Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa ukiran pada cincin Nabi ﷺ adalah lafaz "مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ" (Muhammad utusan Allah). Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan Nabi ﷺ di sisi Allah, sampai-sampai nama beliau yang mulia diabadikan bersama risalah kenabian pada cincin yang beliau pakai. Cincin ini digunakan Nabi ﷺ untuk stempel surat-surat dakwah kepada para raja dan pemimpin.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Perhiasan dari Sunnah, Bab Ciri-Ciri Cincin Nabi ﷺ dan Ukirannya, nomor 5276. Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dan Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Dalam riwayat lain yang shahih, disebutkan bahwa ukiran cincin Nabi ﷺ adalah tiga baris:
- مُحَمَّدٌ (Muhammad)
- رَسُولُ (utusan)
- اللَّهِ (Allah)
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ membuat cincin dari perak dengan ukiran "مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ" dan bersabda: "Sesungguhnya kami tidak akan menulis surat kepada raja-raja non-Arab kecuali dengan stempel ini." (HR. Al-Bukhari, no. 5872)
Adapun dalil tentang bolehnya memakai cincin dan stempel, Allah berfirman:
QS. An-Naml [27]: 29-30 (tentang surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis):
قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ * إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
"Dia (Balqis) berkata: 'Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa para nabi menggunakan surat dan stempel untuk urusan dakwah dan kenegaraan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa cincin Nabi ﷺ memiliki beberapa fungsi dan hikmah:
1. Cincin sebagai alat stempel resmi
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membuat cincin ketika beliau hendak mengirim surat kepada para raja. Ada riwayat bahwa beliau diberitahu: "Sesungguhnya raja-raja tidak membaca surat kecuali yang memiliki stempel." Maka beliau membuat cincin dari perak dan mengukirnya dengan lafaz "مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ".
2. Hikmah ukiran tiga baris
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ukiran itu dibuat tiga baris agar mudah dibaca dan tidak terkesan memanjang. Baris pertama "Muhammad", baris kedua "Rasul", dan baris ketiga "Allah". Ini menunjukkan kecerdasan dan keindahan dalam desain.
3. Hukum memakai cincin bagi laki-laki
Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in berbeda pendapat. Mayoritas ulama (jumhur) membolehkan laki-laki memakai cincin perak berdasarkan perbuatan Nabi ﷺ. Adapun cincin emas, maka haram bagi laki-laki berdasarkan hadits shahih.
Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad membolehkan memakai cincin perak bagi laki-laki. Adapun Imam Abu Hanifah juga membolehkannya. Ini semua berdasarkan dalil bahwa Nabi ﷺ sendiri memakai cincin perak.
4. Pelajaran tentang dakwah dan komunikasi
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa penggunaan stempel dan surat resmi oleh Nabi ﷺ menunjukkan pentingnya sarana dakwah yang baik dan profesional. Islam tidak melarang penggunaan alat-alat yang membantu tersampaikannya risalah dengan lebih efektif.
5. Adab menulis nama Nabi ﷺ
Para ulama menjelaskan bahwa ketika menulis nama Nabi ﷺ, hendaknya disertai shalawat dan salam. Ini berdasarkan perintah Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56. Namun dalam ukiran cincin, karena keterbatasan tempat, cukup ditulis nama beliau saja.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ ingin mengirim surat dakwah kepada Heraclius (Kaisar Romawi), Kisra (Raja Persia), dan Negus (Raja Habasyah), para sahabat memberitahu beliau bahwa para raja tidak membaca surat kecuali yang memiliki stempel. Maka Nabi ﷺ membuat cincin dari perak dengan ukiran "مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ".
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Cincin Nabi ﷺ berada di tangan beliau, kemudian setelah beliau wafat berada di tangan Abu Bakar, kemudian di tangan Umar, kemudian di tangan Utsman. Lalu jatuh ke sumur Aris ketika Utsman sedang memegangnya." (HR. Muslim)
Peristiwa jatuhnya cincin ini menjadi salah satu tanda bahwa masa kekhalifahan yang mengikuti petunjuk Nabi ﷺ akan segera berakhir, dan memang setelah itu terjadi fitnah besar di kalangan umat Islam.
Kesimpulan Praktis
- Boleh memakai cincin perak bagi laki-laki berdasarkan perbuatan Nabi ﷺ, selama tidak berlebihan dan tidak menyerupai lawan jenis.
- Ukiran pada cincin boleh berupa nama atau kalimat thayyibah, selama tidak mengandung hal yang diharamkan.
- Pentingnya sarana dakwah yang baik — Nabi ﷺ menggunakan stempel dan surat resmi untuk menyampaikan risalah, menunjukkan bahwa kita boleh menggunakan teknologi dan sarana modern untuk dakwah.
- Meneladani kecintaan kepada Nabi ﷺ dengan menyebut nama beliau dengan penuh adab dan bershalawat.
- Menjauhi kemewahan — cincin Nabi ﷺ terbuat dari perak, bukan emas, menunjukkan kesederhanaan dalam penampilan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.