Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1764 tentang Pakaian kesukaan Nabi adalah qamis (kemeja panjang)

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa pakaian yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ adalah qamis (kemeja panjang yang menutup hingga betis atau mata kaki). Ini adalah sunnah dalam berpakaian, karena qamis lebih menutup aurat, lebih sederhana, dan tidak menyerupai pakaian orang-orang yang sombong. Kita dianjurkan untuk memakainya dengan niat mengikuti sunnah, namun tidak boleh berlebihan dalam memanjangkannya hingga melewati mata kaki.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap sesuai periwayatan):

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الْقَمِيصُ.

Makna: Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ adalah qamis (kemeja panjang)."

Hadits Pendukung dari Shahih Al-Bukhari:

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا

"Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong." (HR. Al-Bukhari, no. 5788)

Kaitan dengan Ulama:

Imam At-Tirmidzi (w. 279 H) meriwayatkan hadits ini dalam Sunan-nya dan menyebutnya hasan shahih. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa qamis adalah pakaian yang paling utama karena menutup seluruh badan dengan sempurna dan tidak membatasi gerak.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan salaf menjelaskan beberapa hikmah mengapa qamis menjadi pakaian yang paling dicintai Rasulullah ﷺ:

1. Dari segi penutupan aurat:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (w. 728 H) menjelaskan bahwa qamis adalah pakaian yang paling sempurna dalam menutup aurat, karena ia menutup dari bahu hingga ke bawah, berbeda dengan izar (kain sarung) yang kadang terbuka bagian atasnya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesempurnaan menutup aurat.

2. Dari segi kesederhanaan:

Imam Ibnul Qayyim (w. 751 H) dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memilih qamis karena ia tidak berlebih-lebihan dan tidak pula terlalu sempit. Beliau tidak suka pakaian yang mencolok atau berlebihan, karena hal itu bisa menimbulkan kesombongan.

3. Batasan panjang qamis:

Para ulama menjelaskan bahwa qamis yang disunnahkan adalah yang tidak melebihi mata kaki. Imam As-Sa'di (w. 1376 H) menegaskan bahwa memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki adalah terlarang, kecuali jika tujuannya untuk menutup aurat atau karena udzur. Adapun jika karena sombong, maka itu dosa besar.

4. Perbedaan pendapat tentang warna:

Ada sebagian ulama yang membahas tentang warna qamis yang disukai Nabi ﷺ. Namun yang lebih tepat, hadits ini tidak menyebutkan warna tertentu, sehingga yang terpenting adalah jenis pakaiannya, bukan warnanya. Imam Al-Albani (w. 1420 H) dalam Silsilah Ash-Shahihah menegaskan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan keutamaan qamis secara umum.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ wafat, beliau dimandikan dengan menggunakan qamis yang sedang beliau kenakan. Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ketika para sahabat hendak memandikan Nabi ﷺ, mereka ragu apakah boleh melepas pakaian beliau. Maka Allah memberikan wahyu agar mereka memandikan beliau dengan tetap mengenakan qamisnya. Ini menunjukkan betapa mulianya qamis di sisi Allah dan Rasul-Nya.

Hikmah dari kisah ini: Qamis bukan sekadar pakaian biasa, tetapi ia adalah pakaian yang dipilih oleh Nabi ﷺ hingga akhir hayatnya. Maka memakainya adalah bentuk kecintaan kita kepada sunnah beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Memakai qamis adalah sunnah yang dicintai Nabi ﷺ, baik untuk pria maupun wanita (dengan model yang sesuai syariat).
  2. Pastikan panjangnya tidak melewati mata kaki untuk pria, karena itu termasuk perbuatan sombong yang dilarang.
  3. Niatkan karena mengikuti sunnah, bukan karena gaya atau prestise.
  4. Pilih yang sederhana dan bersih, karena Islam tidak menyukai pakaian yang berlebihan.
  5. Jadikan qamis sebagai pakaian keseharian jika memungkinkan, terutama saat shalat dan menghadiri majelis ilmu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.