Penjelasan Hadits Nasa'i No. 817 tentang Keutamaan shalawat untuk barisan pertama dan kedua

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang besar bagi orang-orang yang berada di barisan (shaf) pertama dalam shalat berjamaah. Rasulullah ﷺ mendoakan mereka tiga kali, sementara untuk barisan kedua hanya sekali. Ini adalah dalil yang sangat kuat tentang keutamaan bersegera ke masjid dan mengisi shaf pertama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Al-Imamah, Bab Keutamaan Barisan Pertama atas Kedua, nomor 817. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (nomor 997) dan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (nomor 678) dari jalur yang berbeda.

Teks Arab Hadits (sesuai riwayat An-Nasa'i):

أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ الْحِمْصِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُصَلِّي عَلَى الصَّفِّ الأَوَّلِ ثَلاَثًا وَعَلَى الثَّانِي وَاحِدَةً

Makna hadits: Rasulullah ﷺ biasa mendoakan (shalawat) untuk barisan pertama shalat sebanyak tiga kali, dan untuk barisan kedua sebanyak satu kali.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini memiliki jalur periwayatan yang dinilai hasan oleh para ulama. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Shahih Sunan Ibnu Majah menilai hadits ini shahih atau hasan. Beliau menjelaskan bahwa makna "shalawat" di sini adalah doa, sebagaimana doa Nabi ﷺ untuk umatnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Shalawat" dalam Hadits:

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalawat dari Nabi ﷺ kepada umatnya adalah doa. Ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56 yang artinya, "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

2. Keutamaan Barisan Pertama:

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fathul Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa keutamaan barisan pertama dalam shalat berjamaah sangat besar. Hal ini karena barisan pertama adalah barisan yang paling dekat dengan imam dan paling dekat dengan kiblat. Orang yang berada di barisan pertama biasanya adalah mereka yang bersegera datang ke masjid.

3. Hikmah Doa Tiga Kali untuk Barisan Pertama:

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa pengkhususan doa tiga kali untuk barisan pertama menunjukkan betapa besar keutamaan mereka. Ini juga menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk bersegera menuju masjid dan tidak berlambat-lambat sehingga kehilangan barisan pertama.

4. Hadits-Hadits Pendukung:

Hadits ini diperkuat oleh hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

"Seandainya manusia mengetahui apa yang ada pada panggilan shalat (azan) dan barisan pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundi." (HR. Al-Bukhari no. 615, Muslim no. 437)

5. Perbedaan Derajat Barisan:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan barisan shalat berurutan: barisan pertama paling utama, kemudian barisan kedua, dan seterusnya. Ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani:

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا

"Sebaik-baik barisan laki-laki adalah yang pertama dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir." (HR. Abu Dawud no. 678, dinilai shahih oleh al-Albani)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk mendapatkan barisan pertama. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ selesai shalat, beliau menghadap kepada jamaah dan bersabda:

"Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban yang Allah tetapkan, maka salah satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat derajatnya." (HR. Muslim no. 666)

Para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiyallahu 'anhum dikenal sangat bersemangat datang awal ke masjid. Mereka tidak ingin kehilangan barisan pertama. Bahkan diriwayatkan bahwa sebagian sahabat datang ke masjid sebelum adzan dikumandangkan agar bisa shalat sunnah dan menunggu shalat berjamaah di barisan terdepan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegera ke masjid untuk mendapatkan barisan pertama, karena Nabi ﷺ mendoakan mereka tiga kali.
  2. Jangan berlambat-lambat sehingga kehilangan barisan pertama dan harus shalat di barisan belakang.
  3. Jaga kekhusyukan di barisan pertama dengan tidak sibuk dengan hal-hal yang mengurangi pahala shalat.
  4. Ajarkan kepada keluarga tentang keutamaan shalat berjamaah di barisan pertama.
  5. Niatkan karena Allah, bukan karena riya atau pamer, karena keikhlasan adalah syarat diterimanya amal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?