Bab Larangan Nabi ﷺ untuk Meludah di Depan atau di Kanan Saat Shalat
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا بِحَصَاةٍ وَنَهَى أَنْ يَبْصُقَ الرَّجُلُ بَيْنَ يَدَيْهِ أَوْ عَنْ يَمِينِهِ وَقَالَ " يَبْصُقُ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى " .
Qutaibah telah memberitakan kepada kami, Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Humayd bin Abdurrahman, dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Nabi ﷺ melihat ludah di arah kiblat masjid. Ia menggaruknya dengan kerikil dan melarang seorang untuk meludah ke depan atau ke kanan. Ia bersabda: "Biarkan ia meludah ke kiri atau di bawah kaki kirinya."