Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat lembut, ramah, dan suka bercanda dengan anak kecil. Beliau memperhatikan hal-hal kecil dalam kehidupan sahabatnya, termasuk hewan peliharaan seekor burung kecil milik anak bernama Abu 'Umair. Ini mengajarkan kita bahwa kelembutan dan perhatian kepada anak-anak adalah bagian dari akhlak Islam yang mulia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, Kitab Berbuat Baik dan Menyambung Silaturahmi, Bab Apa yang Diriwayatkan tentang Berpelesiran (nomor 1989). Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَضَّاحِ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَيُخَالِطُنَا حَتَّى إِنْ كَانَ لَيَقُولُ لأَخٍ لِي صَغِيرٍ "يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ"
Terjemahan: Anas berkata: "Rasulullah ﷺ biasa bergaul dengan kami sehingga ia berkata kepada adikku yang kecil: 'Wahai Abu 'Umair! Apa yang dilakukan Nughair?'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka, sebagaimana disebutkan oleh para ulama. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung banyak pelajaran adab, di antaranya bolehnya bercanda dengan anak kecil dan menanyakan keadaan hewan peliharaannya untuk menghibur.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan akhlak Nabi ﷺ yang sangat mulia. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang menjadi pelayan Nabi selama sepuluh tahun, menyaksikan sendiri bagaimana Nabi bergaul dengan anak-anak. Nabi tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga bermain dan bercanda dengan mereka.
Dalam hadits ini, Nabi bertanya kepada adik Anas yang masih kecil, Abu 'Umair, tentang burung kecil (nughair) yang biasa ia mainkan. Burung itu telah mati, dan Nabi menghibur anak kecil itu dengan menanyakan tentang burung kesayangannya. Ini menunjukkan kelembutan Nabi dan perhatiannya terhadap perasaan anak-anak.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya memberi kunyah (julukan) kepada anak kecil, bahkan sebelum ia dewasa. Juga menjadi dalil bolehnya bercanda yang tidak mengandung dusta, karena Nabi ﷺ bertanya tentang burung yang memang ada.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya bermain dengan anak kecil dan menghibur mereka. Ini juga menunjukkan bahwa Islam tidak melarang hiburan yang halal, bahkan Nabi sendiri melakukannya.
Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang paling lembut terhadap anak-anak. Beliau sering menggendong, mencium, dan bercanda dengan mereka. Ini berbeda dengan sebagian orang yang menganggap bermain dengan anak itu mengurangi wibawa.
Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi'i, dan lainnya juga menegaskan bahwa bermain dengan anak dan bercanda yang tidak melanggar syariat adalah sunnah. Imam Al-Bukhari bahkan membuat bab khusus dalam Shahihnya tentang bermain dengan anak kecil.
Story Telling
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bercerita bahwa ia memiliki adik kecil bernama Abu 'Umair. Adiknya itu memiliki seekor burung kecil yang biasa ia mainkan. Suatu hari, burung itu mati. Nabi ﷺ yang mengetahui hal itu, mendatangi Abu 'Umair dan bertanya dengan lembut: "Wahai Abu 'Umair, apa yang dilakukan Nughair?" (Nughair adalah nama burung kecil itu). Nabi sengaja bertanya demikian untuk menghibur anak kecil yang sedang sedih karena kehilangan burung kesayangannya.
Anas juga menceritakan bahwa Nabi ﷺ sering bergaul dengan mereka, bahkan ikut bermain dan bercanda. Ini menunjukkan bahwa Nabi bukanlah orang yang jauh dari anak-anak, tetapi sangat dekat dan penuh kasih sayang. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim).
Kesimpulan Praktis
- Bercanda dengan anak kecil adalah sunnah selama tidak mengandung dusta dan tidak melanggar syariat.
- Perhatikan perasaan anak-anak, termasuk hal-hal kecil yang mereka sukai, seperti hewan peliharaan.
- Beri kunyah (julukan) yang baik kepada anak-anak, sebagaimana Nabi memanggil Abu 'Umair.
- Jadilah pribadi yang lembut dan ramah kepada keluarga dan anak-anak, karena ini bagian dari akhlak Islam.
- Hindari sikap kasar terhadap anak, karena Nabi ﷺ adalah teladan dalam kelembutan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.