Penjelasan Hadits Nasa'i No. 838 tentang Keutamaan shalat berjamaah dua puluh lima derajat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan 25 derajat (bagian) dibanding shalat sendirian. Ini adalah dorongan kuat dari Nabi ﷺ agar kaum muslimin menjaga shalat berjamaah, terutama shalat lima waktu di masjid. Keutamaan ini berlaku bagi yang shalat berjamaah dengan niat ikhlas mengikuti imam, bukan sekadar hadir tanpa mengikuti.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Terjemahan: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk shalat berjamaah, karena Allah memerintahkan "rukuklah bersama orang-orang yang rukuk", yakni shalatlah bersama jamaah.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Imamah, Bab Keutamaan Shalat Berjamaah, dari jalur:

Qutaibah → Malik (Imam Malik bin Anas) → Ibnu Syihab (Az-Zuhri) → Sa'id bin Al-Musayyib → Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Sanad ini sangat kuat: Imam Malik meriwayatkan dari Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri), seorang tabi'in besar, dari Sa'id bin Al-Musayyib, pemuka tabi'in di Madinah, dari Abu Hurairah, sahabat Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Hadits senada juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang serupa, menunjukkan derajat shahih yang disepakati.

Penjelasan Rinci

Makna hadits:

Sabda Nabi ﷺ "صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ أَحَدِكُمْ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ جُزْءًا" berarti shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan selisih 25 bagian (derajat pahala).

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

  1. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa angka 25 ini adalah ketetapan syariat yang tidak perlu dirasionalkan secara berlebihan; ia adalah karunia Allah yang diberikan kepada orang yang shalat berjamaah. Beliau juga menegaskan bahwa keutamaan ini mencakup shalat fardhu, dan menurut pendapat yang kuat juga berlaku untuk shalat sunnah yang disyariatkan berjamaah.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menerangkan bahwa penyebutan "25 derajat" menunjukkan perbedaan yang sangat besar antara shalat berjamaah dan shalat sendirian. Beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami angka ini sebagai 25 kali lipat pahala, dan sebagian lain memahami sebagai 25 tingkatan derajat di surga.
  3. Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa shalat berjamaah mengandung banyak manfaat: syiar Islam, persatuan kaum muslimin, saling mengenal, dan saling menolong dalam kebaikan. Semua ini menambah keutamaan di atas pahala shalat itu sendiri.
  4. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menegaskan bahwa keutamaan 25 derajat ini diperoleh ketika seseorang benar-benar mengikuti imam dengan baik, bukan hanya hadir secara fisik.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama berpendapat bahwa keutamaan 25 derajat berlaku untuk shalat berjamaah di masjid. Sebagian lain menyatakan bahwa shalat berjamaah di rumah pun mendapatkan keutamaan, namun yang paling utama adalah di masjid, terutama bagi laki-laki. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki memiliki keutamaan yang lebih besar, sebagaimana hadits-hadits lain yang menyebutkan keutamaan shalat di masjid.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, selalu berusaha shalat berjamaah. Bahkan ketika beliau sedang dalam perjalanan atau sakit ringan, beliau tetap berusaha hadir ke masjid selama masih mampu. Beliau memahami bahwa 25 derajat keutamaan itu bukan angka kecil, melainkan karunia besar yang tidak layak disia-siakan.

Imam Malik bin Anas rahimahullah, yang menjadi perawi hadits ini, dikenal sangat menjaga shalat berjamaah. Beliau pernah mengatakan bahwa shalat berjamaah adalah sunnah yang harus dijaga, dan meninggalkannya tanpa udzur syar'i adalah kekurangan yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah shalat berjamaah, terutama shalat lima waktu, karena keutamaannya 25 derajat dibanding shalat sendirian.
  2. Bagi laki-laki, utamakan shalat berjamaah di masjid, karena itu adalah syiar Islam yang paling jelas.
  3. Bagi yang memiliki udzur (sakit, safar, atau kesulitan berat), shalat sendirian tetap sah dan tetap berpahala, namun keutamaan 25 derajat hanya didapat dengan berjamaah.
  4. Ikhlaskan niat saat berjamaah, karena keutamaan ini bukan hanya soal hadir, tetapi soal mengikuti imam dengan benar dan niat yang benar.
  5. Jangan meremehkan shalat berjamaah hanya karena sibuk atau lelah; ingatlah bahwa 25 derajat adalah karunia besar dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?