Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1545 tentang Larangan bersumpah dengan berhala dan berjudi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa jika seseorang terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama berhala (Al-Lat dan Al-Uzza) atau mengajak berjudi, maka ia harus segera menutupnya dengan kalimat tauhid "La ilaha illa Allah" atau dengan bersedekah. Ini adalah bentuk penebusan dan penegasan kembali komitmen kepada Allah setelah lisan tergelincir dalam perkataan yang mengandung kesyirikan atau dosa.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Kitab An-Nudzur wal Aiman (Nadzar dan Sumpah), dan beliau menilainya sebagai hadits hasan shahih. Perawi sahabatnya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ حَلَفَ مِنْكُمْ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ وَاللَّاتِ وَالْعُزَّى فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَنْ قَالَ تَعَالَ أُقَامِرْكَ فَلْيَتَصَدَّقْ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَأَبُو الْمُغِيرَةِ هُوَ الْخَوْلاَنِيُّ الْحِمْصِيُّ وَاسْمُهُ عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ الْحَجَّاجِ .

Terjemahan:

"Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa di antara kalian yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya: 'Demi Al-Lat! Demi Al-'Uzza!' Maka hendaklah ia mengatakan 'La ilaha illa Allah.' Dan siapa yang berkata: 'Ayo, mari kita berjudi!' Maka hendaklah ia bersedekah.'" Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: "Ini adalah hadits hasan shahih. Abu Al-Mughirah adalah Al-Khaulani Al-Himshi, namanya Abdul Quddus bin Al-Hajjaj."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah berfirman tentang larangan mendekati perbuatan syirik dan judi:

QS. Al-Ma'idah [5]: 90

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua perintah penebusan yang sangat penting:

Pertama: Sumpah dengan Nama Berhala (Al-Lat dan Al-Uzza)

Al-Lat dan Al-Uzza adalah dua berhala besar yang disembah oleh orang-orang musyrik Arab sebelum Islam. Jika seseorang terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama berhala ini—baik karena kebiasaan lama, kelalaian, atau keterpelesetan lisan—maka ia wajib segera mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illa Allah".

Imam An-Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penebusan (kaffarah) karena telah mengucapkan kalimat yang mengandung kesyirikan. Kalimat tauhid tersebut menghapus dosa dan menegaskan kembali keesaan Allah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa ini juga sebagai pengganti sumpah yang salah dengan sumpah yang benar, yaitu bersumpah dengan nama Allah.

Kedua: Mengajak Berjudi

Jika seseorang mengucapkan ajakan untuk berjudi ("Ayo, mari kita berjudi!"), maka ia harus bersedekah. Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa sedekah ini berfungsi sebagai penebus dosa ucapan tersebut, karena judi adalah perbuatan yang memakan harta secara batil dan melalaikan dari mengingat Allah. Sedekah menjadi bentuk kompensasi positif setelah ucapan yang mengandung dosa.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Para ulama berbeda pendapat apakah perintah ini bersifat wajib atau sunnah. Imam Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama Syafi'iyah menganggapnya sebagai perintah wajib (sebagai kaffarah). Sementara Imam Malik dan sebagian ulama lain menganggapnya sunnah (dianjurkan) sebagai bentuk penebusan, bukan kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa. Pendapat yang paling kuat—sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil—adalah bahwa perintah ini menunjukkan wajib, karena pada dasarnya perintah dalam syariat menunjukkan kewajiban, kecuali ada dalil yang memalingkannya.

Kaitan dengan Tauhid

Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang mengandung kesyirikan. Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitab Tauhid memasukkan hadits ini dalam bab tentang larangan bersumpah dengan selain Allah, sebagai dalil bahwa sumpah dengan nama berhala adalah bentuk syirik kecil yang harus dihapus dengan tauhid.

Story Telling

Dikisahkan bahwa sebelum masuk Islam, banyak orang Arab memiliki kebiasaan bersumpah dengan nama Al-Lat dan Al-Uzza. Setelah mereka masuk Islam, kebiasaan ini terkadang masih terucap karena sudah mendarah daging. Seorang sahabat pernah terlanjur berkata, "Demi Al-Lat dan Al-Uzza!" lalu ia menyesal dan bertanya kepada Nabi ﷺ. Maka Nabi ﷺ mengajarkan penebusan dengan kalimat tauhid, sebagaimana dalam hadits ini.

Imam Al-Awza'i—salah satu perawi hadits ini—adalah seorang ulama besar Syam yang dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Beliau meriwayatkan hadits ini dari Az-Zuhri, seorang tabi'in terkemuka, yang meriwayatkan dari Humaid bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah. Rantai periwayatan ini sangat kuat dan menjadi bukti keotentikan hadits.

Hikmahnya: Islam sangat memperhatikan kebersihan lisan dan hati. Ucapan yang mengandung syirik harus segera dihapus dengan tauhid, dan ucapan yang mengandung dosa harus dihapus dengan amal saleh.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga lisan dari bersumpah dengan selain Allah, termasuk nama berhala, orang saleh, atau benda keramat.
  2. Jika terlanjur, segera ucapkan "La ilaha illa Allah" sebagai penebus dan penegas tauhid.
  3. Hindari ajakan berjudi dalam bentuk apa pun, dan jika terlanjur, bersedekahlah sebagai penebus.
  4. Sedekah menjadi amal saleh yang menghapus dosa ucapan buruk.
  5. Pelajari tauhid agar lisan dan hati selalu terjaga dari kesyirikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?