Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1681 tentang Bendera hitam dan panji putih milik Rasulullah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki dua macam tanda perang: rayah (bendera) yang berwarna hitam dan liwa' (panji) yang berwarna putih. Ini adalah informasi penting tentang perlengkapan perang Nabi ﷺ yang menunjukkan kesederhanaan dan kejelian beliau dalam mengatur pasukan. Warna hitam dan putih ini bukanlah sekadar pilihan, tetapi menjadi ciri khas yang membedakan pasukan Muslim saat itu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab tentang Bendera, nomor 1681. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ، وَهُوَ السَّالِحَانِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ حَيَّانَ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مِجْلَزٍ، لاَحِقَ بْنَ حُمَيْدٍ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

Terjemahan: Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Bendera Rasulullah ﷺ berwarna hitam, dan panji-panji beliau berwarna putih."

Hadits ini dinilai hasan gharib oleh Imam At-Tirmidzi dari jalur ini. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 2591), Imam Ibnu Majah (no. 2818), dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 2375) dengan redaksi yang serupa.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa dalam peperangan, Rasulullah ﷺ menggunakan dua istilah yang berbeda:

  1. Ar-Rayah (الراية) — ini adalah bendera perang yang biasanya diikatkan pada tombak dan dibawa oleh pemimpin pasukan. Warna bendera ini hitam.
  2. Al-Liwa' (اللواء) — ini adalah panji atau spanduk yang lebih besar, biasanya menjadi tanda utama pasukan dan dipegang oleh panglima tertinggi. Warna panji ini putih.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika Nabi ﷺ memasuki kota Makkah pada saat Fathu Makkah, beliau memasuki kota dengan membawa panji yang berwarna putih. Ini menunjukkan bahwa panji putih adalah panji utama beliau.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ash-Shahihah (no. 632) menjelaskan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan bahwa kedua warna ini adalah warna resmi yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ dalam peperangan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ketika menjelaskan masalah ini menegaskan bahwa tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa warna-warna ini memiliki makna khusus atau simbolis tertentu. Yang penting adalah bahwa bendera dan panji digunakan sebagai tanda pengenal pasukan Muslim, dan ini adalah bagian dari syiar yang dibolehkan dalam Islam.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penggunaan bendera dan panji dalam perang adalah perkara yang disyariatkan, karena ia menjadi tanda yang menyatukan pasukan dan membedakan mereka dari musuh. Ini juga menunjukkan bahwa Islam memperhatikan aspek keteraturan dan identitas dalam peperangan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa pada saat Perang Badar, Rasulullah ﷺ memberikan bendera kepada Mush'ab bin Umair radhiyallahu 'anhu yang berwarna hitam. Mush'ab adalah seorang sahabat yang mulia, yang sebelumnya hidup mewah di Makkah, namun setelah masuk Islam ia hidup sederhana dan bahkan pakaiannya penuh tambalan. Namun, ketika memegang bendera perang, ia berdiri tegar dan tidak mundur sedikit pun hingga ia gugur sebagai syahid di medan perang.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kedudukan seorang Muslim bukan diukur dari kemewahan dunia, tetapi dari keteguhan iman dan kesediaannya untuk berkorban di jalan Allah. Bendera hitam yang dibawanya menjadi saksi bahwa ia membawa panji kehormatan Islam, bukan panji kemegahan dunia.

Kesimpulan Praktis

  1. Boleh menggunakan bendera atau panji sebagai tanda pengenal pasukan atau kelompok dalam peperangan dan kegiatan resmi lainnya, selama tidak mengandung unsur yang diharamkan.
  2. Warna hitam dan putih adalah warna yang dipakai oleh Rasulullah ﷺ untuk bendera dan panji beliau. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang penggunaan warna-warna tertentu, selama tidak meniru kebiasaan yang bertentangan dengan syariat.
  3. Keteraturan dalam berjamaah adalah bagian dari ajaran Islam. Bendera dan panji menjadi simbol persatuan dan keteraturan pasukan.
  4. Jangan berlebihan dalam memaknai simbol — yang terpenting adalah makna persatuan dan ketaatan kepada pemimpin, bukan sekadar warna atau bentuk bendera.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?