Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5322 tentang Anjuran memakai pakaian putih dan mengafani mayat dengannya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah anjuran Nabi ﷺ untuk mengenakan pakaian putih karena ia lebih suci dan lebih baik, serta menganjurkan mengafani mayat dengan kain putih. Ini adalah sunnah yang menunjukkan kesederhanaan, kebersihan, dan keindahan dalam berpakaian, serta penghormatan terakhir bagi jenazah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda kutip):

> أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ أَبِي عَرُوبَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ سَمُرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ"

Terjemahan: Dari Samurah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: "Kenakanlah pakaian putih, karena ia lebih suci dan lebih baik, dan kafanilah mayat kalian dengan pakaian tersebut."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 4061), At-Tirmidzi (no. 994), dan Ibnu Majah (no. 1472) dengan sanad yang shahih. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 31

> يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."

Ayat ini menunjukkan perintah untuk berpenampilan baik dan bersih, dan hadits di atas memperinci bahwa warna putih adalah yang paling utama.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Aṭharu" (أَطْهَرُ) dan "Aṭyabu" (أَطْيَبُ)

Para ulama menjelaskan bahwa kata aṭharu (lebih suci) dan aṭyabu (lebih baik/lebih harum) dalam hadits ini memiliki beberapa makna:

  • Imam Ibnul Qayyim dalam Zād al-Ma'ād menjelaskan bahwa warna putih adalah warna yang paling bersih dan paling mudah terlihat kotorannya, sehingga mendorong pemakainya untuk selalu menjaga kebersihan. Berbeda dengan warna gelap yang menutupi kotoran dan jarang dicuci.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyādhush Shālihīn menjelaskan bahwa makna aṭharu bisa berarti lebih suci secara hissi (fisik) karena putih itu mudah terlihat jika kotor, dan bisa juga berarti lebih suci secara ma'nawi karena dianjurkan oleh syariat.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan warna putih, dan para ulama sepakat bahwa pakaian putih adalah yang paling utama, kecuali jika ada dalil lain yang mengecualikan.

2. Hukum Mengenakan Pakaian Putih

Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya:

  • Mayoritas ulama (Imam Malik, Asy-Syafi'i, Ahmad, dan Abu Hanifah) berpendapat bahwa mengenakan pakaian putih adalah sunnah mu'akkadah (sunnah yang ditekankan), bukan wajib. Karena perintah dalam hadits ini dipahami sebagai anjuran, bukan kewajiban.
  • Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwa Nabi ﷺ sendiri paling senang mengenakan pakaian putih, dan ini adalah sunnah yang dicintai.

3. Hikmah Mengafani Mayat dengan Kain Putih

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa mengafani mayat dengan kain putih adalah sunnah, karena hadits ini secara tegas memerintahkannya.
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa kafan putih adalah yang paling utama, dan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Namun jika tidak ada kain putih, maka boleh dengan warna lain karena darurat.
  • Imam Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa hikmahnya adalah untuk menghormati jenazah dan menampakkan kesucian serta kebersihan, sebagaimana pakaian putih juga menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati.

4. Faedah Lain dari Hadits Ini

  • Warna putih adalah warna yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya.
  • Pakaian putih menunjukkan kesederhanaan dan tidak mencolok, sehingga menjauhkan dari kesombongan.
  • Hadits ini juga menunjukkan bahwa Islam memperhatikan kebersihan dan keindahan dalam berpakaian.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan Al-Bashri (salah seorang tabi'in besar) sangat memperhatikan kebersihan dan keindahan pakaiannya. Beliau berkata: "Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Maka hendaknya seorang muslim memperhatikan penampilannya, karena Allah mencintai hamba-Nya yang bersih dan rapi."

Beliau juga sering mengenakan pakaian putih dan berkata: "Pakaian putih adalah pakaian yang paling utama, karena ia lebih suci dan lebih baik, sebagaimana sabda Nabi ﷺ."

Kisah ini menunjukkan bahwa para salaf sangat memperhatikan sunnah Nabi ﷺ dalam hal berpakaian, dan mereka menjadikannya sebagai bagian dari ibadah dan akhlak sehari-hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Sunnah untuk mengenakan pakaian putih dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk shalat dan acara-acara baik.
  2. Sunnah mengafani mayat dengan kain putih, karena ini adalah penghormatan terakhir bagi jenazah.
  3. Warna putih melambangkan kebersihan dan kesederhanaan — mari kita jadikan sebagai kebiasaan yang dicintai.
  4. Jangan memaksakan diri jika tidak memiliki pakaian putih; yang penting adalah kebersihan dan kesopanan dalam berpakaian.
  5. Perbanyak membaca hadits ini dan mengamalkannya, karena di dalamnya terdapat pahala dan kecintaan kepada sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?