Bab Penjelasan tentang Firman-Nya Yang Maha Tinggi
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا الْجَارُودُ بْنُ مُعَاذٍ التِّرْمِذِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ " .
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Imam itu diangkat untuk diikuti, maka ketika ia mengucapkan takbir, ucapkanlah takbir, dan ketika ia membaca, hendaklah kalian diam, dan ketika ia berkata: 'Sami' Allahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya),' ucapkanlah: 'Allahumma rabbana lakal-hamd (Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian).'