Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1772 tentang Sandal Nabi memiliki dua tali

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa sandal Nabi ﷺ memiliki dua tali (qibalān). Ini adalah informasi sederhana namun mengandung pelajaran penting: Nabi ﷺ hidup dengan kesederhanaan, dan setiap detail kehidupannya—termasuk sandal yang beliau pakai—menjadi perhatian para sahabat dan tabi'in untuk diteladani. Hadits ini juga menunjukkan bahwa memakai sandal bertali dua adalah bagian dari sunnah dalam berpakaian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat At-Tirmidzi:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: كَيْفَ كَانَ نَعْلُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ؟ قَالَ: لَهُمَا قِبَالَانِ.

Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Dawud, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, ia berkata: 'Aku bertanya kepada Anas bin Malik: Bagaimana sandal Rasulullah ﷺ?' Ia menjawab: 'Sandal itu memiliki dua tali.'"

Status Hadits: Imam At-Tirmidzi (w. 279 H) dalam Jami' At-Tirmidzi no. 1772 mengatakan: "Hadits ini hasan shahih."

Hadits Pendukung dari Shahih Al-Bukhari:

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, disebutkan bahwa sandal Nabi ﷺ memiliki dua tali (qibālān). Riwayat ini memperkuat hadits di atas.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih dalam kitabnya.
  • Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya (Kitab Al-Libas).
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memakai sandal dengan dua tali adalah bentuk kesempurnaan dalam berpakaian, karena lebih kuat dan lebih aman saat dipakai.
  • Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa dua tali pada sandal Nabi ﷺ menunjukkan perhatian beliau pada hal-hal yang praktis dan nyaman, bukan sekadar mode.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Qibalān" (قِبَالَانِ)

Kata qibalān adalah bentuk mutsanna (dual) dari kata qibāl (قِبَال), yang berarti tali sandal yang berada di bagian depan kaki, yaitu tali yang memisahkan antara jempol kaki dan jari telunjuk, lalu menyambung ke sisi kanan dan kiri kaki. Jadi, sandal Nabi ﷺ memiliki dua tali yang berfungsi untuk mengikat dan menahan sandal agar kokoh di kaki.

2. Pemahaman Ulama Tentang Hadits Ini

Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa sandal Nabi ﷺ dibuat dengan dua tali, dan ini adalah bentuk yang paling sempurna untuk sandal karena lebih kuat dan tidak mudah lepas. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat bahwa memakai sandal bertali dua adalah sunnah, karena Nabi ﷺ melakukannya.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memakai sandal dengan berbagai bentuk, namun yang paling utama adalah mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ. Beliau juga menekankan bahwa dalam berpakaian dan memakai alas kaki, yang terpenting adalah menutup aurat, menjaga kebersihan, dan tidak berlebih-lebihan.

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari perhatian para sahabat terhadap detail kehidupan Nabi ﷺ. Mereka mencatat hal-hal kecil seperti bentuk sandal beliau, karena semua itu adalah bagian dari syariat yang bisa diteladani. Beliau juga menekankan bahwa memakai sandal bertali dua adalah sunnah fi'liyyah (perbuatan) Nabi ﷺ, dan siapa yang melakukannya berarti mengikuti sunnah.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Bahjat Qulub Al-Abrar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesederhanaan Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Sandal beliau tidak mewah, namun tetap kokoh dan berfungsi dengan baik. Ini adalah pelajaran agar kita tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian dan memakai alas kaki.

3. Pelajaran dari Hadits Ini

  • Perhatian terhadap sunnah dalam hal kecil: Para sahabat menanyakan detail sandal Nabi ﷺ karena mereka paham bahwa semua perbuatan beliau adalah teladan.
  • Kesederhanaan: Sandal Nabi ﷺ tidak dihiasi emas atau perak, melainkan sederhana dengan dua tali.
  • Kepraktisan: Dua tali membuat sandal lebih kuat dan nyaman dipakai, menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk memilih yang terbaik dan paling bermanfaat.
  • Adab bertanya: Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik dengan adab yang baik, dan Anas menjawab dengan ringkas namun jelas.

4. Perbedaan Pendapat Ulama (Jika Ada)

Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama dalam daftar mengenai hadits ini. Semua sepakat bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan bentuk sandal Nabi ﷺ. Namun, ada perbedaan kecil dalam hal hukum memakai sandal bertali dua:

  • Mayoritas ulama (termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan ulama lainnya) berpendapat bahwa memakai sandal bertali dua adalah sunnah karena Nabi ﷺ melakukannya.
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa ini hanya kebiasaan (bukan ibadah), sehingga tidak ada tuntutan khusus untuk melakukannya.

Pendapat yang lebih kuat adalah yang pertama, karena Nabi ﷺ melakukannya secara konsisten, dan para sahabat mencatatnya sebagai bagian dari sunnah beliau.

Story Telling

Diriwayatkan dari Qatadah bin Di'amah As-Sadusi (w. 117 H), seorang tabi'in yang terkenal dengan hafalan dan ketelitiannya. Suatu hari, ia bertemu dengan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sahabat Nabi ﷺ yang telah melayani beliau selama sepuluh tahun di Madinah.

Qatadah bertanya: "Bagaimana sandal Rasulullah ﷺ?"

Anas menjawab dengan tenang: "Sandal itu memiliki dua tali."

Jawaban yang singkat, namun mengandung makna yang dalam. Anas tidak berkata "sandal itu terbuat dari kulit unta" atau "sandal itu dihiasi permata". Ia hanya menyebutkan bentuknya yang sederhana: dua tali.

Hikmah dari kisah ini: Para sahabat dan tabi'in sangat memperhatikan detail kehidupan Nabi ﷺ, bahkan sampai bentuk sandal beliau. Mereka tidak menganggap hal itu sepele, karena mereka paham bahwa setiap gerak-gerik Nabi ﷺ adalah petunjuk. Ini mengajarkan kita untuk mencintai sunnah dalam segala hal, sekecil apa pun.

Kesimpulan Praktis

  1. Memakai sandal bertali dua adalah sunnah Nabi ﷺ yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Bersikap sederhana dalam berpakaian dan memakai alas kaki, tidak berlebih-lebihan.
  3. Memilih yang praktis dan bermanfaat dalam setiap kebutuhan hidup, sebagaimana Nabi ﷺ memilih sandal yang kokoh dan nyaman.
  4. Mencintai sunnah dalam detail kecil — karena kecintaan kepada Nabi ﷺ tercermin dalam mengikuti beliau, sekecil apa pun.
  5. Menjaga adab bertanya — bertanyalah dengan sopan dan ringkas, sebagaimana Qatadah bertanya kepada Anas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.