'Umar berkata: 'Aku juga heran dengan hal itu, maka aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hal itu dan beliau berkata: 'Ini adalah karunia dari Allah (SWT) untukmu, maka terimalah karunia-Nya.'"
Bab
Allah (SWT) mengutus Muhammad ﷺ kepada kami ketika kami tidak mengetahui apa-apa, dan yang seharusnya kami lakukan adalah melakukan apa yang kami lihat Muhammad ﷺ lakukan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa: Rasulullah (semoga Allah memberinya berkah dan memberi keselamatan) berangkat dari Makkah menuju Madinah, tidak takut kecuali kepada Tuhan semesta alam, dan shalat dua rakaat.
Kami biasa bepergian bersama Rasulullah ﷺ antara Makkah dan Al-Madinah, tidak takut kecuali kepada Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan kami shalat dua raka'at.
Saya melihat 'Umar bin Al-Khattab shalat dua raka'at di Dhul-Hulaifah dan saya bertanya kepadanya tentang hal itu. Dia berkata: 'Saya hanya melakukan apa yang saya lihat Rasulullah ﷺ lakukan.'
Diriwayatkan bahwa Anas berkata: "Saya keluar bersama Rasulullah ﷺ dari Madinah ke Mekkah, dan beliau terus memendekkan shalatnya, dan beliau tinggal di sana selama sepuluh hari."
Diriwayatkan bahwa Abdullah berkata: "Saya shalat dua rakaat bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan, dan dua rakaat bersama Abu Bakr, dan dua rakaat bersama Umar, semoga Allah meridhoi keduanya."
Diriwayatkan bahwa Umar berkata: “Shalat Jum'at adalah dua raka'at, dan untuk Al-Fitr adalah dua raka'at, dan untuk An-Nahr adalah dua raka'at, dan untuk perjalanan adalah dua raka'at, lengkap dan tidak dipendekkan, berd
Shalat orang yang tinggal diwajibkan di atas lisan Nabi kalian ﷺ sebanyak empat raka'at, dan shalat orang yang bepergian adalah dua raka'at, dan shalat dalam keadaan takut adalah satu raka'at.
Allah, Yang Maha Kuasa dan Mulia, mewajibkan shalat di atas lisan Nabi kalian ﷺ: Dalam keadaan menetap empat (rak'ah), dalam perjalanan dua, dan pada saat ketakutan satu.