Bab Apa yang Disunnahkan dari Kuda
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ عُلَىِّ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " خَيْرُ الْخَيْلِ الأَدْهَمُ الأَقْرَحُ الأَرْثَمُ ثُمَّ الأَقْرَحُ الْمُحَجَّلُ طَلْقُ الْيَمِينِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ أَدْهَمَ فَكُمَيْتٌ عَلَى هَذِهِ الشِّيَةِ " .
Diriwayatkan dari Abu Qatadah: Bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Kuda yang terbaik adalah yang hitam dengan bercak di wajah, dan putih di bibir atas. Kemudian yang memiliki sedikit putih di kaki bagian bawah, kecuali yang kanan. Jadi jika tidak ada yang hitam, maka Kumait (merah dengan hitam di telinga dan surainya) dengan tanda-tanda ini."