Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah shalat yang dikerjakan tepat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah. Ini adalah petunjuk penting bagi kita untuk mendahulukan kewajiban shalat di awal waktu, menjaga hubungan baik dengan orang tua, dan bersungguh-sungguh dalam membela agama Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
(QS. An-Nisa' [4]: 103)
Terjemahan: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Ayat ini menegaskan bahwa shalat memiliki waktu-waktu yang telah ditetapkan, dan menunaikannya tepat waktu adalah bagian dari keimanan.
Hadits:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan al-Kubra (Kitab Waktu Shalat, Bab Keutamaan Shalat pada Waktunya, no. 610). Perawinya adalah 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat di awal waktu, karena shalat adalah tiang agama dan ibadah yang paling utama.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menegaskan bahwa shalat tepat waktu lebih utama daripada jihad, karena jihad disebut setelah shalat dan birrul walidain dalam hadits ini.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa "shalat pada waktunya" mencakup shalat fardhu yang dikerjakan di awal waktu, bukan menunda-nunda hingga akhir waktu tanpa uzur.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan dari sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, yang dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling paham Al-Qur'an dan sunnah. Beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang amal yang paling dicintai Allah, dan jawaban beliau ﷺ memberikan urutan prioritas yang jelas:
- Shalat pada waktunya – Ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama. Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menekankan bahwa mengerjakan shalat di awal waktu adalah lebih afdhal, kecuali jika ada uzur syar'i seperti cuaca sangat dingin atau panas yang menyulitkan, di mana boleh menunda hingga waktu yang lebih nyaman (seperti shalat Zhuhur di akhir waktu saat cuaca sangat panas, berdasarkan hadits tentang isbrad).
- Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) – Setelah shalat, amal yang paling dicintai Allah adalah berbakti kepada kedua orang tua. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah sering menggandengkan perintah beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua (QS. Al-Isra' [17]: 23). Ini menunjukkan betapa besarnya hak orang tua dalam Islam.
- Jihad di jalan Allah – Jihad disebut setelah birrul walidain, karena jihad adalah amal yang sangat mulia, namun tidak boleh mengalahkan kewajiban terhadap orang tua kecuali dalam keadaan darurat. Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits bahwa seorang sahabat meminta izin untuk berjihad, lalu Nabi ﷺ bertanya, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab, "Ya." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Maka berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya." (HR. Bukhari no. 3004).
Perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa jihad fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) dalam kondisi tertentu bisa lebih utama dari birrul walidain, namun secara umum, birrul walidain tetap didahulukan jika jihad bersifat fardhu kifayah.
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa urutan dalam hadits ini menunjukkan keutamaan, bukan berarti jihad tidak penting, tetapi shalat dan birrul walidain adalah fondasi yang harus dijaga.
Kesimpulan dari para ulama Ahlus Sunnah: Shalat tepat waktu adalah amal yang paling dicintai Allah, dan kita harus berusaha keras untuk menjaganya, terutama di awal waktu.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa beliau sangat menjaga shalat di awal waktu. Suatu hari, beliau ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Abu Abdurrahman, amal apakah yang paling utama?" Maka beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." Kemudian beliau menceritakan hadits ini dari Rasulullah ﷺ. (HR. An-Nasa'i no. 610).
Kisah ini mengajarkan kita bahwa para sahabat sangat antusias untuk mengetahui amal yang paling dicintai Allah, dan mereka langsung mengamalkannya. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, "Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya, maka Allah akan memuliakannya dengan sepuluh kemuliaan: dicintai Allah, badannya sehat, dijaga dari azab kubur, diberikan kitab amal dengan tangan kanan, berjalan di atas shirath seperti kilat, masuk surga tanpa hisab, dan ditemani para nabi." (Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam Hilyah al-Auliya').
Kesimpulan Praktis
- Jaga shalat tepat waktu – Usahakan untuk shalat di awal waktu, karena ini adalah amal yang paling dicintai Allah.
- Berbakti kepada orang tua – Jangan sampai kesibukan dunia atau bahkan ibadah lain melalaikan kita dari berbakti kepada mereka.
- Jihad yang dimaksud – Jihad tidak hanya perang, tetapi juga berjuang melawan hawa nafsu, menuntut ilmu, dan berdakwah. Namun, tetap utamakan shalat dan birrul walidain.
- Prioritas hidup – Jadikan shalat sebagai tiang utama, lalu orang tua, lalu amal-amal lainnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.