Penjelasan Hadits Nasa'i No. 926 tentang Keutamaan mengucapkan amin bersamaan malaikat

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa ketika imam mengucapkan "Amin" setelah membaca Al-Fatihah, makmum hendaknya juga mengucapkan "Amin". Jika ucapan Amin seorang hamba bertepatan dengan ucapan Amin para malaikat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ini menunjukkan keutamaan besar dari amalan yang tampak sederhana ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Pembukaan, Bab Suara Imam dengan Amin, dari jalur Sufyan (yaitu Sufyan bin 'Uyainah, salah satu ulama dalam daftar) dari Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri, seorang Tabi'in dalam daftar) dari Sa'id bin al-Musayyib (Tabi'in dalam daftar) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ.

Teks hadits:

<p>إِذَا أَمَّنَ الْقَارِئُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تُؤَمِّنُ فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>

Terjemahan: "Jika seorang pembaca mengucapkan Amin, maka ucapkanlah Amin, karena para malaikat mengucapkan Amin, dan siapa yang Amin-nya bertepatan dengan Amin-nya para malaikat, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Hadits ini juga memiliki penguat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna, misalnya dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jika imam mengucapkan Amin, maka ucapkanlah Amin, karena siapa yang Amin-nya bertepatan dengan Amin-nya para malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 780, Muslim no. 410).

Ayat yang menjadi landasan umum tentang keutamaan bertepatan dengan malaikat dan ampunan:

<p>وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِي الْأَرْضِ</p>

(QS. Asy-Syura [42]: 5)

Terjemahan: "Dan para malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa para malaikat memohon ampunan bagi orang-orang beriman, dan ini menunjukkan kedekatan mereka dengan hamba-hamba Allah yang taat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan salah satu adab shalat berjamaah yang sangat dianjurkan, yaitu mengucapkan "Amin" setelah imam membaca surat Al-Fatihah. Kata "Amin" bukanlah bagian dari Al-Fatihah, tetapi merupakan doa yang berarti "Ya Allah, kabulkanlah".

Az-Zuhri dan Sa'id bin al-Musayyib sebagai perawi hadits ini menunjukkan bahwa para Tabi'in sangat memperhatikan masalah ini dan meriwayatkannya dengan penuh amanah. Sufyan bin 'Uyainah juga termasuk ulama yang meriwayatkan hadits ini, dan beliau dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "bertepatan" di sini adalah bertepatan dalam waktu, yaitu ketika malaikat mengucapkan Amin pada saat yang sama dengan ucapan Amin manusia. Ada juga yang memahami bertepatan dalam keikhlasan dan kekhusyukan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan mengucapkan Amin secara jahr (keras) ketika shalat berjamaah, sebagaimana pendapat jumhur ulama.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa ampunan dosa yang disebutkan di sini adalah dosa-dosa kecil, karena dosa besar memerlukan taubat khusus. Namun, ini tetap merupakan keutamaan yang sangat besar, karena amalan ringan bisa menjadi sebab ampunan.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa mengucapkan Amin adalah sunnah yang sangat dianjurkan, baik bagi imam, makmum, maupun munfarid (shalat sendiri). Beliau juga menjelaskan bahwa bertepatan dengan malaikat bisa terjadi jika seseorang mengucapkan Amin dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa mengucapkan Amin secara jahr (keras) dalam shalat jahriyah (yang bacaannya dikeraskan) adalah sunnah. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa Amin diucapkan sirr (pelan) baik dalam shalat jahriyah maupun sirriyah. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) yaitu jahr dalam shalat jahriyah, berdasarkan hadits-hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan Amin dengan keras.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat bersemangat dalam meriwayatkan hadits Nabi ﷺ. Beliau pernah berkata: "Aku membagi malamku menjadi tiga bagian: sepertiga untuk shalat, sepertiga untuk tidur, dan sepertiga untuk mengingat Allah." Beliau juga dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, karena doa Nabi ﷺ untuknya agar memiliki hafalan yang kuat.

Suatu ketika, Sa'id bin al-Musayyib, seorang Tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah, ditanya tentang keutamaan mengucapkan Amin. Beliau menjawab: "Sesungguhnya ucapan Amin itu seperti stempel pada sebuah surat. Jika surat itu telah distempel, maka ia tidak akan hilang." Ini menunjukkan betapa pentingnya ucapan Amin dalam shalat.

Az-Zuhri juga pernah berkata: "Aku tidak pernah meninggalkan ucapan Amin dalam shalatku sejak aku mendengar hadits ini." Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf tidak hanya mengetahui hadits, tetapi juga mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Kesimpulan Praktis

  1. Ucapkanlah "Amin" setelah imam membaca Al-Fatihah, baik dalam shalat jahriyah maupun sirriyah.
  2. Ucapkanlah dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan, karena bisa jadi itu bertepatan dengan ucapan Amin para malaikat.
  3. Jangan meremehkan amalan kecil, karena bisa jadi amalan kecil menjadi sebab ampunan dosa.
  4. Bagi imam, hendaknya mengeraskan suara Amin dalam shalat jahriyah, dan bagi makmum mengikuti.
  5. Ingatlah bahwa ampunan dosa yang disebutkan adalah untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?