Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 2061 tentang Pengaruh mata jahat dan pengobatannya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi dua hal penting: (1) Nabi ﷺ menafikan keyakinan jahiliyah tentang al-ham (burung/kepercayaan sial tertentu), dan (2) Nabi ﷺ menetapkan bahwa al-'ain (pengaruh mata/sorot pandangan yang menimbulkan bahaya) itu benar-benar ada. Para ulama Ahlus Sunnah memahami hadits ini sebagai penetapan adanya pengaruh mata, namun tetap meyakini bahwa segala sesuatu terjadi hanya dengan izin dan ketentuan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits terkait — diriwayatkan oleh Jami' At-Tirmidzi (no. 2061), dari Hayyah bin Habis At-Tamimi dari ayahnya (Habis bin Sa'd), bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا شَىْءَ فِي الْهَامِ وَالْعَيْنُ حَقٌّ

"Tidak ada sesuatu pun (yang perlu diyakini) pada al-ham, dan mata itu benar (nyata)."

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan — tentang pengaruh buruk yang menimpa dengan izin Allah:

وَقَالَ يَٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ وَٱدْخُلُوا۟ مِنْ أَبْوَٰبٍ مُّتَفَرِّقَةٍ

QS. Yusuf [12]: 67

"Dan Ya'qub berkata: 'Wahai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu, tetapi masuklah dari pintu-pintu yang berlainan.'"

Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ya'qub عليه السلام mengambil sebab untuk menghindari pengaruh buruk pandangan orang banyak terhadap anak-anaknya, sambil tetap bertawakal kepada Allah.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini dalam Jami'-nya, kitab pengobatan, bab tentang mata.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menetapkan al-'ain sebagai sesuatu yang nyata, dan menafikan keyakinan jahiliyah tentang al-ham.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad membahas panjang tentang al-'ain dan cara pengobatannya sesuai sunnah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa al-'ain adalah pandangan yang disertai rasa kagum atau hasad yang dapat menimbulkan bahaya dengan izin Allah.

Penjelasan Rinci

Makna "al-ham" (الهام):

Al-ham dalam istilah Arab jahiliyah merujuk pada keyakinan tentang burung tertentu (sejenis burung hantu atau burung malam) yang dianggap membawa pertanda sial atau kematian. Orang Arab jahiliyah meyakini bahwa jika burung itu hinggap di rumah seseorang atau terbang ke arah tertentu, itu pertanda akan ada musibah. Nabi ﷺ menafikan keyakinan ini — tidak ada pengaruh apa pun pada burung tersebut. Ini termasuk menolak thiyarah (merasa sial dengan sesuatu).

Makna "al-'ain" (العين):

Al-'ain adalah pengaruh yang timbul dari pandangan mata seseorang — biasanya disertai rasa kagum yang berlebihan atau hasad — yang dapat menimbulkan bahaya pada orang atau benda yang dipandang, dengan izin Allah. Nabi ﷺ menetapkan ini sebagai haqq (nyata/benar), bukan sekadar tahayul.

Pemahaman ulama:

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa al-'ain adalah salah satu penyebab bahaya yang nyata, dan beliau membedakan antara al-'ain (pengaruh mata) dengan al-hasad (kedengkian). Al-hasad bisa terjadi tanpa pandangan, sedangkan al-'ain terjadi melalui pandangan. Beliau juga menyebutkan bahwa orang yang memiliki al-'ain bisa jadi tidak bermaksud jahat, namun pandangannya menimbulkan bahaya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil tetapnya keyakinan tentang al-'ain, dan bahwa ini bukan termasuk khurafat. Beliau juga menyebutkan hadits-hadits lain yang menguatkan, seperti perintah Nabi ﷺ untuk mandi bagi orang yang terkena al-'ain (mandi dari air bekas orang yang memandang).

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama sepakat tentang adanya al-'ain, dan bahwa pengaruhnya terjadi dengan izin Allah. Beliau menekankan bahwa seorang Muslim harus berlindung kepada Allah dari keburukan al-'ain dengan membaca doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ, seperti:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan, binatang berbahaya, dan dari setiap mata yang jahat." (HR. Muslim)

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah al-'ain bisa menimbulkan bahaya secara langsung atau hanya sebagai sebab yang Allah tetapkan. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa al-'ain adalah sebab nyata yang Allah jadikan berpengaruh, dan segala pengaruh tetap terjadi dengan izin dan ketentuan Allah. Ini sebagaimana Ibn Taymiyyah tegaskan dalam Majmu' al-Fatawa bahwa al-'ain termasuk sebab yang nyata, namun tidak menafikan tawakal kepada Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sahl bin Hanif pernah terkena al-'ain hingga jatuh sakit. Nabi ﷺ kemudian memerintahkan orang yang memandangnya untuk berwudhu, lalu air wudhunya digunakan untuk mandi Sahl, dan ia pun sembuh dengan izin Allah. Kisah ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya, dan dijelaskan oleh Ibn Qayyim dalam Zadul Ma'ad sebagai dalil tentang cara pengobatan al-'ain sesuai sunnah.

Hikmahnya: al-'ain adalah nyata, namun pengobatannya pun diajarkan oleh Nabi ﷺ — yaitu dengan mandi dari air bekas orang yang memandang, atau dengan ruqyah yang syar'i. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kita untuk mengambil sebab yang syar'i sambil tetap bertawakal kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakini bahwa al-'ain itu nyata — sebagaimana ditetapkan Nabi ﷺ, namun segala pengaruhnya terjadi dengan izin Allah.
  2. Tinggalkan keyakinan jahiliyah tentang al-ham dan segala bentuk thiyarah (merasa sial dengan sesuatu).
  3. Lindungi diri dengan doa dan ruqyah syar'i — seperti membaca "A'udzu bikalimatillahit-tammati..." dan surat Al-Falaq serta An-Nas.
  4. Hindari hasad dan pandangan yang berlebihan — jika kagum pada sesuatu, ucapkan "Masya Allah, tabarakallah" dan doakan keberkahan.
  5. Jika terkena al-'ain, ikuti cara pengobatan yang diajarkan Nabi ﷺ — mandi dari air bekas orang yang memandang, atau ruqyah syar'i, dan jangan mendatangi dukun atau praktik yang tidak syar'i.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?