Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar berinfak di jalan Allah. Barangsiapa mengeluarkan hartanya untuk kepentingan jihad dan kebaikan di jalan Allah, maka Allah akan mencatatnya dengan pahala berlipat ganda, yaitu tujuh ratus kali lipat. Ini adalah kabar gembira yang menunjukkan betapa luasnya karunia Allah bagi hamba-Nya yang ikhlas berinfak.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat At-Tirmidzi:
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ
"Barangsiapa mengeluarkan nafkah di jalan Allah, maka dicatat untuknya tujuh ratus kali lipat." (HR. At-Tirmidzi no. 1625, dari Khuraim bin Fatik radhiyallahu 'anhu. At-Tirmidzi berkata: hadits ini hasan)
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
QS. Al-Baqarah [2]: 261
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perumpamaan yang Allah berikan bagi orang yang berinfak di jalan-Nya, bahwa satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali lipat. Ini sejalan dengan hadits di atas.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa "nafkah di jalan Allah" dalam hadits ini mencakup:
- Infak untuk jihad fi sabilillah – seperti membeli perlengkapan perang, memberi bekal kepada para mujahid, atau mendukung mereka yang berjuang di jalan Allah.
- Infak untuk ketaatan secara umum – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa "jalan Allah" mencakup semua jalan kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah, termasuk menuntut ilmu, membantu kaum muslimin, dan berbagai bentuk kebaikan.
- Keikhlasan adalah syarat utama – Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menekankan bahwa pelipatgandaan pahala ini hanya bagi mereka yang ikhlas karena Allah, bukan karena riya' atau ingin dipuji.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Maha Luas karunia-Nya, dan Dia melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki, bahkan bisa lebih dari tujuh ratus kali lipat bagi yang ikhlas dan besar keutamaannya.
Perlu diperhatikan bahwa hadits ini diriwayatkan At-Tirmidzi dan beliau menilai hasan. Imam Al-Albani rahimahullah juga menilai hadits ini hasan dalam Shahih At-Tirmidzi. Ini menunjukkan bahwa hadits ini layak diamalkan.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa berinfak dengan sepasang kuda di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: 'Wahai hamba Allah, ini lebih baik bagimu.' Barangsiapa termasuk ahli shalat, ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, ia dipanggil dari pintu jihad." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan orang-orang yang berinfak di jalan Allah. Mereka akan mendapatkan kemuliaan khusus di akhirat kelak.
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah berinfak di jalan Allah – baik untuk jihad, dakwah, pendidikan Islam, membantu fakir miskin, atau bentuk kebaikan lainnya.
- Jaga keikhlasan – karena pahala berlipat ganda hanya bagi yang ikhlas karena Allah semata.
- Jangan remehkan infak kecil – karena Allah Maha Melipatgandakan sesuai kehendak-Nya, bahkan bisa melebihi tujuh ratus kali lipat.
- Jadikan infak sebagai kebiasaan – karena ini adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.