Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 210 tentang Dzikir setelah adzan mendatangkan ampunan dosa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengajarkan kita sebuah dzikir yang singkat namun agung untuk diucapkan ketika mendengar adzan. Siapa yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Ini adalah kemudahan dan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi umat Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Dikatakan Seseorang Ketika Mendengar Mu'adzdzin", no. 210. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih gharib.

Berikut adalah teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab:

> مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

Terjemahan: "Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar mu'adzdzin (adzan): 'Dan aku pun bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agamaku,' maka dosanya akan diampuni."

Catatan Penting: Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 386) dari jalur periwayatan yang sama, yaitu dari Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih menurut kriteria Imam Muslim juga.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah dan pelajaran dari hadits ini:

  1. Keutamaan Mengucapkan Dzikir Ini: Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang mengucapkan dzikir ini ketika mendengar adzan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar gembira tentang ampunan dosa bagi yang mengucapkannya. Ini adalah bentuk karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang berdzikir kepada-Nya.
  2. Makna "Ridha": Kalimat "Radhitu billahi Rabban..." (Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku) memiliki makna yang sangat dalam. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ridha kepada Allah sebagai Rabb berarti menerima segala ketentuan, takdir, dan pengaturan-Nya. Ridha kepada Islam sebagai agama berarti menerima seluruh ajarannya dengan senang hati dan berusaha mengamalkannya. Ridha kepada Muhammad sebagai Rasul berarti menerima segala yang beliau bawa, mentaatinya, dan menjadikannya sebagai teladan.
  3. Kapan Diucapkan: Hadits ini menjelaskan bahwa dzikir ini diucapkan ketika mendengar mu'adzdzin. Para ulama berbeda pendapat apakah diucapkan setelah mu'adzdzin selesai atau di sela-sela adzan. Pendapat yang lebih kuat, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Tamamul Minnah, adalah bahwa dzikir ini diucapkan setelah selesai mendengar kalimat adzan secara keseluruhan. Namun, ada juga pendapat yang membolehkan mengucapkannya di sela-sela adzan. Yang terpenting adalah mengucapkannya ketika mendengar adzan.
  4. Perbedaan dengan Jawaban Adzan: Perlu dibedakan antara menjawab adzan (mengulangi kalimat yang diucapkan mu'adzdzin) dengan dzikir setelah adzan ini. Menjawab adzan hukumnya sunnah dan dilakukan dengan mengulangi kalimat mu'adzdzin. Adapun dzikir dalam hadits ini adalah dzikir tambahan yang diajarkan Nabi ﷺ dan memiliki keutamaan khusus, yaitu ampunan dosa. Keduanya bisa diamalkan secara bersamaan.
  5. Kandungan Tauhid: Dzikir ini mengandung intisari tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam rububiyyah (ketuhanan), uluhiyyah (ibadah), dan mengimani kerasulan Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah kalimat yang agung dan merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang paling dicintai Rasulullah ﷺ. Beliau adalah orang yang doanya mustajab. Suatu ketika, Nabi ﷺ bersabda tentang beliau, "Ini adalah pamanku, maka hendaklah setiap orang menampakkan pamannya kepadaku." (HR. At-Tirmidzi).

Sa'd bin Abi Waqqas adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau dikenal sebagai orang yang sangat teguh imannya dan berani dalam membela kebenaran. Keislamannya terjadi di usia muda, dan beliau termasuk orang-orang pertama yang masuk Islam. Kisah hidupnya menunjukkan bagaimana seorang sahabat sangat antusias dalam meraih keutamaan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, termasuk keutamaan dzikir ketika mendengar adzan ini. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk menghafal dan mengamalkan setiap ajaran Nabi ﷺ, sekecil apapun itu, karena mereka tahu di dalamnya terdapat kebaikan yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan Dzikir Ini: Bersungguh-sungguhlah untuk menghafal dzikir yang agung ini beserta artinya.
  2. Amalkan Setiap Mendengar Adzan: Biasakan diri untuk mengucapkan dzikir ini setiap kali mendengar adzan, baik di masjid, di rumah, maupun di tempat kerja.
  3. Pahami Maknanya: Renungkan dan hayati makna "ridha" dalam dzikir ini. Jadikan sebagai komitmen dalam hati untuk selalu menerima ketentuan Allah, mengamalkan Islam, dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  4. Gabungkan dengan Menjawab Adzan: Jangan tinggalkan sunnah menjawab adzan. Setelah selesai menjawab, ucapkanlah dzikir ini untuk meraih keutamaan ampunan dosa.
  5. Yakinlah dengan Janji Allah: Yakinlah bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Jika kita mengucapkan dzikir ini dengan ikhlas dan yakin, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi