Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1928 tentang Mukmin saling menguatkan seperti satu bangunan kokoh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah sabda Nabi ﷺ yang menggambarkan hubungan sesama mukmin bagaikan satu bangunan yang kokoh; satu bagian menguatkan bagian lainnya. Ini adalah perintah agar kaum mukminin saling tolong-menolong, saling menyayangi, dan saling menguatkan dalam kebaikan dan ketakwaan. Jika ada satu bagian yang lemah, maka seluruh bangunan ikut terpengaruh, begitu pula dalam persaudaraan Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (No. 1928):

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan, dengan catatan: teks ini sudah sesuai dan saya tulis ulang dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ جَدِّهِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا"

Makna: "Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan, yang saling menguatkan satu sama lain."

Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 481) dan Imam Muslim (no. 2585) dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ mempraktikkan maknanya dengan menjalinkan jari-jari tangan beliau sebagai perumpamaan visual.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Hujurat [49]: 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dengan beberapa poin penting:

1. Makna "Al-Bunyan" (Bangunan)

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan bahwa perumpamaan bangunan ini menunjukkan eratnya hubungan antar mukmin. Sebagaimana bangunan tidak akan kokoh jika bagian-bagiannya tidak saling menguatkan, maka masyarakat mukmin pun tidak akan kuat jika sebagian mereka tidak menopang sebagian yang lain. Beliau menekankan bahwa ini adalah gambaran nyata tentang ukhuwah imaniyah yang harus diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar klaim lisan.

2. Bentuk-Bentuk "Saling Menguatkan"

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di dan Bahjatu Qulubil Abrar menjelaskan bahwa saling menguatkan ini mencakup:

  • Saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan
  • Saling menasihati dengan cara yang baik
  • Saling mendoakan di belakang (tanpa sepengetahuan saudaranya)
  • Membantu saat saudaranya tertimpa musibah
  • Menutup aib saudaranya
  • Menjaga hak-hak persaudaraan

3. Perumpamaan Satu Tubuh

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini senada dengan hadits lain yang menggambarkan kaum mukminin seperti satu tubuh; jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur. Beliau menjelaskan bahwa ini menunjukkan wajibnya solidaritas dan larangan memutuskan hubungan antar sesama muslim.

4. Peringatan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa persaudaraan imani ini adalah ikatan yang paling kuat setelah ikatan tauhid. Beliau mengingatkan bahwa perpecahan dan saling membelakangi adalah penyakit yang merusak bangunan umat. Maka wajib bagi setiap mukmin untuk berusaha memperbaiki hubungan, bukan merusaknya.

5. Kisah Salaf dalam Menerapkan Hadits Ini

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad bahwa sebagian salaf sangat memperhatikan hak persaudaraan ini. Diriwayatkan tentang sebagian ulama salaf yang rela berjalan jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan saudaranya sesama muslim, karena mereka memahami bahwa ini bagian dari "saling menguatkan" bangunan iman.

Story Telling

Ada kisah indah tentang Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah, salah seorang ulama besar tabi'ut tabi'in yang sangat memahami makna hadits ini. Suatu ketika beliau menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang memunguti bulu domba di padang pasir. Abdullah bin al-Mubarak bertanya tentang keadaannya. Wanita itu bercerita bahwa ia telah kehilangan anaknya dan hidup sebatang kara.

Abdullah bin al-Mubarak pun meninggalkan rencana hajinya, kembali ke kota, membelikan seorang pembantu untuk wanita tua itu, dan menyerahkan uang yang cukup untuk kebutuhannya. Ketika ditanya mengapa ia mengorbankan ibadah hajinya, beliau menjawab dengan pemahaman dari hadits ini: "Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan. Wanita tua ini adalah bagian dari bangunan itu, dan aku tidak tega membiarkannya lemah sementara aku pergi menguatkan diriku sendiri."

Kisah ini menunjukkan bahwa pemahaman para salaf tentang hadits ini bukan sekadar teori, tetapi diwujudkan dalam pengorbanan nyata untuk saudara sesama muslim.

Kesimpulan Praktis

Beberapa amalan yang bisa kita terapkan dari hadits ini:

  1. Menjalin silaturahmi dengan kerabat dan tetangga muslim, karena memutuskan hubungan adalah merusak bangunan.
  2. Saling menolong dalam kebaikan, baik dengan harta, tenaga, pikiran, maupun doa.
  3. Menutup aib saudara muslim dan tidak menyebarkan keburukannya.
  4. Menjaga lisan dari ghibah, namimah, dan perkataan yang menyakiti.
  5. Berusaha mendamaikan dua pihak yang berselisih, karena hal ini termasuk memperkuat bangunan.
  6. Mendoakan kebaikan untuk saudara-saudara muslim tanpa sepengetahuan mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?