Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi seseorang yang menanggung dan memperlakukan anak perempuan atau saudara perempuan dengan baik, disertai ketakwaan kepada Allah dalam urusan mereka. Balasannya adalah surga. Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab nafkah dan pengasuhan terhadap perempuan—baik anak maupun saudara—adalah jalan menuju pahala besar, bukan beban yang merugikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Jami' At-Tirmidzi, Kitab Kebaikan dan Silaturahmi, Bab Apa yang Dikatakan tentang Nafkah untuk Anak Perempuan dan Saudara Perempuan, nomor 1916. At-Tirmidzi menyatakan: "Hadits ini gharib."
Teks hadits:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ بَشِيرٍ، عَنْ سَعِيدٍ الأَعْشَى، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ أَوْ ثَلاَثُ أَخَوَاتٍ أَوِ ابْنَتَانِ أَوْ أُخْتَانِ فَأَحْسَنَ صُحْبَتَهُنَّ وَاتَّقَى اللَّهَ فِيهِنَّ فَلَهُ الْجَنَّةُ"
Terjemahan: "Siapa yang memiliki tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik dan bertakwa kepada Allah mengenai mereka, maka baginya surga."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan berbuat baik kepada keluarga dan tanggung jawab nafkah:
QS. At-Tahrim [66]: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..."
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan seorang mukmin untuk mendidik dan mengarahkan keluarganya kepada ketaatan kepada Allah, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menyebutkan beberapa tingkatan jumlah tanggungan perempuan: tiga anak perempuan, tiga saudara perempuan, dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan. Penyebutan ini menunjukkan bahwa keutamaan tersebut berlaku baik jumlahnya banyak maupun sedikit, dan baik statusnya sebagai anak maupun saudara.
Makna "أَحْسَنَ صُحْبَتَهُنَّ" (memperlakukan mereka dengan baik): Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah memperlakukan mereka dengan lembut, mendidik mereka dengan adab Islam, menunaikan hak-hak mereka, tidak menyakiti mereka, dan bersabar dalam mengurus mereka.
Makna "وَاتَّقَى اللَّهَ فِيهِنَّ" (bertakwa kepada Allah mengenai mereka): Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa takwa di sini mencakup menunaikan kewajiban nafkah, pendidikan, dan perlindungan, serta tidak menelantarkan atau menzalimi mereka.
Kaitan dengan nafkah: Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menegaskan bahwa nafkah terhadap anak perempuan yang belum menikah dan saudara perempuan yang tidak memiliki penanggung jawab lain adalah kewajiban bagi yang mampu. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang nafkah kepada anak perempuan, yang maknanya senada dengan hadits ini.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Al-Munawi (di luar daftar) menyebut hadits ini gharib, namun maknanya didukung oleh banyak hadits lain tentang keutamaan mengasuh anak perempuan, seperti hadits Aisyah dalam Shahih Muslim tentang anak perempuan yang menjadi penghalang dari neraka. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa keutamaan ini menunjukkan besarnya pahala bagi orang yang bersabar dalam mengurus tanggungan perempuan, karena biasanya mereka lebih lemah dan membutuhkan perlindungan.
Yang paling kuat: Hadits ini shahih maknanya dan didukung oleh riwayat-riwayat lain, meskipun At-Tirmidzi menyebutnya gharib dari jalur ini. Keutamaan surga di sini bersifat mutlak bagi yang memenuhi syarat: memperlakukan dengan baik dan bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang nafkah yang harus ia berikan. Nabi ﷺ menjawab dengan menyebutkan keutamaan mengurus anak perempuan. Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa seorang wanita masuk menemuinya bersama dua anak perempuannya, meminta makanan. Aisyah tidak memiliki apa pun kecuali satu butir kurma, lalu memberikannya. Wanita itu membagi kurma tersebut kepada kedua anaknya dan tidak memakan sedikit pun untuk dirinya. Ketika Nabi ﷺ datang, Aisyah menceritakan hal itu, dan Nabi ﷺ bersabda bahwa wanita itu telah dijamin masuk surga karena kasih sayangnya kepada anak-anaknya. (Makna ini disebutkan dalam Shahih Muslim dan Shahih Al-Bukhari)
Hikmahnya: Kasih sayang dan tanggung jawab terhadap anak perempuan, terutama ketika mereka lemah dan membutuhkan, adalah jalan yang sangat dekat menuju surga.
Kesimpulan Praktis
- Bagi ayah: Perlakukan anak perempuan dengan lembut, penuhi nafkah dan pendidikannya, dan jangan membedakan kasih sayang antara anak laki-laki dan perempuan.
- Bagi saudara laki-laki: Jika memiliki saudara perempuan yang membutuhkan, bantulah dengan nafkah dan perlindungan, karena itu jalan menuju surga.
- Bagi yang belum mampu: Tetap berusaha dan bertakwa, karena Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.
- Bagi perempuan: Hadits ini juga menjadi penghibur bahwa kedudukan mereka mulia dalam Islam, dan orang yang mengurus mereka dengan baik akan mendapat pahala besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.