Penjelasan Hadits Nasa'i No. 92 tentang Bab Mencuci Wajah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan tata cara wudhu Nabi ﷺ sebagaimana dipraktikkan oleh Ali bin Abi Thalib dan diriwayatkan oleh ‘Abd Khair. Intinya, wudhu dilakukan dengan membasuh setiap anggota tubuh tiga kali, kecuali mengusap kepala cukup sekali. Ini adalah sunnah yang jelas dan mudah diamalkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an:

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

(QS. Al-Ma’idah [5]: 6)

Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai ke mata kaki.”

Hadits terkait:

Teks hadits yang disebutkan dari Sunan An-Nasa’i (no. 92) diriwayatkan oleh ‘Abd Khair dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini sahih dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan lainnya.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/102) menjelaskan bahwa wudhu tiga kali-tiga kali dan mengusap kepala sekali adalah sunnah yang tetap.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (1/256) menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang wudhu tiga kali-tiga kali adalah sahih dan diamalkan oleh jumhur ulama.
  • Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan tata cara wudhu Nabi ﷺ yang serupa dalam Shahih mereka.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengajarkan langkah-langkah wudhu yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ melalui perbuatan Ali bin Abi Thalib. Berikut rinciannya:

  1. Membasuh kedua tangan tiga kali sebelum memasukkannya ke mulut dan hidung. Ini menunjukkan bahwa membersihkan tangan adalah langkah awal.
  2. Berkumur dan menghirup air ke hidung tiga kali dari satu telapak tangan. Hal ini dilakukan dalam satu gerakan: mengambil air lalu berkumur dan menghirupnya. Sebagian ulama, seperti Imam Ahmad dan Imam asy-Syafi’i, membolehkan dengan satu telapak atau dua telapak, namun yang paling utama adalah satu telapak sebagaimana dalam hadits.
  3. Membasuh wajah tiga kali. Hadits ini menunjukkan tiga kali, meskipun ada riwayat lain yang menyebut sekali. Mayoritas ulama, termasuk Imam Malik, Syafi’i, dan Ahmad, membolehkan satu, dua, atau tiga kali, tetapi tiga kali adalah yang paling sempurna dan banyak diamalkan.
  4. Membasuh tangan kanan tiga kali, lalu tangan kiri tiga kali. Ini sesuai dengan sunnah: memulai dari anggota kanan.
  5. Mengusap kepala sekali. Hampir semua ulama sepakat bahwa usapan kepala cukup sekali, dan itu adalah yang paling sesuai dengan zahir Al-Qur’an dan hadits. Ada pendapat sebagian ulama (seperti Abu Hanifah) yang membolehkan sekedar mengusap sebagian kepala, tetapi sunnah adalah mengusap seluruh kepala.
  6. Membasuh kaki kanan tiga kali, lalu kaki kiri tiga kali. Ini juga menjadi perbuatan Nabi ﷺ yang diikuti.

Pelajaran penting: Perbuatan wudhu ini dilakukan setelah shalat untuk mengajarkan umat, bukan sebagai wudhu untuk shalat. Ini menunjukkan keutamaan mengajarkan ilmu dengan perbuatan nyata.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma’ad (1/195) menjelaskan bahwa wudhu tiga kali-tiga kali adalah yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ, meskipun beliau juga kadang melakukannya dua-dua atau satu-satu.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu selesai shalat, ia meminta air. Para sahabat yang bersamanya heran, karena ia sudah shalat. Namun mereka memahami bahwa Ali ingin mengajarkan tata cara wudhu Rasulullah ﷺ. Maka dengan sengaja ia memperagakan langkah demi langkah di hadapan mereka, lalu berkata: “Barang siapa ingin tahu wudhu Rasulullah ﷺ, inilah caranya.” Ini adalah bentuk pengajaran yang penuh hikmah dan teladan.

Kesimpulan Praktis

  • Wudhu sunnah dilakukan dengan membasuh anggota tiga kali, kecuali usapan kepala cukup sekali.
  • Mulailah dengan tangan kanan, lalu kiri.
  • Berkumur dan istinsyaq dari satu genggaman air.
  • Tidak ada kewajiban mengulang tiga kali; boleh satu kali asal sempurna.
  • Ajarkan tata cara wudhu dengan praktik langsung agar lebih mudah dipahami.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?