Penjelasan Hadits Nasa'i No. 650 tentang Kalimat akhir adzan Bilal

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat An-Nasa'i ini menjelaskan bahwa kalimat penutup adzan Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu adalah "Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah". Ini menunjukkan bahwa adzan diakhiri dengan kalimat tauhid, yaitu pengakuan bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari adzan yang disyariatkan, dan menjadi penutup yang agung karena mengakhiri seruan kepada shalat dengan kalimat tauhid.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Adzan, Bab Akhir Adzan, nomor 650. Sanadnya: Suwaid → Abdullah (bin al-Mubarak) → Sufyan (ats-Tsauri) → Manshur → Ibrahim → Al-Aswad.

Teks hadits:

كَانَ آخِرُ أَذَانِ بِلاَلٍ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

Terjemahan: "Kata-kata terakhir dari adzan Bilal adalah: 'Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah'."

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang perintah adzan dan seruan kepada shalat:

QS. Al-Ma'idah [5]: 58

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Terjemahan: "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."

Ayat ini menunjukkan bahwa adzan adalah seruan kepada shalat yang telah dikenal sejak awal Islam, dan orang-orang munafik serta kafir mengejeknya. Ini menunjukkan betapa pentingnya adzan dalam syariat.

Hadits lain yang relevan tentang kalimat adzan:

Dari Abu Mahdzurah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ mengajarkan adzan dengan lafaz yang diakhiri "La ilaha illallah" (HR. Muslim). Ini memperkuat bahwa adzan memang diakhiri dengan kalimat tauhid.

Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya menyebutkan hadits ini dalam bab khusus tentang akhir adzan, menunjukkan perhatian beliau terhadap detail lafaz adzan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan tentang lafaz terakhir dari adzan Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu. Al-Aswad bin Yazid an-Nakha'i, seorang tabi'in terpercaya, mengabarkan bahwa adzan Bilal diakhiri dengan "Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah". Ini menunjukkan bahwa setelah kalimat "Allahu Akbar" yang terakhir, tidak ada lagi kalimat "La ilaha illallah" yang diulang, melainkan hanya sekali.

Para ulama dari daftar yang disebutkan memiliki penjelasan tentang lafaz adzan. Imam An-Nasa'i sendiri meriwayatkan hadits ini dalam bab "Akhir Adzan", yang menunjukkan bahwa beliau menganggapnya sebagai dalil tentang lafaz penutup adzan. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat, berpendapat bahwa adzan diakhiri dengan "La ilaha illallah" tanpa diulang. Ini juga merupakan pendapat yang dipilih oleh sebagian ulama seperti Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya "Zad al-Ma'ad", di mana beliau menjelaskan bahwa adzan Nabi ﷺ diakhiri dengan kalimat tauhid.

Namun, ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang jumlah takbir di awal adzan. Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa takbir di awal adzan adalah empat kali, sedangkan Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat dua kali. Hadits ini menunjukkan bahwa adzan Bilal memiliki dua takbir di awal, lalu dua takbir lagi, lalu kalimat tauhid. Ini mendukung pendapat Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bahwa takbir dalam adzan adalah dua kali, bukan empat kali. Namun, perlu dicatat bahwa hadits ini hanya menyebutkan bagian akhir adzan, bukan keseluruhan lafaznya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam "Fath al-Bari" menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang adzan memiliki variasi lafaz, dan para ulama berbeda pendapat tentang jumlah takbir. Namun, yang paling kuat adalah pendapat yang sesuai dengan hadits Abu Mahdzurah yang shahih, di mana adzan dimulai dengan empat takbir, kemudian dua syahadat, dan diakhiri dengan "La ilaha illallah". Hadits Al-Aswad ini mungkin merujuk pada adzan Bilal secara khusus, yang bisa jadi berbeda dengan adzan yang diajarkan Nabi ﷺ secara umum, atau bisa jadi hadits ini hanya menyebutkan bagian akhirnya saja.

Imam an-Nawawi dalam "Syarh Shahih Muslim" menjelaskan bahwa adzan yang disyariatkan adalah yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Abu Mahdzurah, dan itu yang menjadi pegangan mayoritas ulama. Namun, beliau juga menyebutkan bahwa ada riwayat tentang adzan Bilal yang diakhiri dengan "La ilaha illallah" tanpa diulang, dan ini menunjukkan bahwa kalimat tauhid adalah penutup adzan.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam "Fath al-Bari" menjelaskan bahwa mengakhiri adzan dengan kalimat tauhid memiliki makna yang dalam, yaitu mengingatkan bahwa tujuan akhir dari segala ibadah adalah tauhid kepada Allah. Setelah menyeru kepada shalat, yang merupakan ibadah fisik, adzan ditutup dengan kalimat yang merupakan inti dari agama, yaitu pengakuan akan keesaan Allah.

Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa adzan yang benar adalah yang sesuai dengan hadits-hadits shahih, dan kalimat penutupnya adalah "La ilaha illallah" sekali saja. Beliau juga menekankan bahwa adzan adalah ibadah yang harus diikuti dengan penuh khusyuk dan tidak boleh diubah-ubah.

Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam "Irwa' al-Ghalil" menyebutkan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan bahwa adzan diakhiri dengan "La ilaha illallah" tanpa diulang. Beliau juga menjelaskan bahwa ini adalah pendapat yang kuat, meskipun ada riwayat lain yang menyebutkan pengulangan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adzan yang disyariatkan adalah yang diakhiri dengan kalimat tauhid "La ilaha illallah" sekali, dan ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan hadits-hadits shahih. Perbedaan pendapat tentang jumlah takbir di awal adzan adalah masalah furu' (cabang) yang tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan, karena kedua pendapat memiliki dalilnya masing-masing.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu adalah muadzin Nabi ﷺ yang suaranya sangat merdu dan lantang. Setiap kali waktu shalat tiba, beliau naik ke tempat yang tinggi dan mengumandangkan adzan dengan penuh semangat. Al-Aswad bin Yazid, seorang tabi'in yang mulia, pernah mendengar adzan Bilal dan memperhatikan bahwa kalimat terakhir yang beliau ucapkan adalah "Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah". Al-Aswad kemudian meriwayatkan hal ini kepada murid-muridnya, dan akhirnya sampai kepada Imam An-Nasa'i.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa adzan bukan sekadar seruan biasa, tetapi merupakan pengingat akan tauhid. Bilal, yang dulunya adalah seorang budak yang disiksa karena keimanannya, kini menjadi muadzin Nabi ﷺ yang mengumandangkan kalimat tauhid setiap hari. Ini menunjukkan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Kesimpulan Praktis

  1. Adzan diakhiri dengan kalimat tauhid "La ilaha illallah" sekali, tanpa diulang.
  2. Kalimat tauhid adalah penutup yang agung karena mengingatkan kita akan inti agama, yaitu mengesakan Allah.
  3. Perbedaan pendapat tentang jumlah takbir di awal adzan adalah masalah furu' yang tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.
  4. Hendaknya kita mengumandangkan adzan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ dan menghayati maknanya.
  5. Adzan adalah syiar Islam yang harus dijaga dan dihormati.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?