Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab mulia dari Nabi ﷺ: ketika memakai kemeja, beliau memulai dari sisi kanan. Para ulama menjelaskan bahwa memulai dengan kanan dalam hal-hal yang baik adalah sunnah yang dianjurkan, karena kanan memiliki keutamaan dalam syariat Islam. Hadits ini juga menunjukkan perhatian para ulama hadits terhadap keshahihan riwayat, sebagaimana Imam at-Tirmidzi menjelaskan perbedaan periwayatan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Kitab Pakaian, Bab Apa yang Diriwayatkan Tentang Kemeja, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا لَبِسَ قَمِيصًا بَدَأَ بِمَيَامِنِهِ
Terjemahan: "Dari Abu Hurairah, ia berkata: 'Rasulullah ﷺ apabila mengenakan kemeja, beliau memulai dari sisi kanannya.'"
Imam at-Tirmidzi kemudian berkata: "Abu 'Eisa berkata: Orang lain telah meriwayatkan hadits ini dari Syu'bah dengan sanad ini, tetapi mereka meriwayatkannya secara mauquf (hanya sampai Abu Hurairah), dan kami tidak mengetahui seorang pun yang memarfu'kannya (menyandarkannya kepada Nabi ﷺ) selain 'Abdus-Samad bin 'Abdul-Warits dari Syu'bah."
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar keutamaan kanan:
QS. Al-Waqi'ah [56]: 27
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Terjemahan: "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu."
QS. Al-Haqqah [69]: 19
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ
Terjemahan: "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: 'Ambillah, bacalah kitabku ini.'"
Hadits lain yang relevan dari Aisyah radhiyallahu 'anha:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Terjemahan: "Nabi ﷺ menyukai memulai dari kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam segala urusannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan salah satu adab Nabi ﷺ yang agung, yaitu memulai dari sisi kanan ketika mengenakan pakaian, khususnya kemeja. Para ulama dari daftar yang disebutkan memiliki penjelasan yang sangat berharga tentang hal ini.
Imam an-Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memulai dengan kanan adalah sunnah yang berlaku umum dalam segala hal yang baik, seperti bersuci, memakai pakaian, memakai sandal, menyisir rambut, dan lain-lain. Beliau menegaskan bahwa ini adalah kesepakatan para ulama.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmah memulai dari kanan, yaitu karena kanan adalah sisi yang mulia dan diberkahi. Allah mengkhususkan kanan untuk menerima kitab amal yang baik, dan kanan juga digunakan untuk hal-hal yang baik. Beliau juga menyebutkan bahwa memulai dari kanan dalam berpakaian adalah bagian dari fitrah dan adab yang diajarkan Islam.
Imam at-Tirmidzi sendiri dalam kitabnya Sunan at-Tirmidzi menunjukkan perhatian beliau terhadap status hadits ini. Beliau menjelaskan bahwa sebagian perawi meriwayatkan hadits ini secara mauquf (hanya sampai Abu Hurairah), sementara 'Abdus-Samad bin 'Abdul-Warits meriwayatkannya secara marfu' (sampai kepada Nabi ﷺ). Ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan periwayatan, hadits ini tetap memiliki dasar yang kuat karena didukung oleh hadits-hadits lain yang shahih tentang keutamaan memulai dari kanan.
Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan Shahih Sunan at-Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hadits yang shahih atau hasan, karena memiliki syawahid (penguat) dari hadits-hadits lain yang semakna.
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa adab memulai dari kanan ini berlaku untuk semua pakaian, tidak hanya kemeja. Beliau juga menekankan bahwa ini adalah sunnah yang harus dijaga oleh seorang Muslim, karena menunjukkan kecintaan kepada sunnah Nabi ﷺ.
Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang status hadits ini (marfu' atau mauquf), maka yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa hadits ini marfu' (sampai kepada Nabi ﷺ), karena:
- 'Abdus-Samad bin 'Abdul-Warits adalah perawi yang tsiqah (terpercaya).
- Hadits ini didukung oleh banyak hadits lain yang shahih tentang keutamaan memulai dari kanan.
- Kaidah dalam ilmu hadits: ziyadah (tambahan) dari perawi yang tsiqah dapat diterima.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, salah satu ulama tabi'in yang agung, sangat memperhatikan sunnah-sunnah Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Beliau pernah berkata: "Sesungguhnya seorang mukmin itu ringan dan mudah dalam segala urusannya, karena ia mengikuti sunnah Nabinya ﷺ." Beliau juga mengajarkan kepada murid-muridnya untuk memulai dari kanan dalam segala hal yang baik, termasuk ketika memakai pakaian.
Suatu ketika, seorang murid bertanya kepada Al-Hasan al-Bashri: "Wahai Imam, mengapa kita harus memulai dari kanan?" Beliau menjawab: "Karena kanan adalah sisi yang mulia. Allah memuliakan kanan dengan menerima amal-amal yang baik, dan Nabi ﷺ mencintai memulai dari kanan dalam segala urusannya. Barangsiapa yang mengikuti sunnah, maka ia akan mendapatkan keberkahan."
Kisah ini menunjukkan bagaimana para salafus shalih tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mengamalkan dan menanamkan kecintaan kepada sunnah dalam hati murid-muridnya.
Kesimpulan Praktis
- Mulailah dari kanan ketika mengenakan pakaian, kemeja, atau sandal, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang penuh keberkahan.
- Ketika melepas pakaian, mulailah dari sisi kiri, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain, karena melepas adalah kebalikan dari memakai.
- Tanamkan kecintaan kepada sunnah dalam hati kita dan keluarga kita, karena sunnah adalah jalan yang membawa kepada keberkahan dan keridhaan Allah.
- Perhatikan status hadits dan jangan mudah menolak hadits hanya karena ada perbedaan periwayatan, selama hadits tersebut memiliki dasar yang kuat dan didukung oleh dalil-dalil lain.
- Amalkan sunnah ini dalam kehidupan sehari-hari, karena ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta tanda kecintaan kepada Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.