Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang sangat istimewa untuk berdoa. Doa seorang hamba pada waktu tersebut tidak akan ditolak oleh Allah. Ini adalah anugerah besar dari Allah, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak doa di waktu yang penuh berkah ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
- Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
- Kitab: Jami' At-Tirmidzi, Kitab Shalat, Bab: Apa yang Diriwayatkan Tentang Doa yang Tidak Ditolak Antara Adzan dan Iqamah, nomor hadits 212.
- Teks Hadits: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ"
- Status Hadits: Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ahmad dengan sanad yang shahih.
Penjelasan Ulama:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal serta para ulama lainnya, sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, menganjurkan untuk berdoa di antara adzan dan iqamah karena doa pada waktu tersebut mustajab (dikabulkan).
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Waktu ini adalah waktu antara dua seruan untuk shalat, di mana hati seorang mukmin sedang fokus dan bersiap menghadap Allah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan kabar gembira bagi setiap muslim bahwa ada satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, yaitu di antara adzan dan iqamah. Makna "tidak ditolak" di sini adalah bahwa doa tersebut memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah, baik dengan cara yang kita minta, diganti dengan yang lebih baik, atau dijauhkan dari keburukan.
Para ulama, seperti Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, sangat menganjurkan untuk memanfaatkan waktu ini. Beliau berkata, "Dianjurkan berdoa antara adzan dan iqamah, karena doa pada waktu itu tidak ditolak." Ini adalah pendapat yang dipegang oleh jumhur (mayoritas) ulama.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya juga menekankan pentingnya berdoa dengan penuh keyakinan dan adab. Beliau mengingatkan agar doa kita tidak hanya untuk urusan dunia, tetapi juga untuk urusan akhirat. Waktu ini adalah kesempatan emas untuk memohon ampunan, petunjuk, rezeki yang halal, dan kebaikan di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan waktu yang singkat ini. Setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan dan sebelum iqamah dikumandangkan, kita dianjurkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, baik dengan doa-doa yang ma'tsur (dari Al-Qur'an dan Sunnah) maupun doa dengan bahasa kita sendiri untuk hal-hal yang baik.
Story Telling
Tidak ada kisah spesifik dari sahabat atau salaf yang secara langsung diriwayatkan tentang peristiwa berdoa di antara adzan dan iqamah. Namun, kita bisa mengambil pelajaran dari semangat para salaf dalam memanfaatkan setiap waktu mustajab. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat menjaga waktu-waktu mustajab untuk berdoa, termasuk di antara adzan dan iqamah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang khusyuk dan penuh harap kepada Allah. Ini mengajarkan kita bahwa para ulama terdahulu sangat antusias dalam meraih keutamaan waktu-waktu tersebut.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah Keutamaan Waktu: Percayalah bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
- Perbanyak Doa: Jangan biarkan waktu ini berlalu begitu saja. Gunakanlah untuk berdoa, baik dengan doa-doa yang diajarkan Nabi maupun doa pribadi untuk kebaikan dunia dan akhirat.
- Berdoa dengan Khusyuk: Hadapkan hati sepenuhnya kepada Allah, penuh harap dan rendah diri. Jangan terburu-buru.
- Doakan Kebaikan: Doakanlah untuk diri sendiri, keluarga, kaum muslimin, dan seluruh kebaikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.