Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam memberikan minuman atau sesuatu yang sifatnya satu dan tidak bisa dibagi rata. Intinya, ketika kita memiliki satu gelas minuman dan ada beberapa orang, maka yang berhak mendapatkannya pertama kali adalah orang yang berada di sebelah kanan pemberi, lalu seterusnya ke kanan. Ini adalah bentuk penghormatan dan keadilan yang diajarkan Nabi ﷺ, sekaligus menunjukkan bahwa dalam Islam, adab dalam hal kecil pun sangat diperhatikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Minuman, Bab Tentang Siapa yang Lebih Berhak Mendapatkan Minuman, nomor 1893. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، قَالَ وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الأَعْرَابِيَّ وَقَالَ " الأَيْمَنَ فَالأَيْمَنَ " .
Makna Ringkas: Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ diberi susu yang telah dicampur air. Di sebelah kanan beliau ada seorang Badui (Arab gunung) dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar. Beliau minum, lalu memberikan (sisa susu itu) kepada orang Badui tersebut seraya bersabda, "(Berikanlah kepada) yang di sebelah kanan, kemudian yang di sebelah kanan (seterusnya)."
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Meskipun hadits ini adalah dalil utama, ada ayat yang menggarisbawahi pentingnya keadilan dan tidak mengkhususkan kebaikan hanya untuk orang-orang tertentu tanpa alasan yang benar. Allah ﷻ berfirman:
QS. An-Nisa' [4]: 58
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkan dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baiknya yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
Ayat ini menunjukkan prinsip keadilan dalam segala hal, termasuk dalam urusan kecil seperti memberikan minuman. Memberikan kepada yang di kanan adalah salah satu bentuk keadilan dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini adalah bagian dari Muwaththa' Imam Malik bin Anas, yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa adab ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in mengamalkannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Keutamaan Sisi Kanan: Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani, menjelaskan bahwa dalam Islam, sisi kanan adalah sisi yang dimuliakan. Memberikan sesuatu kepada orang di sebelah kanan adalah bentuk penghormatan. Ini berlaku dalam banyak hal, seperti memakai sandal, masuk masjid, dan juga memberikan minuman.
- Urutan Prioritas: Sabda Nabi ﷺ, "Yang kanan, kemudian yang kanan" menunjukkan bahwa jika ada lebih dari satu orang di sebelah kanan, maka yang paling dekat dengan pemberi yang pertama kali mendapatkannya, lalu seterusnya ke kanan. Ini adalah kaidah yang disebut al-aqrab fal-aqrab (yang terdekat lalu yang terdekat).
- Tidak Ada Pilih Kasih: Dalam hadits ini, meskipun Abu Bakar adalah orang yang paling mulia di sisi Nabi ﷺ, beliau tetap memberikan susu tersebut kepada orang Badui yang berada di sebelah kanannya. Ini adalah pelajaran besar bahwa dalam adab dan hak, kita tidak boleh memilih-milih berdasarkan kedudukan atau kekayaan. Yang terpenting adalah mengikuti aturan yang telah diajarkan.
- Penerapan oleh Ulama: Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Sahl bin Sa'd As-Sa'idi berkata, "Nabi ﷺ diberi minuman, lalu beliau minum. Di sebelah kanan beliau ada seorang anak muda, dan di sebelah kiri beliau ada orang-orang tua. Beliau berkata kepada anak muda itu, 'Wahai anak muda, apakah kamu mengizinkan aku memberikan ini kepada orang-orang tua itu?' Anak muda itu menjawab, 'Demi Allah, aku tidak akan memberikan bagianku kepada siapa pun.' Maka Nabi ﷺ memberikan susu itu kepadanya." (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa hak orang di kanan adalah yang utama, dan tidak boleh dilanggar tanpa izinnya.
- Adab dalam Kehidupan Sehari-hari: Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu memperhatikan adab dalam hal kecil sekalipun. Ketika menuangkan air untuk tamu, mulailah dari yang paling kanan. Ketika membagikan makanan, dahulukan yang di kanan. Ini adalah bagian dari keindahan Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
Story Telling
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Sahl bin Sa'd As-Sa'idi menceritakan sebuah peristiwa yang sangat berkesan. Saat itu, Rasulullah ﷺ diberi minuman, lalu beliau meminumnya. Di sebelah kanan beliau duduk seorang anak muda, dan di sebelah kiri beliau duduk beberapa orang tua.
Kemudian, beliau berkata kepada anak muda itu, "Wahai anak muda, apakah kamu mengizinkan aku memberikan minuman ini kepada orang-orang tua itu?"
Betapa mulianya akhlak anak muda itu. Ia menjawab, "Demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan memberikan bagianku kepada siapa pun."
Mendengar jawaban itu, Rasulullah ﷺ tersenyum dan memberikan susu tersebut langsung kepada anak muda itu. (HR. Bukhari)
Hikmah dari kisah ini: Anak muda itu memahami betul haknya sebagai orang yang berada di sebelah kanan. Ia tidak mau kehilangan kemuliaan itu. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias untuk mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dalam hal sekecil apa pun. Mereka tidak menganggap remeh adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Dahulukan yang di Kanan: Ketika memberikan minuman, makanan, atau sesuatu yang tidak bisa dibagi rata, mulailah dari orang yang berada di sebelah kanan Anda.
- Hormati Hak Orang Lain: Jangan memindahkan hak seseorang kepada orang lain tanpa izinnya, meskipun orang lain itu lebih tua atau lebih dihormati.
- Terapkan dalam Kehidupan: Adab ini bisa diterapkan saat menuangkan air untuk tamu, membagikan makanan, atau memberikan sesuatu kepada orang banyak.
- Jadikan Teladan: Jadikanlah sikap Nabi ﷺ yang tetap menghormati hak orang Badui di atas hak Abu Bakar sebagai pelajaran bahwa keadilan dan adab tidak memandang status sosial.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.