Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2083 tentang Doa tujuh kali untuk kesembuhan orang sakit

Penjelasan Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2083

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi seorang Muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit (bukan dalam keadaan menjelang ajal), lalu mendoakannya dengan doa tertentu sebanyak tujuh kali. Nabi ﷺ menjanjikan kesembuhan bagi si sakit dengan izin Allah. Ini menunjukkan betapa besarnya manfaat menjenguk orang sakit dan kekuatan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh:

  • Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Kedokteran, No. 2083
  • Jalur: Muhammad bin Al-Mutsanna → Muhammad bin Ja'far → Syu'bah → Yazid Abu Khalid → Al-Minhal bin 'Amr → Sa'id bin Jubair → Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما → Nabi ﷺ

Teks doa yang diajarkan Nabi ﷺ:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

"As'alullāhal-'Azhīma Rabbal-'Arsyil-'Azhīmi an yasyfiyak"

Terjemahan: "Aku meminta kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan 'Arsy yang agung, untuk menyembuhkanmu."

Hadits pendukung dari kitab shahih — Abu Dawud dan At-Tirmidzi juga meriwayatkan dari jalur lain:

Dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda tentang doa menjenguk orang sakit:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

(HR. Abu Dawud No. 3106, At-Tirmidzi No. 2083)

Ayat Al-Qur'an yang relevan — QS. Al-Isra' [17]: 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Terjemahan: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, dan (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim."

Kaitan dengan ulama:

  • Imam At-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan gharib, hanya dikenal dari jalur Al-Minhal bin 'Amr.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan keutamaan menjenguk orang sakit dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ sebagai bagian dari adab Islam.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bab keutamaan menjenguk orang sakit dan doa untuk kesembuhannya.
  • Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad membahas doa-doa Nabi ﷺ untuk orang sakit sebagai bagian dari pengobatan ruhani.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa seorang hamba Muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit — dengan catatan "selama belum datang ajalnya" (yakni sakit biasa, bukan sakit menjelang kematian) — lalu ia membaca doa di atas tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkan si sakit.

2. Penjelasan Ulama

Imam At-Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini menyatakan: "Hadits ini hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al-Minhal bin 'Amr." Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki kelemahan dari sisi jalur, namun tetap diterima sebagai hasan karena ada penguat.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung tawassul dengan nama Allah yang paling agung — yaitu Al-'Azhīm (Yang Maha Agung) dan Rabbul-'Arsyil-'Azhīm (Tuhan 'Arsy yang agung). Beliau menjelaskan bahwa menyebut sifat-sifat Allah yang agung dalam doa adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit memiliki keutamaan besar, dan doa seorang Muslim untuk saudaranya yang sakit adalah doa yang mustajab. Beliau juga menyebutkan bahwa angka tujuh dalam doa ini adalah ta'abbudi (ibadah yang harus diikuti apa adanya), bukan karena tujuh lebih mustajab dari yang lain secara logika.

Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan doa ini sebagai salah satu doa yang dianjurkan ketika menjenguk orang sakit, dan beliau menegaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang yang menjenguk, bukan oleh si sakit sendiri.

3. Syarat dan Ketentuan

Dari hadits ini, para ulama (seperti Ibnu Hajar dan Ibnul Qayyim) menyimpulkan beberapa ketentuan:

  1. Yang membaca doa adalah yang menjenguk, bukan si sakit.
  2. Dibaca tujuh kali — sesuai perintah Nabi ﷺ.
  3. Ditujukan untuk si sakit — "an yasyfiyak" (untuk menyembuhkanmu).
  4. Sakit yang dimaksud bukan sakit menjelang ajal — karena hadits menyebut "lam yahdhur ajalulu" (belum datang ajalnya).
  5. Dibaca dengan penuh keyakinan kepada Allah, bukan kepada doa itu sendiri.

4. Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Sebagian ulama seperti Al-Minhal bin 'Amr (perawi hadits ini) dianggap memiliki kelemahan oleh sebagian ahli hadits. Namun Imam At-Tirmidzi tetap menerimanya sebagai hasan gharib, dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan hadits ini sebagai penguat. Syeikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah menilai hadits ini shahih dengan jalur-jalurnya yang saling menguatkan.

Pendapat yang paling kuat: Hadits ini dapat diamalkan karena memiliki penguat dari jalur lain dan telah dinilai hasan oleh Imam At-Tirmidzi serta shahih oleh Syeikh Al-Albani.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Sa'id bin Jubair (seorang tabi'in murid Ibnu 'Abbas) meriwayatkan hadits ini langsung dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما. Ibnu 'Abbas sendiri adalah sahabat yang sangat tekun meriwayatkan hadits Nabi ﷺ, bahkan beliau pernah berkata: "Aku pernah bermalam di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi ﷺ) untuk melihat shalat Nabi ﷺ." Semangat beliau dalam menuntut ilmu membuat beliau menjadi salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Al-Minhal bin 'Amr yang meriwayatkan hadits ini dari Sa'id bin Jubair adalah seorang tabi'in yang dikenal jujur namun memiliki sedikit kelemahan dalam hafalan. Namun para ulama tetap menerima riwayatnya karena didukung oleh jalur lain.

Hikmah: Seorang Muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit hendaknya tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan hati dan doa. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ ini adalah senjata ruhani yang sangat kuat, karena mengandung pengagungan kepada Allah dan permohonan kesembuhan hanya kepada-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jenguklah orang sakit — ini adalah hak seorang Muslim atas Muslim lainnya dan memiliki keutamaan besar.
  2. Bacalah doa ini tujuh kali di sisi orang sakit yang belum menjelang ajal:
  • As'alullāhal-'Azhīma Rabbal-'Arsyil-'Azhīmi an yasyfiyak
  1. Yakinlah kepada Allah, bukan kepada doa atau angka tujuh itu sendiri.
  2. Doakan dengan penuh kelembutan dan jangan membuat si sakit merasa terbebani.
  3. Ketahuilah bahwa kesembuhan hanya dari Allah — doa adalah sebab, bukan penentu.
  4. Jangan tinggalkan doa ini meskipun haditsnya hasan — karena para ulama telah menerimanya dan mengamalkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?