Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5448 tentang Doa berlindung dari kelemahan, kemalasan, kikir, dan fitnah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan doa perlindungan yang sangat lengkap: Nabi ﷺ berlindung kepada Allah dari kelemahan, kemalasan, kikir, pikun/usia tua yang lemah, azab kubur, serta fitnah (ujian) hidup dan mati. Doa ini mencakup perbaikan agama, badan, harta, dan akhirat sekaligus. Kita dianjurkan membacanya secara rutin, terutama di pagi dan sore, karena ia menghimpun permohonan perlindungan dari berbagai keburukan besar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Permohonan Perlindungan, Bab Memohon Perlindungan dari Kecukupan (nomor 5448), dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه, melalui jalur Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan). Perawi lain dalam sanad: Mu'adz bin Hisyam dan ayahnya Hisyam ad-Dastawa'i, serta Muhammad bin al-Mutsanna.

Hadits semakna juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik, dengan lafaz yang berdekatan, sehingga kedudukannya shahih dan disepakati.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema berlindung kepada Allah:

QS. Al-Falaq [113]: 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Terjemahan: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh."

QS. An-Nas [114]: 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Terjemahan: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa isti'adzah (memohon perlindungan) adalah ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah, dan Nabi ﷺ sendiri mempraktikkannya dalam doa-doa harian beliau.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menghimpun enam permohonan perlindungan yang masing-masing menutup pintu keburukan besar dalam kehidupan seorang hamba:

1. الْعَجْزِ (al-'ajz) — ketidakmampuan/kelemahan.

Yaitu lemahnya badan atau jiwa sehingga seseorang tidak sanggup menjalankan ketaatan dan kewajiban. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam al-Fawa'id menjelaskan bahwa kelemahan adalah pangkal dari banyak keburukan, karena orang yang lemah tidak mampu beramal meski niatnya baik.

2. الْكَسَلِ (al-kasal) — kemalasan.

Yaitu malas dan menunda-nunda kebaikan padahal mampu. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kemalasan adalah penyakit hati yang menghalangi hamba dari amal shalih, dan ia berbeda dari kelemahan: kelemahan adalah ketidakmampuan, sedangkan kemalasan adalah ketidakmauan meski ada kemampuan.

3. الْبُخْلِ (al-bukhl) — kikir.

Yaitu enggan mengeluarkan harta di jalan yang Allah perintahkan. Ibnul Qayyim menyebut kikir sebagai penyakit yang merusak jiwa dan sosial, karena ia menahan hak orang lain dan menahan diri dari kedermawanan.

4. الْهَرَمِ (al-haram) — pikun/usia tua yang lemah.

Yaitu kondisi kembali lemah seperti anak kecil di akhir usia, hilangnya akal dan kekuatan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah permohonan perlindungan dari keadaan yang membuat seseorang tidak lagi mampu beribadah dan berbuat baik, serta menjadi beban orang lain.

5. عَذَابِ الْقَبْرِ ('adzabil qabr) — azab kubur.

Yaitu siksa yang terjadi di alam barzakh. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Ahwal al-Qubur menjelaskan bahwa azab kubur adalah kenyataan yang wajib diimani, dan doa ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan keselamatan hamba di alam barzakh.

6. فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ (fitnatil mahya wal mamat) — fitnah/ujian hidup dan mati.

Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa fitnah hidup adalah segala ujian yang menimpa seseorang semasa hidup — baik berupa syubhat (keraguan) maupun syahwat (hawa nafsu) — sedangkan fitnah mati mencakup ujian saat sakratul maut dan fitnah setelah kematian (pertanyaan kubur, serta fitnah Dajjal menurut sebagian ulama).

Kesimpulan para ulama: Doa ini mencakup perlindungan dari empat keburukan diri (lemah, malas, kikir, pikun), satu keburukan akhirat (azab kubur), dan satu keburukan menyeluruh (fitnah hidup dan mati). Karena itu, Imam an-Nawawi menganjurkan membacanya secara rutin, dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa doa ini sebaiknya dibaca di pagi dan sore hari, mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama membahas apakah "fitnah" di sini mencakup fitnah Dajjal secara khusus. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa fitnah hidup dan mati mencakup seluruh ujian, dan fitnah Dajjal termasuk di dalamnya. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mencakup makna luas, karena lafaz hadits bersifat umum ('am).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik رضي الله عنه, yang melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, memperhatikan bahwa Nabi ﷺ selalu mengulang-ulang doa ini. Anas berkata bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa ini kepada para sahabat seolah-olah beliau ingin setiap muslim memilikinya sebagai benteng harian. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, yang meriwayatkan hadits ini dari Anas, adalah seorang Tabi'in yang dikenal sangat menjaga hafalan dan meriwayatkan hadits dengan teliti. Ia menyampaikan hadits ini agar umat setelahnya tidak melupakan doa perlindungan yang agung ini.

Hikmah: Nabi ﷺ — manusia paling mulia dan paling kuat imannya — tetap berlindung dari kelemahan dan kemalasan. Ini menunjukkan bahwa seorang hamba tidak boleh merasa aman dari penyakit hati dan badan, dan bahwa doa adalah senjata utama dalam menjaga diri.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini di pagi dan sore hari, karena ia menghimpun perlindungan dari enam keburukan besar.
  2. Renungkan maknanya saat membacanya, jangan hanya melafalkan tanpa memahami.
  3. Jauhi kemalasan dan kikir dengan memperbanyak amal shalih dan sedekah, karena doa harus disertai usaha.
  4. Ingatlah azab kubur dan persiapkan bekal untuknya dengan taubat dan amal shalih.
  5. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan anak-anak agar menjadi kebiasaan baik sejak dini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?