Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan yang Allah ﷻ sediakan bagi hamba-Nya yang bersegera menuju masjid. Ada tiga keutamaan besar yang disebutkan: (1) azan dan shaf pertama, (2) datang lebih awal ke masjid (at-tahjir), dan (3) shalat Isya dan Subuh berjamaah. Rasulullah ﷺ menggambarkan keutamaan-keutamaan ini dengan cara yang sangat kuat—seandainya manusia mengetahuinya, mereka akan rela diundi dan bahkan merangkak demi mendapatkannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 540) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, sehingga termasuk hadits yang sangat shahih.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ عَلِمُوا مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
"Jika orang-orang mengetahui apa (keutamaan) yang ada dalam panggilan untuk shalat dan barisan pertama, dan mereka tidak menemukan cara lain untuk melakukannya selain dengan undian, mereka pasti akan melakukannya. Jika mereka mengetahui apa (keutamaan) yang ada dalam datang lebih awal ke shalat, mereka akan berlomba untuk menjadi yang pertama di masjid. Jika mereka mengetahui apa (keutamaan) yang ada dalam Al-'Atamah dan Subh, mereka akan datang kepada keduanya meskipun harus merangkak."
Ayat yang relevan tentang keutamaan bersegera dalam kebaikan:
QS. Al-Baqarah [2]: 148
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan umat Islam untuk bersegera dalam segala bentuk kebaikan, termasuk shalat berjamaah di masjid.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan hadits ini dengan sangat indah. Mari kita bedah satu per satu:
Pertama: Keutamaan Azan dan Shaf Pertama
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "an-nida'" di sini adalah azan. Keutamaannya sangat besar karena azan adalah syiar Islam yang agung. Adapun shaf pertama, para ulama sepakat bahwa ia memiliki keutamaan yang sangat besar. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa shaf pertama lebih utama daripada shaf-shaf berikutnya.
Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa seandainya manusia mengetahui keutamaan ini, mereka akan rela berundi (undian) untuk mendapatkannya. Ini menunjukkan bahwa keutamaan tersebut sangat besar, melebihi apa yang bisa kita bayangkan.
Kedua: Keutamaan At-Tahjir (Datang Lebih Awal ke Masjid)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa at-tahjir artinya datang lebih awal ke masjid sebelum shalat. Ini termasuk amalan yang sangat dicintai Allah ﷻ. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa bersegera ke masjid menunjukkan kecintaan seseorang kepada shalat dan ketaatan kepada Allah.
Ketiga: Keutamaan Shalat Isya dan Subuh Berjamaah
Rasulullah ﷺ menyebut shalat Isya dengan sebutan Al-'Atamah. Ini adalah salah satu nama shalat Isya yang dibolehkan, meskipun nama yang lebih utama adalah Isya. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menyebutnya dengan Isya lebih utama, namun menyebut Al-'Atamah juga tidak mengapa karena Nabi ﷺ sendiri pernah menyebutnya demikian.
Keutamaan kedua shalat ini sangat besar karena keduanya adalah waktu di mana manusia paling berat untuk beribadah. Waktu Isya adalah waktu istirahat, dan waktu Subuh adalah waktu tidur yang paling nyenyak. Oleh karena itu, orang yang mampu menjaga kedua shalat ini berjamaah menunjukkan kejujuran imannya.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya pahala shalat Isya dan Subuh berjamaah, bahkan disebutkan dalam hadits lain bahwa keduanya adalah shalat yang paling berat bagi orang munafik.
Story Telling
Ada kisah indah tentang seorang sahabat yang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu. Ia pernah meminta keringanan kepada Rasulullah ﷺ untuk tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid karena ia buta dan rumahnya jauh. Namun ketika Rasulullah ﷺ bertanya apakah ia mendengar suara azan, ia menjawab ya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ia tetap harus datang, karena ia tidak mendapati jalan untuk dikecualikan.
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya shalat berjamaah di masjid, bahkan bagi orang yang memiliki uzur. Lalu bagaimana dengan kita yang sehat dan dekat dengan masjid? Tentu kita lebih dituntut untuk bersegera.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa para sahabat sangat bersemangat datang lebih awal ke masjid. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf pertama, dan jika ada yang terlambat, mereka merasa sangat menyesal.
Kesimpulan Praktis
- Bersegera menuju masjid ketika mendengar azan berkumandang, karena keutamaannya sangat besar.
- Berusaha mendapatkan shaf pertama dengan datang lebih awal, tanpa menyakiti orang lain.
- Menjaga shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid, karena keduanya adalah shalat yang paling berat bagi orang munafik dan paling besar pahalanya bagi orang mukmin.
- Menanamkan rasa rindu kepada masjid dalam hati kita, sehingga kita merasa rugi jika terlambat datang.
- Mengajak keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk sama-sama bersemangat dalam shalat berjamaah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.