Penjelasan Hadits Nasa'i No. 995 tentang Keutamaan membaca surah Al-Ikhlas setara sepertiga Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar surat Al-Ikhlas (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ). Rasulullah ﷺ bersumpah bahwa pahala membaca surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa agungnya tauhid yang menjadi inti surat tersebut, karena sepertiga Al-Qur'an berbicara tentang tauhid, dan surat ini merangkumnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه, dalam Sunan An-Nasa'i no. 995, dari jalur Imam Malik. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia (surat Al-Ikhlas) benar-benar setara dengan sepertiga Al-Qur'an."

Ayat terkait — QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa."

Hadits pendukung — dari Abu Sa'id Al-Khudri juga, dalam Shahih Al-Bukhari, Nabi ﷺ bersabda tentang surat ini:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ثُلُثُ الْقُرْآنِ

"Qul huwallahu ahad adalah sepertiga Al-Qur'an."

Keterangan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "sepertiga Al-Qur'an". Pendapat yang kuat: Al-Qur'an berisi tiga pokok — tauhid, hukum (ahkam), dan berita/kisah. Surat Al-Ikhlas murni membahas tauhid, sehingga setara dengan sepertiga pahala secara makna.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa keutamaan ini khusus bagi surat Al-Ikhlas karena isinya menegaskan keesaan Allah tanpa campuran.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menegaskan bahwa tauhid adalah inti seluruh Al-Qur'an, dan surat ini merangkumnya secara sempurna.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Seorang sahabat mendengar orang lain membaca surat Al-Ikhlas berulang-ulang. Ia merasa heran atau menganggap itu kurang, lalu melaporkannya kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ justru menegaskan keagungan surat tersebut dengan sumpah: pahalanya setara sepertiga Al-Qur'an.

Bagaimana ulama memahami "sepertiga Al-Qur'an":

  • Imam An-Nawawi menjelaskan ada dua tafsiran utama: (1) pahalanya dilipatgandakan seperti pahala membaca sepertiga Al-Qur'an, atau (2) maknanya setara karena Al-Qur'an terdiri dari tiga tema besar — tauhid, hukum, dan kisah — dan surat ini mencakup tema tauhid secara menyeluruh. Pendapat kedua lebih kuat menurut jumhur ulama.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa keistimewaan ini tidak berarti cukup membaca surat ini saja tanpa Al-Qur'an lainnya, melainkan menunjukkan keutamaan besar dan pahala berlipat.
  • Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa surat Al-Ikhlas mengandung nama-nama dan sifat Allah secara ringkas namun sempurna, sehingga menjadi inti tauhid yang merupakan tujuan utama Al-Qur'an.

Penerapan dalam ibadah:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menganjurkan memperbanyak membaca surat ini, terutama dalam shalat, karena keutamaannya.
  • Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa membaca surat ini dengan penuh perenungan akan menumbuhkan tauhid yang kuat dalam hati.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama memahami "sepertiga" secara harfiah pahala, sebagian secara makna. Namun tidak ada perbedaan bahwa surat ini memiliki keutamaan luar biasa. Yang paling kuat adalah pendapat jumhur: maknanya setara karena mencakup tauhid secara menyeluruh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Abu Sa'id Al-Khudri رضي الله عنه menceritakan: ada seorang lelaki yang membaca قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ berulang-ulang sepanjang malam. Ketika pagi, ia datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakannya, seolah menganggap itu kurang. Nabi ﷺ bersabda dengan sumpah: "Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya ia setara sepertiga Al-Qur'an." (HR. An-Nasa'i, no. 995)

Hikmahnya: jangan meremehkan amal kecil yang Allah agungkan. Surat pendek ini bisa menjadi sebab besar pahala jika dibaca dengan iman dan pengharapan.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca surat Al-Ikhlas dalam shalat dan waktu luang, karena pahalanya setara sepertiga Al-Qur'an.
  2. Renungkan maknanya — tauhid adalah inti agama, dan surat ini merangkumnya.
  3. Jangan meremehkan amal kecil — bisa jadi Allah memberi pahala besar padanya.
  4. Ajarkan kepada keluarga — surat ini mudah dihafal dan besar keutamaannya.
  5. Jangan tinggalkan Al-Qur'an secara keseluruhan — keutamaan ini bukan alasan meninggalkan surat lain.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?