Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5506 tentang Doa berlindung dari siksa kubur, neraka, fitnah, dan Dajjal

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kita berlindung kepada Allah dari empat perkara besar: siksa kubur, siksa neraka, fitnah (ujian) hidup dan mati, serta kejahatan Dajjal. Doa ini sunnah dibaca, terutama dalam shalat sebelum salam. Intinya: seorang muslim tidak boleh merasa aman dari ujian, sehingga ia terus memohon perlindungan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan (Kitab Isti'adzah, no. 5506), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, dan juga terdapat dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah dengan makna yang sama. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mencakup empat perkara besar yang wajib diwaspadai setiap hamba.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan permohonan perlindungan dari neraka:

قَالُوا رَبَّنَا إِنَّنَا أَمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

QS. Ali 'Imran [3]: 16

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."

Juga firman Allah:

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

QS. Ali 'Imran [3]: 191

"...dan lindungilah kami dari azab neraka."

Penjelasan Rinci

Doa ini terdiri dari empat permohonan perlindungan:

Pertama: عَذَابِ الْقَبْرِ (siksa kubur). Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa siksa kubur adalah perkara yang wajib diimani dan dimohonkan perlindungan darinya. Karena itu Nabi ﷺ mengajarkannya secara rutin, bukan sekali-kali.

Kedua: عَذَابِ النَّارِ (siksa api neraka). Ini mencakup permohonan agar dijauhkan dari neraka dan sebab-sebab yang mengantarkan ke sana, sebagaimana dipahami oleh Ibn Katsir dalam tafsirnya terhadap ayat-ayat tentang perlindungan dari neraka.

Ketiga: فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ (fitnah kehidupan dan kematian). Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan maknanya mencakup ujian-ujian hidup seperti fitnah harta, kekuasaan, syahwat, serta fitnah saat kematian (misalnya godaan setan saat sakratul maut) dan fitnah setelah kematian seperti pertanyaan kubur.

Keempat: شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (kejahatan Dajjal). An-Nawawi dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Dajjal adalah fitnah terbesar yang menimpa manusia, karena itu Nabi ﷺ memerintahkan berlindung darinya, terutama di akhir shalat.

Tempat membacanya: Menurut Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar, doa ini disunnahkan dibaca dalam shalat sebelum salam, berdasarkan hadits lain dari Abu Hurairah dalam Shahih Muslim: "Apabila salah seorang dari kalian selesai dari tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat perkara..." — dan disebutkan empat perkara tersebut.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat tekun meriwayatkan doa-doa perlindungan Nabi ﷺ, termasuk doa ini. Dalam Shahih Muslim, Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat perkara: dari siksa neraka, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejahatan Dajjal." Hikmahnya: Nabi ﷺ tidak ingin umatnya lengah, sehingga beliau menanamkan dalam hati sahabat kesadaran akan besarnya ujian dan pentingnya berlindung kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  • Bacalah doa ini dalam shalat sebelum salam, sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
  • Hayati maknanya: jangan merasa aman dari ujian hidup, kematian, dan fitnah Dajjal.
  • Perbanyak isti'adzah (permohonan perlindungan) dengan doa ini di waktu-waktu lain juga.
  • Imani siksa kubur dan fitnah Dajjal sebagai bagian dari aqidah Ahlus Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?