Penjelasan Hadits Nasa'i No. 905 tentang Membaca basmalah dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengerjakan shalat dengan sangat menyerupai shalat Nabi ﷺ, di antaranya: membaca Bismillah secara jahr (terdengar) sebelum Al-Fatihah, mengucapkan Amin setelah selesai Al-Fatihah dan diikuti makmum, serta mengucapkan takbir Allahu Akbar pada setiap turun sujud dan bangkit dari duduk setelah dua rakaat. Ini adalah dalil yang kuat bahwa membaca Bismillah dalam shalat adalah sunnah yang ditetapkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Fatihah [1]: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 905), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Nu'aim Al-Mujmir. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka tentang sifat shalat Nabi ﷺ, meskipun dengan redaksi yang berbeda-beda.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits-hadits tentang Bismillah dan menyimpulkan bahwa pendapat yang kuat adalah membaca Bismillah secara jahr berdasarkan hadits Nu'aim Al-Mujmir ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bagi yang berpendapat jahr dalam membaca Bismillah.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ membaca Bismillah dalam shalat dan menjadikannya bagian dari Al-Fatihah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Membaca Bismillah dalam Shalat

Nu'aim Al-Mujmir menyaksikan langsung bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu membaca Bismillahir-Rahmanir-Rahim sebelum Al-Fatihah. Ini menunjukkan bahwa Bismillah dibaca dalam shalat, dan menurut hadits ini dibaca secara jahr (terdengar).

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang jahr dan sirr-nya Bismillah. Pendapat yang paling kuat menurut beliau adalah jahr, berdasarkan hadits Nu'aim Al-Mujmir ini dan hadits-hadits lain. Imam an-Nawawi juga menguatkan pendapat jahr dalam Syarh Shahih Muslim, dengan alasan bahwa Abu Hurairah secara tegas menyatakan shalatnya paling menyerupai shalat Rasulullah ﷺ, dan beliau membaca Bismillah secara jahr.

Adapun Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya berpendapat bahwa Bismillah dibaca sirr (pelan). Namun, dalil dari hadits ini dan hadits-hadits semakna lebih kuat untuk jahr, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar dan an-Nawawi.

Kedua: Mengucapkan Amin

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah selesai membaca Al-Fatihah, Abu Hurairah mengucapkan Amin dan diikuti oleh makmum di belakangnya. Ini adalah sunnah yang ditetapkan. Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa mengucapkan Amin setelah Al-Fatihah adalah sunnah yang disepakati, baik bagi imam, makmum, maupun yang shalat sendirian.

Ketiga: Takbir pada Setiap Perpindahan

Abu Hurairah mengucapkan Allahu Akbar setiap kali sujud dan ketika bangkit dari duduk setelah dua rakaat (duduk tasyahud awal). Ini menunjukkan bahwa takbir intiqal (takbir perpindahan) adalah sunnah yang ditetapkan dalam shalat. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad mencatat bahwa Nabi ﷺ mengucapkan takbir pada setiap turun dan bangkit dalam shalat.

Keempat: Pernyataan Abu Hurairah

Pernyataan Abu Hurairah: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, shalatku paling mirip dengan shalat Rasulullah ﷺ" menunjukkan bahwa beliau sangat memperhatikan tata cara shalat Nabi ﷺ dan berusaha menirunya dengan sebaik-baiknya. Ini juga menjadi penguat bahwa apa yang beliau lakukan dalam shalat — termasuk membaca Bismillah secara jahr — adalah sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa pernyataan Abu Hurairah ini menunjukkan beliau adalah orang yang paling mengetahui sifat shalat Nabi ﷺ di antara para sahabat yang masih hidup pada masa itu, karena beliau sangat rajin mencatat dan menghafal hadits.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Nu'aim Al-Mujmir — seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini — pernah shalat di belakang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits. Nu'aim memperhatikan dengan seksama bagaimana Abu Hurairah mengerjakan shalat, karena beliau ingin mengetahui tata cara shalat yang paling mendekati shalat Rasulullah ﷺ.

Ketika shalat selesai, Abu Hurairah berkata dengan penuh keyakinan: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, shalatku paling mirip dengan shalat Rasulullah ﷺ." Pernyataan ini bukanlah kesombongan, melainkan bentuk tanggung jawab ilmiah beliau sebagai sahabat yang dipercaya untuk menyampaikan sunnah Nabi ﷺ kepada umat setelah beliau wafat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menceritakan bahwa Abu Hurairah memang dikenal sangat teliti dalam menjaga sunnah Nabi ﷺ, terutama dalam hal shalat. Beliau pernah berkata: "Aku adalah orang yang paling mengetahui tentang shalat Rasulullah ﷺ di antara kalian." Ini menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap ibadah ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Membaca Bismillah dalam shalat adalah sunnah yang ditetapkan, dan pendapat yang kuat adalah dibaca secara jahr (terdengar) berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits semakna, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam an-Nawawi.
  2. Mengucapkan Amin setelah Al-Fatihah adalah sunnah bagi imam, makmum, dan yang shalat sendirian.
  3. Takbir Allahu Akbar pada setiap perpindahan dalam shalat (sujud, bangkit, duduk) adalah sunnah yang ditetapkan.
  4. Meneladani shalat Nabi ﷺ dengan sebaik-baiknya adalah tujuan utama setiap muslim, sebagaimana dicontohkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
  5. Merujuk kepada para ulama dalam memahami dalil adalah jalan yang benar, karena mereka telah menjelaskan mana pendapat yang paling kuat berdasarkan dalil-dalil yang ada.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?