Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5499 tentang Doa perlindungan saat bepergian

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan doa perlindungan yang dibaca Nabi ﷺ ketika hendak safar (bepergian). Beliau memohon perlindungan dari lima hal: beratnya perjalanan, kesedihan saat pulang, nikmat yang hilang setelah pernah ada, doa orang yang dizalimi, dan pemandangan buruk menimpa keluarga, harta, serta anak. Doa ini menunjukkan adab seorang mukmin yang selalu bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab al-Isti'adzah, Bab al-Isti'adzah min al-Haur ba'da al-Kaur, dari sahabat Abdullah bin Sarjis رضي الله عنه.

Teks hadits lengkap:

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا سَافَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَالْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ وَدَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ

Terjemahan: "Dari Abdullah bin Sarjis, bahwa Rasulullah ﷺ jika bepergian, beliau berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan saat kembali, kehilangan setelah banyak (nikmat), dari doa orang yang teraniaya, dan dari melihat sesuatu yang buruk menimpa keluargaku, hartaku, dan anakku.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan — perintah berdoa dan berlindung kepada Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

(QS. Ghafir [40]: 60)

Terjemahan: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'"

Kaitan dengan ulama: Imam An-Nasa'i memasukkan hadits ini dalam kitab al-Isti'adzah (kitab tentang permohonan perlindungan), menunjukkan bahwa doa safar ini termasuk isti'adzah yang disyariatkan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits serupa dari Ibnu Umar menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari bahaya lahir dan batin selama safar. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari juga menyebutkan doa safar Nabi ﷺ dan menjelaskan makna-makna lafazhnya.

Penjelasan Rinci

1. Makna lafazh doa satu per satu:

  • وَعْثَاءِ السَّفَرِ (wa'tsa' as-safar): kesulitan, keletihan, dan beratnya perjalanan. Safar memang mengandung kelelahan fisik dan risiko. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini mencakup segala kesulitan yang menyertai perjalanan.
  • كَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ (ka'abah al-munqalab): kesedihan ketika kembali. Yakni seseorang pulang dari safar namun mendapati musibah menimpa keluarganya, atau ia pulang dengan tangan hampa. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ini adalah kesedihan yang menimpa saat kembali kepada keluarga.
  • الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ (al-haur ba'da al-kaur): menurut penjelasan para ulama, maknanya adalah kembali kepada kekurangan setelah memiliki kelimpahan, atau turun dari keadaan baik menjadi buruk. Sebagian ulama seperti Ibnu al-Atsir (dalam an-Nihayah, yang merupakan rujukan bahasa yang dipakai para ulama hadits) menjelaskan: al-kaur adalah keadaan banyak/berlimpah, dan al-haur adalah kembali/kembali kepada kekurangan. Jadi maknanya: berlindung dari kehilangan nikmat setelah memilikinya.
  • دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ (da'wah al-mazhlum): doa orang yang dizalimi. Ini sangat berbahaya karena doa orang terzalimi tidak terhalang antara dia dan Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain.
  • سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ (su' al-manzhar fi al-ahl wa al-mal wa al-walad): melihat pemandangan buruk menimpa keluarga, harta, dan anak. Yakni seseorang pulang dan mendapati keluarganya dalam keadaan yang menyedihkan, hartanya rusak, atau anaknya dalam kondisi yang tidak diharapkan.

2. Bagaimana ulama memahami hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa safar ini adalah doa yang sangat komprehensif, mencakup perlindungan dari bahaya selama perjalanan dan setelahnya. Beliau menekankan pentingnya membaca doa ini ketika memulai safar.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan doa-doa safar Nabi ﷺ dan menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan perlindungan dari lima fitnah besar: fitnah fisik (kelelahan), fitnah psikis (kesedihan), fitnah nikmat (kehilangan setelah memiliki), fitnah sosial (kezaliman), dan fitnah keluarga (kerusakan keluarga dan harta).

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan bahwa safar adalah keadaan yang penuh risiko, sehingga Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan Allah sebelum dan selama safar.

3. Perbedaan riwayat:

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim dari Ibnu Umar رضي الله عنهما dengan lafazh yang hampir sama. Imam An-Nasa'i meriwayatkan dari Abdullah bin Sarjis dengan tambahan وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ وَالوَلَدِ. Para ulama seperti Ibnu Hajar dan an-Nawawi menyebutkan bahwa tambahan ini shahih dan merupakan bagian dari doa Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Sarjis رضي الله عنه adalah seorang sahabat yang meriwayatkan doa ini langsung dari Nabi ﷺ. Beliau memperhatikan dengan seksama apa yang dibaca Nabi ﷺ ketika hendak safar, lalu menghafalnya dan menyampaikannya kepada umat. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menjaga sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal doa yang mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang.

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله pernah menasihatkan tentang pentingnya berdoa dan berlindung kepada Allah dalam setiap keadaan, karena seorang hamba tidak pernah lepas dari kebutuhan kepada Rabb-nya. Beliau mengatakan bahwa doa adalah senjata seorang mukmin, dan safar adalah salah satu keadaan yang paling membutuhkan perlindungan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini ketika hendak safar — sebelum berangkat, sebagai bentuk tawakkal dan permohonan perlindungan kepada Allah.
  2. Renungkan makna doa — jangan hanya membaca, tetapi pahami bahwa kita memohon perlindungan dari lima hal besar: kesulitan perjalanan, kesedihan saat pulang, kehilangan nikmat, doa orang terzalimi, dan kerusakan keluarga/harta/anak.
  3. Jauhi kezaliman — karena doa orang yang dizalimi termasuk hal yang kita berlindung darinya, maka kita harus berhati-hati agar tidak menzalimi orang lain.
  4. Jaga keluarga dan harta — dengan doa dan usaha, karena keduanya adalah amanah dari Allah.
  5. Hidupkan sunnah doa safar — ajarkan kepada keluarga dan anak-anak kita, agar mereka terbiasa bergantung kepada Allah dalam setiap perjalanan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?