beramar ma'ruf nahi munkar sesuai kemampuannya
  2. Jangan pernah meremehkan dosa kecil atau kemungkaran yang tampak sepele
  3. Jika kita diam terhadap kemungkaran, doa kita bisa terhalang
  4. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, lalu lingkungan sekitar
  5. Niatkan amar ma'ruf nahi munkar karena Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.