Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5445 tentang Doa perlindungan dari kebakhilan, pengecut, dan siksa kubur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita doa perlindungan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabat, yang berisi permohonan berlindung kepada Allah dari lima perkara: kebakhilan, sifat pengecut, usia pikun yang hina, fitnah dunia, dan siksa kubur. Ini adalah doa yang sangat lengkap karena mencakup perlindungan dari penyakit hati, bahaya dunia, dan azab akhirat. Kita dianjurkan untuk membaca doa ini secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Al-Isti'adzah, Bab Al-Isti'adzah minal Bukhl, no. 5445, dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, no. 2822 dan 6374, dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, no. 2706, dari jalur Mus'ab bin Sa'd dari ayahnya.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta terjemahannya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikannya aku ke usia yang paling hina (pikun), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur."

Dalam riwayat lain yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari, disebutkan juga tambahan: "Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa doa ini termasuk doa al-jami' (doa yang mencakup banyak kebaikan) karena menggabungkan perlindungan dari keburukan hati, keburukan badan, keburukan dunia, dan keburukan akhirat.

Pertama: Perlindungan dari kebakhilan (الْبُخْلِ)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa kebakhilan adalah lawan dari sifat dermawan, dan ia merupakan akar dari banyak penyakit hati. Sifat bakhil membuat seseorang enggan menunaikan hak Allah dan hak sesama manusia. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Madarijus Salikin menyebutkan bahwa kebakhilan termasuk penyakit hati yang paling berbahaya karena ia menghalangi seseorang dari kebaikan dunia dan akhirat.

Kedua: Perlindungan dari sifat pengecut (الْجُبْنِ)

Sifat pengecut adalah lawan dari keberanian yang terpuji. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa sifat pengecut menghalangi seseorang dari membela kebenaran, berjihad di jalan Allah, dan menegakkan keadilan. Oleh karena itu, Nabi ﷺ menggabungkan permohonan perlindungan dari kebakhilan dan sifat pengecut, karena keduanya menghalangi seseorang dari kebaikan—yang pertama menghalangi harta, dan yang kedua menghalangi jiwa.

Ketiga: Perlindungan dari dikembalikan ke usia yang paling hina (أَرْذَلِ الْعُمُرِ)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ardzalil 'umur adalah usia pikun di mana seseorang kehilangan akal dan daya ingatnya, sehingga ia menjadi beban bagi orang lain. Ini adalah bentuk perlindungan dari kehinaan di masa tua. Para ulama menafsirkan bahwa ini termasuk permohonan agar Allah menjaga akal dan agama seseorang hingga akhir hayatnya.

Keempat: Perlindungan dari fitnah dunia (فِتْنَةِ الدُّنْيَا)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa fitnah dunia mencakup segala ujian yang datang melalui harta, keluarga, jabatan, dan kesenangan duniawi yang dapat melalaikan seseorang dari ketaatan kepada Allah. Ini termasuk juga fitnah kekayaan dan kemiskinan, sebagaimana Nabi ﷺ berlindung dari keduanya dalam doa lainnya.

Kelima: Perlindungan dari siksa kubur (عَذَابِ الْقَبْرِ)

Ini adalah permohonan perlindungan dari azab akhirat yang pertama kali dialami seseorang setelah kematiannya. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ selalu berlindung dari siksa kubur, dan beliau mengajarkan umatnya untuk membaca doa ini dalam shalat maupun di luar shalat.

Para ulama menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa segala keburukan—baik yang tampak maupun tersembunyi—hanya bisa ditolak dengan pertolongan Allah. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk senantiasa berlindung kepada-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu—salah satu sahabat yang dijamin masuk surga dan termasuk asyrah mubasyarin—biasa mengajarkan doa ini kepada anak-anaknya. Beliau berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berdoa dengan doa-doa ini dan mengajarkannya kepada kami."

Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat perhatian dalam menjaga dan mewariskan doa-doa Nabi ﷺ kepada generasi berikutnya. Mereka tidak hanya menghafalnya, tetapi juga mengamalkannya dan mengajarkannya kepada anak-anak mereka, sebagaimana Sa'd mengajarkan kepada putranya, Mus'ab.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash adalah orang yang sangat dermawan dan pemberani. Beliau adalah salah satu panglima perang yang terkenal, dan doa ini yang selalu beliau baca menjadi sebab Allah menjaga beliau dari sifat-sifat yang beliau mohonkan perlindungan darinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca doa ini setiap pagi dan petang, atau setelah shalat, karena ia mencakup perlindungan dari keburukan dunia dan akhirat.
  2. Renungkan maknanya setiap kali membacanya, agar hati kita benar-benar memohon perlindungan dari sifat bakhil dan pengecut, serta berusaha menjauhi sifat-sifat tersebut.
  3. Jauhi sifat bakhil dengan membiasakan diri bersedekah dan berbagi, karena sifat bakhil adalah penyakit hati yang menghalangi kebaikan.
  4. Jauhi sifat pengecut dengan berani membela kebenaran dan tidak takut dalam ketaatan kepada Allah.
  5. Perbanyak istighfar dan doa agar Allah menjaga kita dari fitnah dunia dan siksa kubur, serta memberikan husnul khatimah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?