Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa sifat rahmat (kasih sayang) adalah sifat Allah Ar-Rahman, dan orang yang memiliki sifat rahmat kepada sesama makhluk akan mendapatkan rahmat dari Allah. Kasih sayang kepada makhluk di bumi menjadi sebab turunnya rahmat dari Allah di langit. Hadits ini juga menekankan pentingnya menyambung silaturahmi (rahim) karena rahim itu berasal dari nama Allah Ar-Rahman.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Anbiya' [21]: 107
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
QS. Az-Zumar [39]: 53
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
Hadits:
Hadits riwayat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi no. 1924, beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih."
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan hadits ini secara panjang lebar. Beliau berkata: "Hadits ini menunjukkan bahwa rahmat adalah sifat Allah yang sempurna, dan barangsiapa yang menyerupai Allah dengan sifat rahmat-Nya kepada makhluk-Nya, maka Allah akan merahmatinya." (Syarh Hadits no. 24)
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (16/111) menjelaskan: "Makna 'arhamu man fi al-ardhi' adalah kasih sayanglah kepada seluruh makhluk di bumi, baik manusia maupun hewan, dengan memberikan kebaikan dan menahan kejahatan."
Penjelasan Rinci
Makna Hadits Secara Umum:
Hadits ini mengandung tiga pesan utama yang saling berkaitan:
Pertama: Rahmat sebagai Sifat Allah dan Sifat Hamba
Rasulullah ﷺ bersabda: "الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ" (Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman). Ini menunjukkan bahwa sifat rahmat adalah sifat yang mulia dan dicintai Allah. Allah yang Maha Penyayang (Ar-Rahman) akan memberikan rahmat-Nya kepada hamba-hamba yang memiliki sifat penyayang.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarij as-Salikin (1/178) menjelaskan: "Rahmat adalah sifat yang mendorong pemiliknya untuk berbuat baik kepada yang dikasihi. Semakin besar rahmat seseorang, semakin besar kebaikan yang ia berikan. Dan Allah adalah Ar-Rahman yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu."
Kedua: Hubungan Kasih Sayang antara Langit dan Bumi
Sabda Nabi ﷺ: "ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ" (Berkasih sayanglah kepada yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh yang ada di langit). Ini adalah kaidah yang sangat jelas: balasan itu sesuai dengan amal perbuatan. Barangsiapa yang mengasihi makhluk Allah di bumi, maka Allah di langit akan mengasihinya.
Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Al-Adab al-Mufrad (no. 380) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah seseorang mengasihi sesuatu melainkan Allah akan mengasihinya."
Imam Al-Qurthubi rahimahullah (dalam tafsirnya) menjelaskan bahwa rahmat kepada makhluk mencakup: rahmat kepada manusia dengan memberi nasihat, menolong, dan tidak menyakiti; rahmat kepada hewan dengan memberi makan dan tidak menyiksanya; bahkan rahmat kepada seluruh makhluk dengan tidak merusak alam.
Ketiga: Rahim sebagai Cabang dari Ar-Rahman
Sabda Nabi ﷺ: "الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ" (Rahim itu adalah bagian dari Ar-Rahman). Para ulama menjelaskan maknanya: rahim (hubungan kekerabatan) memiliki keterkaitan yang kuat dengan nama Allah Ar-Rahman. Imam Al-Khattabi rahimahullah berkata: "Maknanya adalah bahwa rahim itu berasal dari rahmat Allah, dan Allah memerintahkan untuk menyambungnya sebagaimana Dia memerintahkan untuk bertakwa kepada-Nya."
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (10/424) menjelaskan: "Yang dimaksud dengan 'syujnatun min ar-Rahman' adalah bahwa rahim itu memiliki hubungan yang kuat dengan Allah, sebagaimana hubungan cabang dengan pohonnya. Maka barangsiapa menyambung rahim, Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa memutuskannya, Allah akan memutuskan hubungan dengannya."
Penerapan dalam Kehidupan:
Para ulama salaf sangat memperhatikan hadits ini. Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang ingin disayangi Allah, hendaklah ia menyayangi makhluk-Nya." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah)
Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah dikenal sangat penyayang kepada fakir miskin dan hewan. Beliau berkata: "Kasih sayang kepada makhluk adalah bagian dari iman." (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Suatu ketika ada seorang laki-laki yang berjalan di jalan, lalu ia merasa sangat haus. Ia menemukan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya dan minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya: 'Anjing ini sangat kehausan seperti yang aku alami tadi.' Maka ia turun lagi ke sumur, mengisi sepatunya dengan air, lalu memegangnya dengan mulutnya hingga naik, lalu memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya."
Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala karena berbuat baik kepada hewan?" Beliau menjawab: "Pada setiap makhluk yang memiliki hati yang basah (hidup) ada pahala." (HR. Al-Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244)
Imam Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (2/307) berkata: "Hadits ini menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas. Seorang laki-laki yang memberi minum anjing diampuni dosanya karena rahmatnya kepada makhluk. Maka bagaimana lagi dengan orang yang berbuat baik kepada sesama manusia?"
Kesimpulan Praktis
- Tanamkan sifat rahmat dalam hati dengan selalu berusaha mengasihi sesama makhluk Allah, baik manusia maupun hewan.
- Mulailah dari keluarga dan kerabat dengan menyambung silaturahmi, karena rahim adalah cabang dari Ar-Rahman.
- Perbanyak amal kebaikan yang menunjukkan kasih sayang, seperti memberi makan orang lapar, menolong yang kesulitan, dan tidak menyakiti makhluk.
- Jauhi sifat keras dan kasar karena Allah tidak menyukai hamba yang keras hati.
- Yakinlah bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan kepada makhluk akan dibalas oleh Allah dengan rahmat-Nya yang lebih besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.