Bab Larangan Nabi صلى الله عليه وسلم untuk Meludah di Depan atau di Kanan Saat Shalat
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا بِحَصَاةٍ وَنَهَى أَنْ يَبْصُقَ الرَّجُلُ بَيْنَ يَدَيْهِ أَوْ عَنْ يَمِينِهِ وَقَالَ " يَبْصُقُ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى " .
Qutaibah telah memberitakan kepada kami, Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Humayd bin Abdurrahman, dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم melihat ludah di arah kiblat masjid. Ia menggaruknya dengan kerikil dan melarang seorang untuk meludah ke depan atau ke kanan. Ia bersabda: "Biarkan ia meludah ke kiri atau di bawah kaki kirinya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
