Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5446 tentang Memohon perlindungan dari lima perkara termasuk kebakhilan dan siksa kubur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang sangat penting. Rasulullah ﷺ memohon perlindungan kepada Allah dari lima perkara: kebakhilan (pelit), sifat pengecut (takut), usia yang buruk (pikun), fitnah hati (kekacauan dalam hati), dan siksa kubur. Ini adalah panduan agar kita senantiasa berlindung kepada Allah dari keburukan akhlak, keburukan hidup, dan keburukan akhirat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Al-Isti'adzah (Memohon Perlindungan), Bab Memohon Perlindungan dari Kebakhilan, nomor 5446. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (Arab):

<p>عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ: مِنَ الْبُخْلِ، وَالْجُبْنِ، وَسُوءِ الْعُمُرِ، وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ</p>

Makna Ringkas: Rasulullah ﷺ biasa berlindung kepada Allah dari lima hal: kebakhilan, sifat pengecut, usia yang buruk (pikun), kekacauan hati, dan siksa kubur.

Kaitan dengan Ulama: Hadits ini memiliki banyak jalur periwayatan. Imam An-Nasa'i meriwayatkannya melalui jalur Amr bin Maimun dari Ibnu Mas'ud. Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih mereka masing-masing, yang menunjukkan keshahihan dan kekuatan hadits ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa doa perlindungan ini adalah bagian dari ajaran Nabi ﷺ yang sangat komprehensif, mencakup perlindungan dari keburukan dunia dan akhirat.

  1. Kebakhilan (الْبُخْلِ): Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa bakhil adalah menahan harta yang seharusnya dikeluarkan untuk ketaatan dan hak-hak Allah. Ini adalah akhlak tercela yang bertentangan dengan sifat Allah yang Maha Pemurah. Sifat bakhil juga menjadi sumber dari berbagai keburukan lainnya.
  2. Sifat Pengecut (الْجُبْنِ): Ini adalah sifat takut yang berlebihan, yang menghalangi seseorang untuk berani dalam kebenaran, berjihad, atau menegakkan keadilan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa pengecut adalah lawan dari keberanian yang terpuji, yang membuat seseorang tidak mampu menjalankan kewajiban atau meninggalkan larangan karena takut kepada makhluk.
  3. Usia yang Buruk (سُوءِ الْعُمُرِ): Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menafsirkan ini sebagai usia pikun di mana seseorang kehilangan akal sehatnya, menjadi lemah, dan tidak mampu lagi beribadah dengan baik. Ini adalah ujian di akhir hayat yang sangat berat.
  4. Fitnah Hati (فِتْنَةِ الصَّدْرِ): Ini merujuk pada kekacauan yang menimpa hati, seperti keraguan dalam agama, cinta dunia yang berlebihan, atau penyakit hati lainnya (hasad, ujub, riya'). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa hati adalah panglima tubuh; jika hatinya rusak, maka seluruh amalannya akan rusak.
  5. Siksa Kubur (عَذَابِ الْقَبْرِ): Ini adalah azab yang akan dialami di alam barzakh setelah kematian. Berlindung dari siksa kubur adalah perintah Nabi ﷺ, dan ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah perkara yang hakiki dan harus kita imani.

Pelajaran Utama: Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ yang maksum (terjaga dari dosa) saja tetap berdoa memohon perlindungan dari hal-hal ini, maka kita yang penuh kekurangan jauh lebih membutuhkan doa ini. Ini juga mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin dan bentuk ibadah yang agung.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ, sering kali mendengar doa-doa ini dari lisan beliau. Suatu ketika, beliau mengajarkan doa ini kepada para sahabat lainnya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias untuk meniru dan menghafal setiap doa yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ, karena mereka memahami bahwa doa-doa tersebut adalah warisan berharga yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Menghafal dan Membaca Doa Ini: Jadikan doa ini sebagai wirid harian, terutama setelah shalat atau di waktu-waktu mustajab, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.
  2. Menjauhi Sifat Bakhil: Latihlah diri untuk gemar bersedekah dan berbagi, karena sifat pemurah adalah akhlak mulia yang dicintai Allah.
  3. Menumbuhkan Keberanian: Berani dalam kebenaran dan berani mengambil sikap yang diridhai Allah, meskipun menghadapi tantangan.
  4. Menjaga Kualitas Ibadah di Usia Senja: Berdoalah agar Allah memberikan akhir hidup yang baik (husnul khatimah) dan menjauhkan kita dari pikun yang buruk.
  5. Membersihkan Hati: Selalu introspeksi diri dan berusaha membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati seperti hasad, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
  6. Mengimani Adanya Siksa Kubur: Ini akan mendorong kita untuk senantiasa istiqamah dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?