Penjelasan Hadits Nasa'i No. 705 tentang Keutamaan melangkah ke masjid menghapus dosa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar berjalan ke masjid: setiap langkah kaki saat menuju masjid dicatat sebagai kebaikan dan menghapus keburukan. Ini menunjukkan bahwa perjalanan ke masjid bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi setiap langkahnya bernilai pahala dan ampunan. Hadits ini mendorong kita untuk bersemangat dan tidak malas menuju masjid.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Masjid, Bab Keutamaan Pergi ke Masjid, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ:

<p>حِينَ يَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى مَسْجِدِهِ فَرِجْلٌ تُكْتَبُ حَسَنَةً وَرِجْلٌ تَمْحُو سَيِّئَةً</p>

Terjemahan: "Ketika seorang lelaki keluar dari rumahnya menuju masjidnya, maka satu kaki mencatat satu kebaikan dan kaki yang lain menghapus satu keburukan."

Hadits ini semakna dengan riwayat yang lebih panjang dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang orang yang pergi ke masjid: setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan menghapus satu dosa. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits ini menunjukkan keutamaan berjalan ke masjid dan bahwa pahala serta ampunan berlaku pada setiap langkah, bukan hanya saat sampai.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa makna "menghapus keburukan" adalah diampuninya dosa-dosa kecil, sebagaimana dijelaskan dalam banyak hadits lain tentang wudhu dan shalat yang menghapus dosa kecil.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama, keutamaan berjalan ke masjid. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa para salaf sangat memperhatikan langkah mereka menuju masjid, karena setiap langkah bernilai pahala. Mereka tidak hanya memikirkan shalatnya, tetapi juga perjalanannya.

Kedua, makna "satu kaki mencatat kebaikan dan kaki lain menghapus keburukan". Para ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar memahami bahwa ini adalah gambaran bahwa setiap langkah — kaki kanan maupun kiri — memiliki dampak: yang satu menambah pahala, yang lain menghapus dosa. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini berlaku bergantian: langkah pertama mencatat kebaikan, langkah berikutnya menghapus keburukan, dan seterusnya.

Ketiga, dosa yang dihapus adalah dosa kecil. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ampunan melalui amal-amal seperti ini berlaku untuk dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat khusus. Ini sejalan dengan QS. An-Nisa [4]: 31 dan QS. Asy-Syura [42]: 37 tentang diampuninya dosa-dosa kecil bagi orang yang menjauhi dosa besar.

Keempat, hadits ini juga menunjukkan bahwa masjid memiliki keutamaan khusus. Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah, dan berjalan ke sana adalah ibadah tersendiri.

Kelima, tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil keutamaan berjalan ke masjid. Al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menegaskan keabsahan hadits ini dan semakna dengan riwayat Bukhari-Muslim.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak radhiyallahu 'anhu, seorang ulama besar Tabi'ut Tabi'in, sangat bersemangat berjalan ke masjid. Beliau pernah berkata bahwa beliau tidak pernah meninggalkan langkahnya menuju masjid tanpa mengharap pahala, karena beliau yakin dengan janji Nabi ﷺ dalam hadits ini. Fudail bin 'Iyadh juga dikenal sering berjalan kaki ke masjid meskipun jaraknya jauh, dan beliau mengatakan bahwa setiap langkah adalah penghapus dosa dan penambah pahala. Kisah-kisah ini menunjukkan bagaimana para salaf menghidupkan sunnah ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah berjalan ke masjid, karena setiap langkah dicatat sebagai kebaikan dan menghapus keburukan.
  2. Jangan malas atau menganggap remeh perjalanan ke masjid, meskipun jauh atau cuaca kurang mendukung.
  3. Perbanyak langkah dengan berjalan kaki jika memungkinkan, bukan selalu berkendara, untuk meraih pahala lebih banyak.
  4. Ikhlaslah dalam setiap langkah, karena Allah mencatat amal berdasarkan niat dan keikhlasan.
  5. Ingatlah bahwa dosa kecil diampuni melalui amal-amal seperti ini, namun tetap jauhi dosa besar dan bertaubatlah dengan sungguh-sungguh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?