Penjelasan Hadits Tirmidzi No. 1482 tentang Pahala berlipat membunuh gecko sesuai jumlah pukulan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan membunuh gecko (tokek/cicak) karena hewan ini termasuk hewan yang diperintahkan untuk dibunuh. Semakin cepat (sedikit pukulan) seseorang membunuhnya, semakin besar pahalanya. Ini adalah bentuk kasih sayang Islam kepada manusia, karena gecko adalah hewan yang membahayakan dan mengganggu, bahkan disebut dalam hadits lain bahwa ia turut meniup api Nabi Ibrahim 'alaihissalam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam At-Tirmidzi (no. 1482):

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah shahih. Imam At-Tirmidzi sendiri menilai hadits ini hasan shahih (حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ).

Hadits-hadits lain yang terkait:

  1. Hadits riwayat Imam Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا قُتِلَ وَزَغٌ فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَ لَهُ أَجْرٌ

Artinya: "Tidaklah seekor gecko dibunuh dalam Islam melainkan pelakunya mendapat pahala." (HR. Muslim)

  1. Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً

Artinya: "Barangsiapa membunuh gecko dengan pukulan pertama, maka baginya pahala sekian dan sekian." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ayat Al-Qur'an yang relevan (tentang perintah menjaga diri dari bahaya):

QS. Al-Baqarah [2]: 195

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Artinya: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan."

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk menghindari segala hal yang membahayakan, termasuk hewan-hewan pengganggu.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits

Hadits ini menjelaskan tentang perintah membunuh gecko (الوَزَغُ) yang dalam bahasa Indonesia sering disebut tokek atau cicak. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah semua jenis hewan sejenis cicak/tokek yang hidup di rumah-rumah dan dianggap mengganggu.

2. Mengapa Gecko Dibunuh?

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah membunuh gecko ini karena beberapa alasan:

  • Gecko termasuk hewan yang membahayakan (fasiq) yang diperintahkan untuk dibunuh, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang lima hewan fasiq yang boleh dibunuh di luar dan di dalam tanah haram.
  • Dalam hadits shahih disebutkan bahwa gecko adalah hewan yang turut meniup api ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam dibakar oleh Raja Namrud. Ini menunjukkan bahwa gecko adalah hewan yang memusuhi para nabi dan orang-orang shalih.

3. Hikmah Pahala Berdasarkan Jumlah Pukulan

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmah perbedaan pahala ini: semakin sedikit pukulan yang diperlukan untuk membunuh gecko, semakin besar pahalanya. Ini menunjukkan:

  • Kecepatan dan ketepatan dalam membunuh hewan yang diperintahkan untuk dibunuh adalah lebih utama.
  • Jika seseorang membunuh dengan pukulan pertama, berarti ia efisien dan tidak menyiksa hewan tersebut.
  • Pahala yang disebutkan "sekian dan sekian" (كَذَا وَكَذَا) tidak dijelaskan secara rinci oleh Nabi ﷺ, namun para ulama menyebutkan bahwa ini menunjukkan banyaknya pahala yang Allah berikan.

4. Pendapat Ulama tentang Hukum Membunuh Gecko

  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membunuh gecko adalah sunnah (dianjurkan) karena ada perintah langsung dari Nabi ﷺ.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa membunuh gecko hukumnya mubah (boleh), karena perintah dalam hadits ini dipahami sebagai anjuran, bukan kewajiban.
  • Imam Malik berpendapat bahwa membunuh gecko hukumnya sunnah, sebagaimana pendapat Imam Asy-Syafi'i.

5. Adab dalam Membunuh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa meskipun diperintahkan membunuh gecko, tetap harus memperhatikan adab:

  • Tidak menyiksa hewan tersebut secara berlebihan.
  • Membunuh dengan cara yang cepat dan tidak menyakitkan.
  • Tidak membunuh hewan lain yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud, seluruh makhluk diperintahkan untuk tidak ikut meniup api kecuali gecko (cicak). Gecko justru ikut meniup api untuk memperbesar kobaran api tersebut. Karena perbuatannya itu, Nabi ﷺ memerintahkan umatnya untuk membunuh gecko.

Dalam riwayat lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membunuh gecko dan beliau menyebutnya sebagai hewan fasiq (hewan yang membahayakan)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya membenci orang-orang yang memusuhi para nabi dan orang-orang shalih. Gecko yang meniup api untuk membakar Nabi Ibrahim menjadi simbol permusuhan terhadap kebenaran, sehingga diperintahkan untuk dibunuh.

Kesimpulan Praktis

  1. Membunuh gecko adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan perintah langsung dari Nabi ﷺ.
  2. Semakin cepat membunuhnya, semakin besar pahalanya - ini menunjukkan pentingnya efisiensi dan tidak menyiksa hewan.
  3. Tetap memperhatikan adab dalam membunuh, yaitu dengan cara yang cepat dan tidak berlebihan.
  4. Jangan membunuh hewan lain yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.
  5. Ambil hikmah bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk membenci segala bentuk permusuhan terhadap kebenaran dan para pembawa kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?