Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5368 tentang Sandal Rasulullah memiliki dua tali

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu riwayat yang menjelaskan sifat fisik sandal Nabi ﷺ, yaitu memiliki dua tali (qibālān). Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memakai sandal yang sederhana namun tetap kokoh dan nyaman. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk memperhatikan kebersihan, kesederhanaan, dan kepraktisan dalam berpakaian serta memakai alas kaki, selama tidak melanggar syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (Kitab Perhiasan dari Sunnah, Bab Ciri-Ciri Sandal Rasulullah ﷺ, no. 5368). Sanadnya: Amr bin Ali → Shafwan bin Isa → Hisyam → Muhammad → Amr bin Aws.

Teks Arab hadits:

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى، قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ، قَالَ كَانَ لِنَعْلِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قِبَالاَنِ

Makna ringkas: Amr bin Aws berkata, "Sandal Rasulullah ﷺ memiliki dua tali (qibālān)."

Kaitan dengan ulama: Hadits ini termasuk dalam pembahasan Syarh as-Sunnah (penjelasan sunnah) dalam hal adab berpakaian dan memakai sandal. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa sandal Nabi ﷺ memiliki dua tali yang melintang di punggung kaki, sebagaimana sandal-sandal orang Arab zaman dahulu.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa qibāl (قِبَال) adalah tali sandal yang berada di bagian depan (punggung kaki), yang berfungsi untuk mengikat sandal agar kokoh saat dipakai. Jika sandal memiliki dua tali, maka itu lebih kuat dan lebih nyaman.

Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memakai sandal dengan dua tali adalah bagian dari sunnah, karena Nabi ﷺ melakukannya. Beliau juga menyebutkan bahwa memakai sandal yang baik dan kuat termasuk perkara yang dianjurkan, selama tidak berlebihan dan tidak untuk sombong.

Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa sandal Nabi ﷺ memiliki dua tali, dan ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memilih yang paling sederhana namun tetap berfungsi dengan baik. Beliau juga menukil dari Imam Al-Bukhari bahwa Nabi ﷺ pernah memakai sandal yang bertali, dan ini adalah kebiasaan orang Arab.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memakai sandal yang memiliki tali, dan tidak ada larangan dalam hal ini. Yang terpenting adalah menutup aurat, menjaga kebersihan, dan tidak berlebihan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz (w. 1420 H) juga pernah ditanya tentang hukum memakai sandal bertali, dan beliau menjawab bahwa hal itu dibolehkan selama tidak menyerupai pakaian khusus wanita atau pakaian yang dilarang syariat.

Dari sini, kita memahami bahwa hadits ini bukan hanya sekadar informasi sejarah, tetapi mengandung pelajaran:

  1. Kesederhanaan – Nabi ﷺ tidak memakai sandal yang mewah, tetapi yang fungsional.
  2. Kepraktisan – Sandal bertali lebih kuat dan nyaman dipakai.
  3. Adab memakai sandal – Para ulama juga menyebutkan doa saat memakai sandal: "Bismillah, alhamdulillah" dan doa saat melepasnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) sangat memperhatikan sunnah dalam hal-hal kecil, termasuk cara memakai sandal. Beliau pernah ditanya tentang seseorang yang memakai sandal dengan satu tali, dan beliau menjawab bahwa yang lebih utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ yang memakai sandal dengan dua tali. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat teliti dalam meneladani Nabi ﷺ, bahkan dalam perkara yang tampak sepele.

Hikmahnya: Seorang mukmin sejati adalah yang berusaha meneladani Nabi ﷺ dalam segala hal, baik yang besar maupun yang kecil, selama tidak memberatkan dan tidak keluar dari batas syariat.

Kesimpulan Praktis

  1. Memakai sandal bertali adalah sunnah – Ini adalah bentuk mengikuti petunjuk Nabi ﷺ dalam hal berpakaian dan alas kaki.
  2. Pilih yang sederhana dan fungsional – Tidak perlu berlebihan dalam memilih sandal, yang penting bersih, nyaman, dan menutup aurat.
  3. Jaga adab memakai sandal – Dahulukan yang kanan saat memakai, dahulukan yang kiri saat melepas, dan berdoa sebagaimana yang diajarkan.
  4. Jangan meremehkan sunnah kecil – Karena ketaatan kepada Nabi ﷺ dalam hal kecil akan mengantarkan pada kecintaan yang lebih besar kepada beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.