Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5443 tentang Memohon perlindungan dari pengecut, kikir, fitnah hati, azab kubur

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang sangat penting dan ringkas. Nabi ﷺ memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara: sifat pengecut (al-jubn), sifat kikir (al-bukhl), fitnah hati (fitnatush-shadr), dan azab kubur ('adzabil-qabr). Ini adalah doa harian yang menggabungkan perlindungan dari penyakit hati yang merusak amal dan juga dari siksa akhirat yang pedih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Isti'adzah, Bab Memohon Perlindungan dari Fitnah Hati, nomor 5443. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat 'Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits:

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Terjemahan: Dari 'Umar, bahwa Nabi ﷺ biasa memohon perlindungan kepada Allah dari sifat pengecut, kikir, fitnah hati, dan azab kubur.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan barangsiapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. At-Taghabun [64]: 16)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya memohon perlindungan dari sifat kikir, karena orang yang selamat dari kekikiran adalah orang yang beruntung.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna dari setiap permohonan perlindungan dalam hadits ini:

  1. Al-Jubn (الْجُبْن) - Pengecut: Ini adalah sifat takut yang berlebihan yang menghalangi seseorang dari berbuat kebaikan, membela kebenaran, atau menghadapi musuh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa pengecut dan kikir adalah dua sifat buruk yang sering disebutkan berpasangan dalam doa Nabi ﷺ. Ini karena pengecut menghalangi seseorang dari berbuat baik dengan fisiknya, sementara kikir menghalangi seseorang dari berbuat baik dengan hartanya. Keduanya adalah penghalang dari jihad dan infak di jalan Allah.
  2. Al-Bukhl (الْبُخْل) - Kikir: Sifat ini adalah menahan harta yang seharusnya dikeluarkan untuk ketaatan dan kebaikan. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Fawa'id menyebutkan bahwa kikir adalah penyakit hati yang berbahaya. Allah memuji orang yang dijaga dari kekikiran dirinya, sebagaimana dalam ayat di atas. Sifat kikir ini bisa meluas bukan hanya pada harta, tetapi juga pada ilmu, waktu, dan tenaga untuk kebaikan.
  3. Fitnatush-Shadr (فِتْنَةِ الصَّدْرِ) - Fitnah Hati: Ini adalah ujian atau cobaan yang menimpa hati. Para ulama menafsirkannya dengan beberapa makna, di antaranya:
  • Kesyubhatan (keraguan) dalam agama: Hati yang digoyahkan oleh syubhat sehingga tidak lagi yakin terhadap kebenaran.
  • Syahwat (keinginan) yang menyimpang: Hati yang condong kepada kemaksiatan dan dosa.
  • Was-was dan bisikan setan: Gangguan batin yang merusak ketenangan dan keyakinan.
  • Kematian di atas kesesatan: Sebagian ulama menafsirkannya sebagai fitnah yang menimpa hati menjelang kematian, sehingga seseorang mati dalam keadaan buruk. Imam Al-Khathabi menjelaskan bahwa fitnah hati adalah ujian yang menimpa hati berupa keraguan, kesesatan, atau kemunafikan.
  1. 'Adzabul-Qabr (عَذَابِ الْقَبْرِ) - Azab Kubur: Ini adalah siksa yang akan dialami oleh sebagian manusia di alam barzakh (alam kubur) sebelum hari kiamat. Ini adalah perkara yang benar dan wajib diimani. Nabi ﷺ sering berlindung dari azab kubur karena ini adalah perkara yang sangat berat dan nyata.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul-Bari menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari keburukan di dunia dan akhirat. Sifat pengecut dan kikir adalah keburukan yang berdampak di dunia dan merusak agama, sedangkan fitnah hati adalah sumber dari segala keburukan, dan azab kubur adalah keburukan di alam akhirat.

Story Telling

Ada kisah yang sangat masyhur tentang sifat kikir dan pengecut yang digambarkan oleh Nabi ﷺ. Beliau bersabda:

"Ada dua sifat yang tidak akan pernah berkumpul dalam diri seorang mukmin: sifat kikir dan akhlak yang buruk." (HR. At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda:

"Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena sifat kikir itulah yang membinasakan umat-umat sebelum kalian. Sifat kikir mendorong mereka untuk memutuskan silaturahmi, maka mereka memutuskannya. Sifat kikir mendorong mereka untuk berbuat bakhil, maka mereka berbuat bakhil. Dan sifat kikir mendorong mereka untuk berbuat dosa, maka mereka berbuat dosa." (HR. Abu Dawud)

Kisah ini menunjukkan betapa bahayanya sifat kikir dan pengecut. Keduanya adalah akar dari banyak kebinasaan dan kehancuran. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari kedua sifat ini, karena keselamatan hanya datang dari Allah semata.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah membaca doa ini: Doa ini adalah doa yang ringkas namun sangat lengkap. Bacalah di waktu pagi dan petang, serta di dalam shalat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.
  2. Muhasabah diri: Renungkan apakah di dalam hati kita masih ada sifat pengecut dan kikir. Jika ada, maka kita harus berusaha melawannya dengan berani dalam kebenaran dan gemar berbagi.
  3. Jaga hati dari syubhat dan syahwat: Carilah ilmu yang benar dari para ulama Ahlus Sunnah agar hati kita kokoh di atas kebenaran dan tidak mudah goyah oleh fitnah.
  4. Iman kepada azab kubur: Yakinilah bahwa azab kubur itu benar adanya. Keyakinan ini akan mendorong kita untuk senantiasa istiqamah dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.