Penjelasan Hadits Nasa'i No. 674 tentang Keutamaan mengucapkan seperti adzan dengan keyakinan masuk surga

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar mengikuti ucapan adzan (menjawab muadzin) dengan penuh keyakinan. Siapa yang mengucapkan seperti ucapan Bilal saat adzan dengan yakin, maka ia dijanjikan masuk Surga. Ini adalah janji keutamaan, bukan berarti meninggalkan amal lain, tetapi menunjukkan besarnya pahala menjawab adzan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan mengikuti seruan dan keyakinan:

QS. Al-Anfal [8]: 24

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika dia menyeru kamu kepada sesuatu yang menghidupkan kamu, dan ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."

Hadits terkait dari kitab shahih:

  • Shahih Muslim, dari Abu Hurairah: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin." (Makna umum; riwayat Muslim)
  • Sunan An-Nasa'i no. 674 ini diriwayatkan dari Abu Hurairah melalui jalur an-Nadhr bin Sufyan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjawab adzan adalah sunnah muakkadah dan memiliki keutamaan besar.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mengikuti ucapan muadzin termasuk amal yang mendekatkan kepada Surga.
  • As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa "keyakinan" (yaqin) dalam menerima seruan Allah dan Rasul-Nya adalah syarat utama diterimanya amal.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menceritakan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bersama Rasulullah ﷺ ketika Bilal radhiyallahu 'anhu mengumandangkan adzan. Setelah Bilal selesai (terdiam), Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang mengucapkan seperti ini dengan keyakinan, ia akan masuk Surga."

Makna "mengucapkan seperti ini" adalah menjawab setiap kalimat adzan dengan kalimat yang sama, kecuali pada kalimat "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" dijawab dengan "La hawla wa la quwwata illa billah" (sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain yang shahih). Ini dipahami oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar sebagai bentuk mengikuti ucapan muadzin.

Kata "dengan keyakinan" (يَقِينًا) menunjukkan bahwa janji Surga ini terkait dengan keyakinan hati, bukan sekadar ucapan lisan. As-Sa'di menjelaskan bahwa amal yang disertai keyakinan dan keikhlasan adalah amal yang diterima. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menekankan bahwa keyakinan adalah ruh amal; tanpa keyakinan, amal menjadi jasad tanpa ruh.

Para ulama berbeda pendapat tentang makna "masuk Surga" dalam hadits ini:

  • Sebagian ulama (seperti Imam an-Nawawi) memahami bahwa ini adalah janji keutamaan yang menunjukkan besarnya pahala, bukan berarti orang tersebut tidak perlu amal lain atau tidak dihisab.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan menjawab adzan, dan janji Surga di sini adalah janji yang bersifat mutlak bagi yang memenuhi syarat keyakinan dan ikhlas.
  • Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar, dan janji Surga adalah untuk orang yang menjawab adzan dengan yakin, ikhlas, dan tidak menyekutukan Allah, serta tetap menjalankan kewajiban agama lainnya. Ini sejalan dengan pemahaman Ahlus Sunnah yang tidak memisahkan antara janji keutamaan dengan kewajiban amal.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Bilal radhiyallahu 'anhu mengumandangkan adzan di hadapan Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ mendengarkan adzan dengan penuh perhatian. Setelah Bilal selesai, Nabi ﷺ menyampaikan janji besar itu. Abu Hurairah kemudian meriwayatkan hadits ini kepada murid-muridnya, termasuk an-Nadhr bin Sufyan, sehingga sampai kepada kita melalui Sunan An-Nasa'i. Hikmahnya: menjawab adzan adalah amal ringan namun berpahala besar, dan keyakinan hati adalah kunci diterimanya amal. (Sumber: Sunan An-Nasa'i dan penjelasan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim)

Kesimpulan Praktis

  • Biasakan menjawab adzan dengan mengikuti ucapan muadzin, dan pada kalimat "Hayya 'alash shalah" serta "Hayya 'alal falah" ucapkan "La hawla wa la quwwata illa billah".
  • Hadirkan keyakinan dan keikhlasan dalam hati saat menjawab adzan, bukan sekadar lisan.
  • Pahami bahwa janji Surga dalam hadits ini adalah keutamaan besar, namun tetap jalankan kewajiban agama lainnya.
  • Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak untuk menjawab adzan dengan penuh adab.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?