Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5456 tentang Bab Permohonan Perlindungan dari Keburukan Penglihatan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan doa yang sangat bermanfaat untuk memohon perlindungan Allah dari keburukan yang datang dari anggota tubuh kita sendiri: pendengaran, penglihatan, lisan, hati, dan kemaluan. Doa ini mengingatkan kita bahwa setiap anggota badan bisa menjadi sumber dosa jika tidak dijaga, dan kita butuh pertolongan Allah agar selamat dari keburukannya. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini kepada seorang sahabat yang meminta diajari doa yang dapat memberi manfaat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat

  • Sunan An-Nasa'i, Kitab Permohonan Perlindungan, Bab Permohonan Perlindungan dari Keburukan Penglihatan, no. 5456. Dari Shutair bin Shakal bin Humaid, dari ayahnya (Shakal bin Humaid) radhiyallahu 'anhu.
  • Derajat hadits ini: hasan menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 1304 dan Silsilah ash-Shahihah no. 2747.

Ayat Al-Qur'an yang terkait

Allah berfirman:

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔاۭ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl [16]: 78)

Ayat ini menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati adalah nikmat besar yang harus dijaga dan disyukuri. Doa dalam hadits di atas adalah bentuk syukur dengan memohon perlindungan dari penyalahgunaan nikmat tersebut.

Penjelasan Ulama

  • Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Bab Doa yang Dibaca di Pagi dan Petang) menyebutkan doa ini sebagai bagian dari doa yang dianjurkan, dan beliau menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari keburukan semua anggota tubuh yang bisa menjadi sumber maksiat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Ad-Da'awat) ketika membahas doa-doa perlindungan, beliau merujuk pada hadits ini dan menekankan bahwa perlindungan diminta dari keburukan yang timbul dari anggota tubuh itu sendiri, bukan dari anggota tubuhnya secara fisik. Maksudnya, kita memohon agar Allah melindungi kita dari menggunakan anggota tubuh tersebut untuk hal-hal yang dimurkai-Nya.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-Ulum wa al-Hikam (syarah 40 hadits) menjelaskan bahwa doa ini termasuk dalam kategori meminta perlindungan dari kejahatan diri sendiri, sebagaimana firman Allah: "Katakanlah, aku berlindung kepada Rabb manusia... dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi." (QS. An-Nas [114]: 1-4). Kejahatan terbesar yang menimpa manusia adalah dari anggota tubuhnya sendiri jika tidak dikendalikan dengan iman.
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa (11/186) menasihatkan untuk membaca doa ini setiap pagi dan petang karena mencakup perlindungan dari keburukan anggota tubuh yang menjadi pintu masuk dosa besar seperti zina, ghibah, dan kesyirikan hati.

Penjelasan Rinci

Doa ini singkat namun sangat dalam maknanya. Sahabat Shakal bin Humaid radhiyallahu 'anhu datang kepada Rasulullah ﷺ dan meminta doa yang bermanfaat (أَنْتَفِعُ بِهِ). Artinya, doa yang jika diamalkan akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang mencakup perlindungan dari lima hal:

  1. Keburukan pendengaran: Dilindungi dari mendengar hal-hal yang diharamkan, seperti ghibah, namimah, musik haram, perkataan dusta, dan segala sesuatu yang tidak diridhai Allah.
  2. Keburukan penglihatan: Dilindungi dari melihat hal-hal yang diharamkan, seperti pandangan terhadap aurat, tayangan maksiat, dan hal-hal yang membangkitkan syahwat haram.
  3. Keburukan lisan: Dilindungi dari ucapan yang buruk, seperti berdusta, mengumpat, mencaci, berkata kasar, dan menyakiti orang lain.
  4. Keburukan hati: Dilindungi dari penyakit hati seperti riya, ujub, sombong, hasad, dengki, dan kesyirikan.
  5. Keburukan kemaluan: Dilindungi dari perbuatan zina dan segala bentuk penyaluran syahwat yang dilarang Allah.

Mengapa Nabi mengajarkan doa ini? Karena setiap anggota tubuh ini memiliki potensi besar untuk menjadi sumber dosa. Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawab al-Kafi menyebutkan bahwa dosa-dosa besar seperti zina, syirik, dan pembunuhan berawal dari pandangan, pendengaran, dan bisikan hati. Maka doa ini adalah benteng yang kuat.

Ulama berbeda dalam memahami kata "مَنِيِّي" (air mani). Sebagian ulama menafsirkannya secara kinayah (kiasan) untuk kemaluan, dan sebagian lain mengartikannya secara harfiah, tetapi kesimpulannya sama: memohon perlindungan dari segala keburukan yang terkait dengan syahwat dan kemaluan.

Keutamaan doa ini disebutkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 2747) bahwa doa ini mencakup semua bentuk kejahatan yang mungkin timbul dari panca indera dan hati. Ini termasuk doa yang jami' (menyeluruh) dan sangat dianjurkan dibaca di waktu pagi dan petang.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Shakal bin Humaid radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang ikut dalam penaklukan kota Mekah. Beliau dikenal sebagai sahabat yang cerdas dan haus akan ilmu. Suatu hari, beliau datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkan aku doa yang dapat aku manfaatkan." Permintaan ini menunjukkan keinginan beliau untuk memiliki bekal yang paling berguna, bukan sekadar doa yang panjang dan sulit. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang singkat namun mencakup perlindungan dari segala keburukan yang bersumber dari dirinya sendiri.

Hikmah dari kisah ini: seorang mukmin sejati tidak hanya meminta doa yang baik, tetapi juga doa yang bermanfaat—yakni yang melindungi dari kejahatan. Dan doa terbaik adalah yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti doa ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Baca doa ini setiap pagi dan petang sebagai benteng dari segala dosa yang mungkin timbul dari anggota tubuh kita.
  2. Hafalkan dan ajarkan kepada keluarga karena doa ini mudah diingat dan sangat bermanfaat.
  3. Jaga anggota tubuh kita dengan sungguh-sungguh sesuai yang kita minta dalam doa: jaga telinga dari pendengaran haram, jaga mata dari pandangan haram, jaga lisan dari ucapan buruk, jaga hati dari penyakit hati, dan jaga kemaluan dari zina.
  4. Sadari bahwa kita lemah dan butuh pertolongan Allah setiap saat. Doa ini mengajarkan tawadhu dan rasa bergantung hanya kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.