Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 216 tentang Keutamaan shalat berjamaah dua puluh lima kali lipat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan shalat berjamaah yang pahalanya dilipatgandakan menjadi 25 kali lipat dibandingkan shalat sendirian. Ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ yang menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersatu dalam shalat berjamaah. Keutamaan ini bukan berarti shalat sendirian tidak sah, tetapi shalat berjamaah jauh lebih utama dan dicintai Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi No. 216:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan):

<p>حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِنَّ صَلاَةَ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ وَحْدَهُ بِخَمْسَةٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .</p>

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya shalat seorang lelaki secara berjamaah lebih utama dibandingkan shalatnya sendirian dengan (kelebihan) dua puluh lima derajat/ bagian."

Hadits Penguat dari Shahih Al-Bukhari dan Muslim:

Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

<p>صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</p>

Terjemahan: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Al-Bukhari no. 645, Muslim no. 650)

Catatan Ulama: Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perbedaan angka 25 dan 27 dalam riwayat-riwayat hadits ini adalah karena perbedaan keadaan shalat, kesempurnaan khusyuk, atau perbedaan tempat. Keduanya sahih dan tidak saling bertentangan.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam madzhab memahami hadits ini sebagai dalil utama tentang disyariatkannya shalat berjamaah dan besarnya keutamaannya. Berikut penjelasan dari beberapa ulama dalam daftar rujukan:

1. Imam Malik bin Anas (yang meriwayatkan hadits ini dalam Al-Muwaththa') menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku bagi orang yang shalat berjamaah di masjid dengan niat ikhlas, bukan karena riya atau pamer.

2. Imam Asy-Syafi'i dalam kitabnya Al-Umm menyebutkan bahwa shalat berjamaah adalah syi'ar Islam yang agung. Beliau berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa uzur adalah perbuatan tercela.

3. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa makna "derajat" atau "bagian" dalam hadits ini adalah pahala yang dilipatgandakan. Beliau menukil pendapat para ulama bahwa keutamaan ini bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan kualitas shalat seseorang.

4. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan:

  • Shalat berjamaah hukumnya wajib bagi laki-laki yang mampu (menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama).
  • Pahala shalat berjamaah 25-27 kali lipat dibanding shalat sendirian.
  • Keutamaan ini mencakup semua shalat fardhu, bukan hanya shalat tertentu.

5. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam berbagai fatwanya menegaskan bahwa shalat berjamaah di masjid adalah kewajiban bagi laki-laki, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya yang memerintahkan shalat berjamaah.

Perbedaan Angka 25 dan 27:

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa perbedaan ini adalah karena perbedaan riwayat yang masing-masing sahih. Beliau menyebutkan beberapa pendapat:

  • Ada yang mengatakan bahwa angka 25 untuk shalat yang dilakukan dengan sempurna, dan 27 untuk yang lebih sempurna lagi.
  • Ada yang mengatakan bahwa perbedaan ini karena perbedaan tempat (masjid yang lebih jauh lebih besar pahalanya).
  • Pendapat yang lebih kuat: kedua angka ini sahih dan menunjukkan bahwa keutamaan shalat berjamaah berkisar antara 25 hingga 27 kali lipat, dan bisa bertambah sesuai keikhlasan dan kesempurnaan shalat.

Hikmah di Balik Keutamaan Ini:

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah ﷻ melipatgandakan pahala shalat berjamaah karena di dalamnya terdapat:

  • Persatuan hati kaum muslimin
  • Menampakkan syi'ar Islam
  • Saling mengenal dan tolong-menolong antar sesama
  • Latihan kedisiplinan dan keteraturan
  • Menghilangkan kesombongan dan keangkuhan

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang buta, pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku buta, dan jarak rumahku ke masjid jauh, dan tidak ada penuntun bagiku. Apakah aku mendapat keringanan untuk shalat di rumah?"

Maka Rasulullah ﷺ bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?"

Ia menjawab: "Ya."

Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka penuhilah panggilan itu (datanglah ke masjid)." (HR. Muslim no. 653)

Lihatlah, seorang yang buta dan rumahnya jauh tetap diperintahkan untuk datang ke masjid. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat berjamaah di sisi Allah. Jika orang buta saja tidak diberi keringanan, maka bagaimana lagi dengan orang yang sehat dan mampu?

Hikmah dari kisah ini: Shalat berjamaah adalah perkara yang sangat dicintai Allah, sehingga Nabi ﷺ tidak memberikan keringanan kepada sahabat yang buta sekalipun, selama ia masih bisa mendengar adzan dan mampu berjalan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki yang mampu, karena pahalanya dilipatgandakan 25-27 kali lipat.
  2. Jangan meremehkan shalat berjamaah, karena ia adalah syi'ar Islam yang agung dan tanda kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
  3. Perbaiki kualitas shalat dengan khusyuk dan ikhlas, karena keutamaan ini bisa bertambah sesuai kesempurnaan shalat.
  4. Bagi yang memiliki uzur syar'i (sakit, bepergian, dll), shalat sendirian tetap sah dan mendapat pahala, namun tetap berusaha untuk shalat berjamaah ketika mampu.
  5. Ajaklah keluarga dan tetangga untuk bersama-sama memakmurkan masjid, karena ini adalah sebab turunnya rahmat dan keberkahan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.