Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1638 tentang Keutamaan memanah di jalan Allah seperti memerdekakan budak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar memanah (termasuk semua bentuk latihan perang dan mempersiapkan kekuatan) di jalan Allah. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa setiap anak panah yang dilepaskan untuk membela agama Allah akan dicatat sebagai pahala seperti memerdekakan seorang budak. Ini adalah dorongan untuk bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kekuatan militer, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Dalil Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu..." (QS. Al-Anfal [8]: 60)

2. Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Keutamaan Jihad, Bab Keutamaan Memanah di Jalan Allah, no. 1638, dari sahabat Abu Najih Al-Aslami (yaitu 'Amr bin 'Abasah As-Sulami radhiyallahu 'anhu). Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini shahih (hasan shahih dalam istilah beliau).

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam At-Tirmidzi (209–279 H) menilai hadits ini shahih dalam kitabnya Al-Jami'.
  • Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya dari Abu Najih Al-Aslami secara ringkas, dan Imam Muslim juga meriwayatkannya dalam Shahih-nya.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala seperti memerdekakan budak ini berlaku bagi setiap orang yang melepaskan anak panah di jalan Allah dengan niat yang ikhlas.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan yang sangat besar untuk mempersiapkan kekuatan dalam rangka membela agama Allah. Berikut beberapa poin penting:

1. Makna "di jalan Allah"

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa "di jalan Allah" berarti segala amal yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk meninggikan kalimat Allah dan membela agama-Nya. Ini mencakup jihad fisik, latihan perang, dan semua bentuk persiapan yang menunjang kekuatan kaum muslimin.

2. Pahala seperti memerdekakan budak

Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memerdekakan budak adalah salah satu amal yang paling utama dalam Islam. Dengan menyamakan pahala memanah dengan memerdekakan budak, Rasulullah ﷺ menunjukkan betapa besarnya keutamaan amal ini. Ini adalah bentuk motivasi dari Nabi ﷺ agar umatnya tidak malas dalam berlatih dan mempersiapkan diri.

3. Memanah sebagai simbol kekuatan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa pada zaman dahulu, memanah adalah senjata utama. Maka hadits ini menunjukkan bahwa setiap bentuk persiapan perang yang sesuai dengan zamannya — baik itu menembak, menggunakan teknologi militer modern, atau latihan fisik — termasuk dalam cakupan hadits ini, selama diniatkan untuk membela agama Allah.

4. Keutamaan berlatih dan mengajarkannya

Hadits ini juga menunjukkan bahwa orang yang melatih diri dan mengajarkan keterampilan perang kepada kaum muslimin akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, kekuatan itu adalah memanah, kekuatan itu adalah memanah." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap pentingnya persiapan militer bagi kaum muslimin.

5. Syarat diterimanya amal

Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Al-Fawa'id menekankan bahwa amal apapun — termasuk memanah di jalan Allah — hanya akan diterima jika memenuhi dua syarat: ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Maka seseorang yang berlatih memanah atau mempersiapkan kekuatan harus meniatkannya untuk membela agama Allah, bukan untuk pamer, mencari ketenaran, atau tujuan duniawi semata.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Uqbah bin 'Amir Al-Juhani radhiyallahu 'anhu — salah seorang sahabat yang mahir memanah — bercerita bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga karena satu anak panah: orang yang membuatnya dengan mengharap kebaikan, orang yang melepaskannya, dan orang yang mengambilkannya (mengumpulkannya kembali untuk digunakan lagi)." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i; dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Berlatihlah memanah, karena ia adalah sebaik-baik permainanmu." (HR. Al-Bazzar, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk memiliki keterampilan bela diri dan persiapan perang. Para sahabat memahami hal ini dengan sangat baik — mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga mengajarkannya kepada generasi berikutnya, sehingga umat Islam pada masa keemasannya memiliki kekuatan militer yang disegani.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan setiap latihan dan persiapan kekuatan — baik fisik, keterampilan, maupun teknologi — untuk membela agama Allah dan menjaga keamanan kaum muslimin.
  2. Jangan meremehkan latihan fisik dan keterampilan bela diri — ini adalah bagian dari syariat Islam yang agung.
  3. Ajarkan keterampilan yang bermanfaat kepada generasi muda — termasuk berenang, memanah (atau olahraga dan keterampilan yang relevan di zaman sekarang), dan berkuda.
  4. Perbanyak amal yang pahalanya disamakan dengan memerdekakan budak — seperti memanah di jalan Allah, karena ini menunjukkan besarnya keutamaan amal tersebut.
  5. Jadikan setiap amal ikhlas karena Allah — karena amal tanpa keikhlasan tidak akan diterima.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?