Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita sebuah adab yang sangat agung: bersyukur kepada sesama manusia adalah bagian dari bersyukur kepada Allah ﷻ. Jika seseorang tidak tahu berterima kasih atas kebaikan yang diterimanya dari manusia, maka ia dianggap tidak mensyukuri nikmat Allah yang datang melalui perantara manusia tersebut. Ini adalah akhlak mulia yang harus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:
Rasulullah ﷺ bersabda:
> "مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ"
Artinya: "Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah."
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Kebaikan dan Silaturahmi, Bab tentang Bersyukur kepada Orang yang Berbuat Baik, nomor 1955. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih (baik dan sahih).
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ibrahim [14]: 7:
> لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Penjelasan Ulama:
- Imam Al-Khathabi (dalam Ma'alim as-Sunan) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah: barang siapa yang tabiatnya tidak mengenal kebaikan manusia dan tidak membalasnya, maka ia juga tidak akan bersyukur kepada Allah, karena syukur kepada Allah dilakukan dengan membalas kebaikan-Nya. Orang yang tidak terbiasa berterima kasih kepada manusia, ia akan sulit mensyukuri nikmat Allah.
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya membalas kebaikan manusia dengan ucapan terima kasih dan doa, karena hal itu termasuk syukur kepada Allah yang menggerakkan hati manusia untuk berbuat baik.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Syukur kepada Allah dan Syukur kepada Manusia Saling Berkaitan
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa syukur itu ada tiga rukun: mengakui nikmat dengan hati, memuji pemberi nikmat dengan lisan, dan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada Allah. Ketika seseorang menerima kebaikan dari manusia, maka ia harus membalasnya dengan ucapan terima kasih, karena Allah ﷻ yang menggerakkan hati manusia tersebut untuk berbuat baik kepadanya.
2. Balasan Kebaikan dengan Kebaikan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa manusia yang berbuat baik kepadamu adalah perantara nikmat Allah. Maka meninggalkan ucapan terima kasih kepadanya berarti mengingkari perantara tersebut, dan ini menunjukkan kurangnya rasa syukur kepada Allah yang telah mengalirkan kebaikan melalui dirinya.
3. Adab Membalas Kebaikan
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menyebutkan bahwa jika seseorang berbuat baik kepadamu, maka balaslah dengan doa seperti: "جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا" (Jazakallahu khairan - Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Ini adalah bentuk syukur yang paling utama, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits riwayat At-Tirmidzi: "Barang siapa yang diberikan kebaikan kepadanya lalu ia berkata kepada pelakunya: 'Jazakallahu khairan', maka sungguh ia telah menyempurnakan pujiannya."
4. Peringatan bagi yang Tidak Bersyukur
Hadits ini juga merupakan peringatan keras. Orang yang tidak pernah berterima kasih kepada manusia menunjukkan bahwa hatinya tidak mengenal kebaikan. Ini bisa menjadi tanda bahwa ia juga tidak akan bersyukur kepada Allah, karena syukur adalah sifat yang melekat pada jiwa yang mulia.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Imam Fudhail bin 'Iyadh — seorang ulama besar yang zuhud — pernah ditanya tentang makna syukur. Beliau menjawab: "Syukur adalah engkau melihat nikmat dari Allah, lalu engkau gunakan nikmat itu untuk taat kepada-Nya, dan engkau tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya."
Kemudian beliau melanjutkan: "Dan di antara bentuk syukur kepada Allah adalah engkau berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara kebaikan untukmu. Karena Allah ﷻ mencintai hamba-Nya yang tahu berterima kasih."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan adab berterima kasih kepada sesama, karena mereka memahami bahwa hal itu adalah bagian dari syukur kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Ucapkan terima kasih setiap kali seseorang berbuat baik kepadamu, baik kecil maupun besar.
- Doakan kebaikan bagi orang yang berbuat baik kepadamu, seperti mengucapkan "Jazakallahu khairan".
- Balas kebaikan dengan kebaikan yang setimpal jika mampu, karena ini adalah bentuk syukur yang sempurna.
- Jangan meremehkan kebaikan orang lain, sekecil apa pun, karena itu adalah nikmat Allah yang datang melalui perantara mereka.
- Latih hatimu untuk selalu melihat kebaikan orang lain dan mengakuinya, karena ini adalah tanda keimanan dan akhlak mulia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.