Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ, mencakup perlindungan dari siksa dan fitnah kubur, fitnah neraka, fitnah Dajjal, serta fitnah kaya dan miskin. Nabi ﷺ juga memohon agar dosa dicuci dengan air salju dan es, hati dibersihkan dari dosa, dan berlindung dari kemalasan, usia tua yang lemah, utang, serta dosa. Doa ini mengajarkan kita agar tidak silau oleh kekayaan dan tidak putus asa karena kemiskinan, karena keduanya adalah ujian iman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Permohonan Perlindungan, Bab Permohonan Perlindungan dari Fitnah Kekayaan, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan fitnah harta dan ujian kekayaan:
QS. Al-Anfal [8]: 28
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Terjemahan: "Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian (fitnah), dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
QS. Al-Munafiqun [63]: 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."
Hadits terkait dari kitab shahih lain:
Shahih Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ berdoa dengan doa yang semakna, termasuk berlindung dari fitnah kekayaan dan kemiskinan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa fitnah kekayaan adalah ujian berupa kelapangan dunia yang dapat melalaikan dari akhirat, sedangkan fitnah kemiskinan adalah ujian berupa kesempitan yang dapat membuat seseorang berputus asa atau tidak sabar.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ berlindung dari fitnah kaya dan miskin menunjukkan keduanya adalah ujian berat bagi iman. Kaya diuji dengan syukur dan amanah, miskin diuji dengan sabar dan tidak berputus asa.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa permohonan perlindungan yang sangat penting bagi seorang Muslim:
Pertama, perlindungan dari siksa kubur dan fitnah kubur. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa fitnah kubur adalah pertanyaan dan ujian di alam barzakh, sedangkan siksa kubur adalah azab yang ditimpakan kepada orang yang tidak selamat dari ujian tersebut. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa beriman kepada adanya fitnah dan siksa kubur adalah bagian dari aqidah Ahlus Sunnah.
Kedua, perlindungan dari fitnah neraka, yaitu azab dan ujian yang berkaitan dengan neraka.
Ketiga, perlindungan dari kejahatan fitnah Dajjal. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar yang pernah ada, karena Dajjal membawa syubhat dan syahwat yang dapat menyesatkan banyak manusia.
Keempat, perlindungan dari fitnah kekayaan dan kemiskinan. Ini adalah inti bab hadits ini. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa kekayaan adalah fitnah karena dapat membuat seseorang lupa kepada Allah, sombong, dan kikir. Sedangkan kemiskinan adalah fitnah karena dapat membuat seseorang berputus asa, tidak sabar, dan bahkan berburuk sangka kepada Allah.
Kelima, permohonan agar dosa dicuci dengan air salju dan es. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah ungkapan metaforis yang menunjukkan permohonan pembersihan dosa secara menyeluruh, karena salju dan es adalah air yang paling murni dan dingin, yang dapat membersihkan kotoran dengan sempurna. Imam an-Nawawi menambahkan bahwa ini juga menunjukkan permohonan agar dosa dihapuskan dengan rahmat dan ampunan Allah.
Keenam, permohonan agar hati dibersihkan dari dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hati yang bersih adalah hati yang tidak memiliki penyakit seperti riya, sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan.
Ketujuh, perlindungan dari kemalasan, usia tua yang lemah, utang, dan dosa. Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa kemalasan adalah penyakit yang menghalangi seseorang dari beribadah dan beramal saleh. Usia tua yang lemah adalah kondisi yang dapat mengurangi kemampuan beramal. Utang adalah beban yang dapat membuat seseorang gelisah dan tidak tenang. Dosa adalah penyakit hati yang paling berbahaya.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang urutan dan jumlah permohonan dalam doa ini tidaklah signifikan, karena semuanya sepakat bahwa doa ini mencakup perlindungan dari berbagai fitnah dan ujian, baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang doa-doa Nabi ﷺ. Beliau memperhatikan dengan seksama doa-doa yang dibaca Nabi ﷺ dalam berbagai kesempatan, termasuk doa perlindungan ini.
Al-Hasan al-Bashri pernah menceritakan bahwa seorang salaf berkata: "Aku heran dengan orang yang diberi kekayaan tetapi tidak takut dengan fitnahnya, dan orang yang diberi kemiskinan tetapi tidak takut dengan fitnahnya. Padahal Nabi ﷺ saja berlindung dari keduanya."
Sufyan ats-Tsauri pernah berkata: "Kekayaan adalah fitnah bagi orang yang tidak mensyukurinya, dan kemiskinan adalah fitnah bagi orang yang tidak bersabar dengannya. Maka barangsiapa yang diberi kekayaan lalu bersyukur, dan diberi kemiskinan lalu bersabar, maka dia telah selamat dari kedua fitnah tersebut."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa baik kaya maupun miskin, keduanya adalah ujian. Yang menyelamatkan seseorang adalah syukur ketika kaya dan sabar ketika miskin, serta selalu berlindung kepada Allah dari fitnah keduanya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak membaca doa ini dalam shalat dan di luar shalat, karena doa ini mencakup perlindungan dari berbagai fitnah besar.
- Sadari bahwa kekayaan dan kemiskinan adalah ujian. Ketika kaya, bersyukurlah dan gunakan harta untuk ketaatan. Ketika miskin, bersabarlah dan jangan berputus asa dari rahmat Allah.
- Jaga hati dari penyakit seperti riya, sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan, karena hati yang bersih adalah kunci keselamatan.
- Berlindunglah dari kemalasan, usia tua yang lemah, utang, dan dosa, karena semuanya dapat menghalangi seseorang dari beribadah dan beramal saleh.
- Yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya yang berdoa dengan tulus dan penuh adab.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.