Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2073 tentang Demam berasal dari panas api, dianjurkan mendinginkan dengan air

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa demam bukanlah penyakit yang harus ditakuti secara berlebihan, melainkan bagian dari panasnya api (bisa berarti panasnya neraka atau panasnya penyakit) yang bisa diredakan dengan air. Ini adalah petunjuk Nabi ﷺ yang sangat praktis dan ilmiah, yaitu mendinginkan tubuh yang panas dengan air. Hadits ini juga mengajarkan bahwa kita boleh berikhtiar dengan cara-cara yang diperbolehkan untuk meredakan sakit, karena itu bagian dari tawakal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 2073):

Dari Rafi' bin Khadij radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bersabda:

الْحُمَّى فَوْرٌ مِنَ النَّارِ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

"Demam adalah dari gejolak api, maka dinginkanlah dengan air."

Imam At-Tirmidzi berkata: "Dalam bab ini ada riwayat dari Asma' binti Abu Bakar, Ibnu Umar, istri Az-Zubair, Aisyah, dan Ibnu Abbas."

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

"Sesungguhnya demam itu dari panasnya (tungku) Jahannam, maka dinginkanlah dengan air." (HR. Al-Bukhari no. 3263, Muslim no. 2209)

Ayat Al-Qur'an yang relevan (tentang air sebagai penyejuk dan rahmat):

QS. Al-Anbiya' [21]: 30

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?"

Ayat ini menunjukkan bahwa air adalah sumber kehidupan dan juga bisa menjadi sarana penyembuhan, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan untuk mendinginkan demam dengan air.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dengan beberapa pemahaman penting:

1. Makna "Faurun minan Nar" (gejolak dari api)

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa kata "faur" berarti gejolak atau letusan panas yang keluar. Maksudnya, demam itu adalah panas yang memancar dari dalam tubuh, dan Nabi ﷺ mengaitkannya dengan panasnya api neraka sebagai peringatan dan pengajaran, bukan berarti demam itu benar-benar berasal dari neraka secara harfiah. Ini adalah bentuk tasybih (perumpamaan) untuk menunjukkan betapa panasnya demam tersebut.

2. Perintah mendinginkan dengan air

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa perintah "فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ" (dinginkanlah dengan air) adalah perintah yang menunjukkan bolehnya berobat. Ini adalah bentuk ikhtiar yang diajarkan Nabi ﷺ. Caranya adalah dengan menyiramkan air dingin ke tubuh orang yang demam, atau berendam/berkompres dengan air dingin. Ini bukanlah perintah wajib, melainkan petunjuk pengobatan yang dianjurkan.

3. Hikmah medis dalam hadits ini

Imam Ibnul Qayyim dalam Ath-Thibb an-Nabawi menyebutkan bahwa mendinginkan tubuh dengan air saat demam adalah metode yang sangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Ini sejalan dengan ilmu kedokteran modern. Para dokter saat ini pun merekomendasikan kompres air dingin untuk menurunkan demam.

4. Bolehnya berobat secara umum

Hadits ini juga menjadi dalil bahwa berobat itu diperbolehkan dalam Islam. Imam At-Tirmidzi menempatkan hadits ini dalam "Kitab Kedokteran dari Rasulullah ﷺ" yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan pengobatan kepada umatnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa berobat tidak bertentangan dengan tawakal, karena tawakal adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang diperbolehkan.

5. Perbedaan pendapat ulama tentang cara mendinginkan

Sebagian ulama seperti Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa yang dimaksud adalah menyiramkan air dingin ke seluruh tubuh. Sebagian lain seperti Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa cukup dengan mengompres bagian tubuh tertentu. Namun intinya, semua sepakat bahwa mendinginkan dengan air adalah cara yang diajarkan Nabi ﷺ.

6. Peringatan agar tidak berlebihan

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa hadits ini juga mengandung pelajaran agar kita tidak berlebihan dalam mengonsumsi obat-obatan kimiawi yang justru bisa membahayakan tubuh. Cara alami seperti mendinginkan dengan air adalah sunnah yang penuh berkah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha pernah mengalami demam. Beliau meminta air lalu menyiramkannya ke tubuhnya sambil berkata: "Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk mendinginkan demam dengan air." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat langsung mengamalkan petunjuk Nabi ﷺ dengan penuh keyakinan. Mereka tidak ragu dengan metode yang diajarkan, karena mereka yakin bahwa apa yang datang dari Rasulullah ﷺ adalah kebaikan dan keberkahan.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma mengalami demam, beliau meminta air dingin lalu menyiramkannya ke tubuhnya. Beliau berkata: "Nabi ﷺ bersabda: 'Demam itu dari panasnya Jahannam, maka dinginkanlah dengan air.'" (HR. Al-Bukhari no. 5725)

Kesimpulan Praktis

  1. Demam adalah kondisi yang wajar dan bisa diobati dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ, yaitu mendinginkan tubuh dengan air.
  2. Berobat itu diperbolehkan dan tidak bertentangan dengan tawakal, selama caranya halal dan tidak berlebihan.
  3. Gunakan air sebagai pertolongan pertama saat demam, baik dengan kompres, menyiram, atau berendam air dingin.
  4. Jangan panik saat demam, karena ini adalah bagian dari ujian dan mekanisme tubuh yang bisa diatasi.
  5. Tetap berdoa dan memohon kesembuhan kepada Allah, karena kesembuhan sejati datang dari-Nya, sedangkan ikhtiar hanyalah wasilah (perantara).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.