Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menerangkan bahwa Nabi ﷺ ketika membuka shalat (setelah takbiratul ihram) membaca doa iftitah: "Subhanakallahumma wa bihamdika, tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghairuk." Doa ini berisi pujian kepada Allah, pengagungan nama-Nya, dan tauhid (tidak ada tuhan selain Allah). Para ulama Ahlus Sunnah menetapkan bahwa doa iftitah ini disyariatkan, dan boleh membaca salah satu dari beberapa lafaz iftitah yang shahih, termasuk lafaz ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه, dalam Sunan an-Nasa'i no. 899, Kitab Pembukaan Shalat, Bab Jenis Lain dari Dzikir Antara Pembukaan Shalat dan Bacaan. Lafaz doa ini juga dikenal sebagai doa istiftah yang masyhur.
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar pujian dan tauhid dalam doa ini:
QS. Al-Fatihah [1]: 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
QS. Al-Isra' [17]: 111
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
"Dan katakanlah: 'Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak mempunyai penolong karena kehinaan; dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.'"
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' menjelaskan bahwa doa iftitah hukumnya sunnah, dan terdapat beberapa lafaz shahih yang bisa dipilih.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang lafaz iftitah yang paling utama, namun semuanya sah dan boleh diamalkan.
- Syeikh al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menegaskan bahwa doa "Subhanakallahumma..." adalah salah satu iftitah yang shahih dan bisa digunakan.
Penjelasan Rinci
Doa iftitah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah. Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membuka shalat dengan pujian kepada Allah, bukan langsung membaca Al-Fatihah. Ini menunjukkan pentingnya mengagungkan Allah di awal ibadah.
Makna lafaz doa:
- "Subhanakallahumma" — Maha Suci Engkau ya Allah. Ini menetapkan kesucian Allah dari segala kekurangan.
- "Wa bihamdika" — dan dengan memuji-Mu. Pujian ini menggabungkan tasbih (penyucian) dan tahmid (pujian).
- "Tabarakasmuka" — Maha Berkah nama-Mu. Nama Allah penuh berkah, menyebutnya membawa kebaikan.
- "Wa ta'ala jadduka" — Maha Tinggi kemuliaan/keagungan-Mu. Menegaskan keagungan Allah.
- "Wa la ilaha ghairuk" — tidak ada tuhan selain Engkau. Ini inti tauhid.
Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini termasuk iftitah yang disunnahkan. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca iftitah dengan lafaz ini, terkadang dengan lafaz lain seperti "Allahumma baa'id baini...", menunjukkan keluasan dalam memilih lafaz iftitah yang shahih.
Perbedaan pendapat ulama daftar:
- Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat doa iftitah dibaca pada setiap shalat, baik wajib maupun sunnah.
- Imam Abu Hanifah berpendapat doa iftitah dibaca pada shalat wajib dan sunnah, namun ada riwayat yang menyebutkan tidak dibaca pada shalat jenazah.
- Syeikh al-Albani menegaskan bahwa semua lafaz iftitah yang shahih boleh dibaca, dan yang paling kuat adalah mengikuti variasi yang datang dari Nabi ﷺ.
Kesimpulan: Lafaz "Subhanakallahumma..." adalah iftitah yang shahih dan boleh diamalkan. Tidak ada larangan membacanya, bahkan dianjurkan karena mengandung tauhid dan pujian kepada Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه, seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, memperhatikan bagaimana Nabi ﷺ membuka shalatnya. Ia menyampaikan kepada kaum muslimin bahwa Nabi ﷺ membaca doa ini dengan penuh kekhusyukan. Para sahabat kemudian mengamalkannya, dan para tabi'in seperti Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin juga mengajarkan doa ini kepada murid-murid mereka. Hikmahnya: doa iftitah bukan sekadar bacaan, tetapi sarana menata hati sebelum berdialog dengan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah doa iftitah "Subhanakallahumma wa bihamdika, tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghairuk" setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah.
- Boleh memilih lafaz iftitah lain yang shahih, karena Nabi ﷺ mengajarkan beberapa variasi.
- Hayati maknanya: menyucikan Allah, memuji-Nya, mengagungkan nama-Nya, dan menegaskan tauhid.
- Jangan meninggalkan doa iftitah karena menganggapnya tidak penting; ia adalah sunnah yang membuka pintu kekhusyukan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.