Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 215 tentang Keutamaan shalat berjamaah dua puluh tujuh derajat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan shalat berjamaah yang luar biasa besarnya dibandingkan shalat sendirian, yaitu dua puluh tujuh derajat. Ini adalah kabar gembira yang menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menegakkan shalat berjamaah. Keutamaan ini bukan hanya angka, tetapi menunjukkan betapa Allah melipatgandakan pahala bagi mereka yang menjaga shalat berjamaah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 215)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dari sahabat mulia Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat seorang diri sebanyak dua puluh tujuh derajat."

Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (baik dan sahih). Beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan pula dari sahabat lain seperti Abdullah bin Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, Abu Sa'id, Abu Hurairah, dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhum.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Ayat ini menunjukkan perintah untuk shalat berjamaah, karena Allah memerintahkan untuk "rukuk bersama orang-orang yang rukuk", yang merupakan isyarat untuk shalat berjamaah.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan shalat berjamaah ini adalah keutamaan yang besar, dan beliau menegaskan bahwa shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat. Beliau juga menjelaskan bahwa perbedaan angka (dua puluh lima atau dua puluh tujuh) adalah karena perbedaan riwayat, namun semuanya menunjukkan keutamaan yang besar.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah yang sangat besar. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa "derajat" di sini bukan berarti satu derajat sama dengan satu pahala, tetapi ini adalah perumpamaan tentang tingginya kedudukan dan besarnya pahala. Beliau juga menegaskan bahwa shalat berjamaah itu wajib bagi laki-laki yang mampu, berdasarkan dalil-dalil yang kuat.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar, dan beliau menekankan bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur (halangan) adalah perbuatan yang tercela. Beliau sering mengutip hadits ini untuk memotivasi kaum muslimin agar menjaga shalat berjamaah di masjid.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perbedaan riwayat antara dua puluh lima dan dua puluh tujuh derajat adalah karena perbedaan keadaan atau karena perbedaan tambahan amalan. Namun yang terpenting, semua riwayat menunjukkan keutamaan yang sangat besar.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa shalat berjamaah adalah syiar Islam yang agung, dan di dalamnya terdapat banyak hikmah, seperti: kebersamaan, persatuan, saling mengenal, dan menumbuhkan rasa cinta di antara kaum muslimin.

Perbedaan Pendapat Ulama:

Ada perbedaan riwayat tentang angka keutamaan ini:

  1. Dua puluh tujuh derajat - sebagaimana hadits Ibnu Umar ini
  2. Dua puluh lima derajat - sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah dalam Shahih Bukhari dan Muslim

Para ulama menjelaskan bahwa perbedaan ini bukanlah pertentangan, tetapi karena perbedaan riwayat atau karena perbedaan keadaan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa semua riwayat ini shahih, dan tidak ada pertentangan di antara keduanya. Yang terpenting adalah keutamaannya sangat besar.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menegaskan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan keutamaan shalat berjamaah yang sangat besar. Beliau juga menjelaskan bahwa shalat berjamaah adalah kewajiban bagi laki-laki yang mampu.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum - seorang sahabat yang buta - pernah meminta keringanan kepada Rasulullah ﷺ untuk tidak menghadiri shalat berjamaah karena rumahnya jauh dan tidak ada penuntun. Namun Rasulullah ﷺ tetap memerintahkannya untuk datang ke masjid, bahkan beliau bersabda:

"Sesungguhnya aku tidak mendengar adzan kecuali aku pasti menjawabnya."

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya shalat berjamaah, bahkan bagi orang yang buta sekalipun. Ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah adalah kewajiban yang sangat ditekankan, dan keutamaannya sangat besar.

Hikmah dari kisah ini: Jika seorang sahabat yang buta saja diperintahkan untuk tetap berjamaah, maka kita yang sehat dan mampu tentu lebih tidak punya alasan untuk meninggalkannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki yang mampu, karena keutamaannya sangat besar.
  2. Niatkan karena Allah, bukan karena riya atau pujian manusia.
  3. Jangan remehkan shalat berjamaah, karena ini adalah syiar Islam yang agung.
  4. Ajak keluarga dan teman untuk bersama-sama menjaga shalat berjamaah.
  5. Bersyukur atas kemudahan yang Allah berikan untuk bisa beribadah kepada-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?